Kalian tahu Bleki, kan? Gugucknya Bu Karmila yang jadi fans berat sempak Pororonya Atsumu dan kadang bisa jadi bawahannya [name] dengan iming iming dipinjemin sempak abangnya yang satu ini.
Bukan karena tanpa alasan Bleki menyukai sempak Pororo Atsumu. Juga ada kisah haru disana. Sempak Pororo Atsumu bisa dibilang harta karun berharga bagi si Bleki.
Semua berasal saat sempak Pororo Atsumu melayang di angkasa luar dan jatuh ke bumi, tepatnya di halaman rumah bu Karmila. Si Bleki yang kebetulan lagi patroli takutnya ada anak anak komplek yang ambil buah mangganya melihat sempak Atsumu dengan gambar Pororo yang tergeletak di bawah pohon mangganya.
Karena penasaran, Bleki akhirnya mendekat dan mulai mengendus bau mol*o disana. Hmm... Harum katanya.
Kita pindah di kediaman para Miya dimana dihebohkan oleh teriakan Atsumu memanggil sempaknya. [name] yang peka terhadap suasana langsung memakai kacamata hitam dan ikut bergabung mencari sempak Atsumu. Osamu yang baru juga ngeh kumpul nyawa cuman bisa pasrah lihat 2 saudaranya yang keknya otaknya satu sel. Entah mungkin mereka gabut karena ini hari Sabtu alias sekolah libur.
Sementara si Bleki akhirnya mulai memungut Pororo yang terdampar ke rumahnya sembari memperlihatkannya pada bu Karmila.
Bu Karmila langsung nostalgia tentang anaknya yang sekarang kuliah di luar negri. Sempaknya mirip banget sama yang Bu Karmila pernah beli waktu anaknya masih kecil.
Dan soal sempak Pororo Atsumu yang cukup di dia padahal udah gede, itu karena pabriknya salah cetak dan katanya itu Limited Edition. Kapan lagi ada sempak Pororo ukuran sempak bapack bapack.
Bu Karmila jadi kangen anaknya tapi gak punya nomer hp anaknya yang kuliah di luar negri. Tapi Bu Karmila inget anaknya ini fans banget sama Pororo dan akhirnya milih lacak Instakilo para fans Pororo.
Dan di salah satu akun disana terlihat sempak yang sama dengan yang Bleki pegang dengan caption.
'gak nyangka udah besar lagi. Padahal baru kemarin dipake.'
Bu Karmila malah nangis nangis sendiri karena mungkin berhasil menemukan anaknya yang dia kira udah Meet and Greet bareng Tuhan.
Pada akhirnya mereka bicara bareng dan bilang kalau anaknya bakalan pulang ke rumah.
Bukan ke Rahmatullah.
Si Bleki udah anggap itu harta karun tersendiri karena benda keramat ini bisa menyatukan kembali anak sama ibu yang terpisah beda alam//negara maksudnya.
Sementara Atsumu galau setengah mampus nyari si doi, [name] akhirnya berinisiatif cari sempaknya Atsumu karena setia terhadap kakaknya.
Masalahnya kalau Atsumu galau, dia bisa makan apa aja. Mungkin [name] juga bakal dimakan sama Atsumu-... Errr... Lupakan.
Osamu bisa stress seharian ceramahin Atsumu tapi gak mempan sama sekali dan berakhir makan apa aja di kulkas.
Moga moga [name] dimakan Osamu. Hehe...
Walau hujan badai menggempur sampai ada orang kesambar petir sebagai azab pelit payung, [name] tetap teguh pada tujuannya. Setiap penjuru komplek dia jelajahi sampai sudut terkecil kayak bawah batu kerikil.
Kali kali sempaknya tenggelam di bawah tanah terus ketutupan batu kerikil.
Dan pada akhirnya kebetulan Mang Ukai lagi keliling sambil jualan sayur sambil kadang bengek sendiri karena kebanyakan ngerokok.
Otomatis ibu ibu komplek langsung grecep bawa duit mereka sambil ikut numpang ngeghibah di deket gerobak sayur Mang Ukai.
"eh, katanya anak Bu Karmila bakalan balik dari kuliahnya."
"ah masa? Bukannya dia udah lost contact sama anaknya?"
"katanya sih dia dapet keajaiban."
"katanya dari sempak terbang. Gambarnya burung biru pake kacamata lagi."
Berdly menangis melihat ini. Yang main Deltarune pasti ngerti.
"eh anaknya cakep ugha ya. Mana cowok lagi."
"aduh, udah kuliah lagi. Si Yachi aja belum saya nikahin. Mungkin bisa kali ya kontak kontak sama bu Karmila buat dijodohin. Eh, bukannya anak cewek di keluarga Miya deket juga sama Bu Karmila, ya? Wah, bisa bisa direbut jodoh anak saya."
"ada rumor bu Karmila mau jodohin anaknya sama Miya [name]."
'napa gw yang jadi sasaran gibah mak?!...'
Karena gak mau denger perdebatan emak emak berdaster akhirnya [name] lebih milih langsung gas ke rumah bu Karmila dan kebetulan sempak putih Pororo sekarang ada di bawah Bleki yang lagi tidur. Bu Karmila juga lagi duduk duduk santai di kursi sambil minum teh.
"eh, [name]. Kenapa kesini? Atsumu ngidam mangga lagi?"
". . ." [name] cuman liatin sempak Atsumu yang ketindihan Bleki. Duh, kadang [name] kasihan juga sama Pororo yang suka didudukin pantat manis Atsumu. Mana kalau dia kentut habis makan jengkol baunya mantap kali.
Jangan bilang ini takdir Pororo bisa hidup bebas tanpa penderitaan.
"kenapa sayang? Oh, Bleki?"
"itu, err... Maaf, dalemannya punya abang saya."
"oh! Masa? Aduuhh... Padahal mau ibu kasih lihat ke Udin dulu."
[name] jadi inget cerita ibu ibu yang gibahin dia tadi. Soal sempak Pororo yang bisa jadi meteor Kimi no Nawa karena telah mempertemukan anak sama ibu ini.
"ah, gak apa apa. Nanti kalau udah bisa telepon [name] aja. [name] pamit ya bu."
Dan [name] pun pulang dengan rasa kecewa karena gak bisa bawa pulang sempak kesayangan Atsumu.
Eh? Ini udah berapa hari dia cari sempak Atsumu?
Pas buka pintu, [name] langsung dapet pelukan maut dari abang abangnya. Katanya mereka ngira [name] diculik alien kata tetangganya, Oikawa.
Tapi [name] masih ada rasa kecewa, sempak kesayangan kakaknya gak bisa diselamatin.
"udahlah, Tsumu. [name] udah lakuin yang terbaik buat selamatin sempak lu. Relain aja. Yang penting dia balik kan?" Osamu bisa lega sekarang makanannya gak dimakan Atsumu lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Trio Miya! [Miya Twin x Reader]
DiversosMirip dengan book bobrok sebelah cuman disini lebih bobrok lagi. Punya kembaran yang minta ditampol? Kami menerima jasa tampol untuk mereka. Haikyuu!! © Haruichi Furudate Trio Miya © Grimsley_Unova
![Trio Miya! [Miya Twin x Reader]](https://img.wattpad.com/cover/240315746-64-ke0b569.jpg)