Halo, Readers~
Author membawa chapter nih
Chapter ini masih bersambung dari chapter sebelumnya
Penasaran atau pasaran yak......
Kuylah baca!
Naruto milik Masashi Kishimoto
"Apa?!": berbicara
'terserah': berpikir/membatin
"Lelah" :bijuu/hewan kuchiyose berbicara
'Gini amat': bijuu/hewan kuchiyose berpikir/membatin
#
Selepas acara makan kari, mereka kembali dengan bahagia. Ya, yang bahagia hanya kedua rival itu tidak bagi anak mereka. Sasuke dan Naruto melihat Sarada yang sedang menahan pedas dan Boruto yang mengipaskan lidahnya.
"Itu makanan ato cabe semua!??"
Ucapnya sebal sebab dia terkena jebakan dari si bapak. Naruto meringis senang.
"Aduh pedes banget"
Seluruh wajah Sarada merah bukan karena malu tapi karena dia tidak terlalu bisa menangani makanan yang pedas. Sasuke hanya menghela nafas. Dia membuka salah satu gulungan yang memperlihatkan berry merah di dalamnya.
"Makan ini. Itu bisa menghilangkan rasa pedasnya"
Memberikan buah itu pada Sarada. Sarada langsung memakannnya segera rasa manis menyelimuti mulutnya.
"Hm~ enak!"
"Paman kok aku nggak dikasih?"
"Untuk apa? Jadi cowok itu harus strong"
Jawab Sasuke membiarkan putra si sahabat menderita.
"Kalian jahat!"
'Malah bikin drama'
Pikir mereka semua kecuali Boruto. Pintu gerbang konoha mulai terlihat menampakkan sang Sensei yang sudah stand by disana sambil membawa sesuatu.
'GASWAT!!'
Batin kedua rival bersenandung ria entah mengapa mereka ingin putar balik.
"Ne... Sasuke, kau bisa membuka portal langsung di dalam desa?"
"Sayangnya aku nggak bisa untuk saat ini"
"Ayolah Sasuke ini urusan hidup dan mati!"
"Dari tadi kau mengatakan itu pada semua orang"
"Ih beneran buka portal gih!"
"Nggak, buang energi aja. Bukankah kau sudah membawa 'itu' padanya?"
"Oh iya.... moga aja ini bisa menyelamatkan kita dari gamparan itu"
Mereka berdua berbicara tanpa ada sensor. Sarada dan Boruto mengerti apa yang dibicarakan si duo.
'Hah? Ayah/Papa takut ama gurunya sendiri?'
Sungguh tidak terduga. Makin lama siluet itu jadi nyata, terlihat Kakashi sedang membawa sebuah mallet berukuran besar sebesar kipas milik Temari. Dia memukul – mukulnya di tangan seperti tidak tahan lagi untuk menggampar anak didiknya. Kerumunan mulai muncul mereka mulai tertarik dengan apa yang terjadi. Sasuke dan Naruto menelan ludah melihat eye smile yang nggak keliatan tulus sama sekali. Sarada dan Boruto mencari tempat yang aman untuk tidak terkena amukan Rokudaime.

KAMU SEDANG MEMBACA
Uzumaki Family Drabble
FanfictionApa saja sih yang dilakukan keluarga Uzumaki di waktu senggang mereka? Mau cari tahu? Kuy ikuti kisah ini!