pacar punya?

1K 222 6
                                        

Pagi itu, Seoul masih berselimut kabut tipis ketika getaran ponsel di atas meja rias memecah kesunyian kamar Rose. Nama 'Ayah' berkedip di layar, membuat Rose yang tengah memoles lipstik segera meraihnya.

​"Halo, Ayah," sapa Rose dengan nada ceria.

​"Halo, putri kesayangan Ayah. Bagaimana kabarmu di sana?" Suara berat dan hangat di seberang sana seketika membuat Rose merasa tenang.

​"Baik, Ayah. Kabar Ayah dan Ibu bagaimana? Semuanya lancar, kan?"

​"Kami semua sehat. Oh ya, Ayah punya kabar baik untukmu," ujar Ayah, namun nada bicaranya mendadak berubah menjadi sedikit lebih serius yang membuat insting Rose waspada. "Besok, Ayah dan Ibu akan terbang ke Korea."

"Besok? Mendadak sekali. Aku akan menjemput kalian di bandara. Lalu, apa Kak Chanyeol ikut?"

​"Tidak, abangmu itu sedang bergelut dengan skripsi. Dia bilang kepalanya hampir pecah, jadi dia harus tetap di sini sampai semuanya selesai."

​"Kasihan sekali," gumam Rose. "Baiklah, Ayah. Aku harus segera berangkat kerja sekarang. Sampai jumpa besok!"

​Rose memilih untuk berjalan kaki menuju gedung Company P, menikmati udara pagi yang segar sembari memeriksa jadwal di ponselnya. Namun, langkahnya terhenti ketika seorang pria yang sangat familiar muncul dari balik persimpangan jalan.

​"Hai, Rose," sapa Jimin dengan senyum yang dipaksakan terlihat santai.

​Rose mengernyitkan dahi. "Hai juga, Jimin. Tumben sekali lewat sini? Bukankah ini bukan jalur kantormu?"

​"Hanya ingin mencari suasana baru. Memangnya tidak boleh?" Jimin mencoba menutupi kegugupannya.

​Rose hanya mengangguk pelan, hendak melanjutkan langkahnya. Namun, Jimin kembali memanggilnya dengan nada yang sedikit mendesak.

​"Rose, tunggu! Aku... boleh tanya sesuatu?"

​"Apa?"

​Jimin menarik napas panjang, mengumpulkan keberanian yang tersisa. "Apa kamu... saat ini sudah punya pacar?"

​Rose terdiam sejenak, menatap Jimin dengan pandangan datar yang sulit diartikan. "Belum," jawabnya singkat tanpa penjelasan tambahan. Ia segera melangkah masuk melewati gerbang kantor, meninggalkan Jimin yang mematung di trotoar.

​Jimin menatap punggung Rose yang menghilang di balik pintu kaca gedung. Ia mengembuskan napas lega yang sangat panjang. Setidaknya, ia tidak diabaikan secara total seperti kemarin.

​Ia teringat kembali kejadian satu bulan lalu saat mereka berada di sebuah restoran di Jepang. Saat itu, Rose sedang pergi ke toilet, dan Jimin menggunakan kesempatan tersebut untuk menginterogasi Somi.

​[Flashback - Tokyo]
​"Somi, aku mau tanya sesuatu yang serius," bisik Jimin, memastikan Rose tidak mendengar.

​Somi yang sedang asyik mengunyah sushi menoleh santai. "Tanya saja, kenapa harus berbisik begitu?"

​"Rose... dia sudah punya pacar belum sih?"

​Somi terdiam sebentar, lalu mengedikkan bahu. "Aku juga kurang tahu pasti. Tapi kalau saran dariku, kalau kau memang berniat mendekatinya lagi, lebih baik kau terobos saja! Kalau kau terlalu banyak berpikir, Rose bisa-bisa diambil orang lain. Kau mau sakit hati lagi?"

​[Kembali ke Masa Kini]
​"Kenapa, Jimin? Dicuekin lagi ya?"

​Jimin terlonjak kaget saat sebuah suara familiar terdengar tepat di belakang telinganya. Ia berbalik dan menemukan Jungkook sekretaris Rose yang juga teman lama mereka sedang menyeringai jahil.

​"Sialan! Kamu ini hobi sekali muncul tiba-tiba seperti hantu! Mau aku adukan ke Rose agar gajimu dipotong?" ancam Jimin ketus.

​Jungkook tertawa terbahak-bahak. "Jangan dong! Bagaimana aku mau menafkahi istriku nanti kalau gajiku dipotong karena hal sepele?"

​"Bodo amat! Aku pergi dulu!" Jimin membalikkan badan dan berjalan cepat menjauhi area kantor dengan wajah memerah.

​"Aku hanya bertanya baik-baik malah kabur!" teriak Jungkook, suaranya menggema di jalanan pagi yang mulai ramai. "Benar-benar aneh," gumam Jungkook sambil menggelengkan kepala, lalu melangkah masuk ke kantor untuk menyusul bosnya.

 "Benar-benar aneh," gumam Jungkook sambil menggelengkan kepala, lalu melangkah masuk ke kantor untuk menyusul bosnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
ECHOES OF ROSEANNE | JIROSÉ [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang