Seberapa hebat aku menolak namamu
Ya tuhanku,
Namun ketika ku dengar panggilanmu,
Aku tersentuh.
Seberapa baik aku melanggar perintahmu
Ya tuhanku,
Namun ketika ku lihat kedamaian di wajah para pembela itu,
Aku tersentuh.
Dalam jiwaku tergenang sebuah kerinduan
Yang bernaung bersama kesunyian
Kerinduan yang tak pernah ku tahu untuk apa dan siapa
Serta kesunyian yang tak pernah ku tahu darimana mulanya
Seberapa kuat aku berusaha berdiri sendiri,
Ya tuhanku..
Aku akan selalu terjatuh,
kembali meraung pilu
Seberapa kuat aku menertawakanmu,
Ya tuhanku,
Kau akan selalu memelukku
Ketika aku membutuhkanmu
Walau kau tahu, bila jiwa telah membaik
Aku akan meninggalkanmu.
Walau kau tahu, bila aku keluar dari bilik
Aku akan menghinamu
Dan apa yang ku cari,
Ya tuhanku?
Bila engkau adalah terang,
Apakah aku harus buta untuk dapat melihatmu seutuhnya?
Dan apa yang ku cari,
Ya tuhanku?
Karena tak mungkin aku berjalan menuju matahari
Bahkan menatapnya saja aku tak berani
Dan apa yang ku cari,
Ya tuhanku?
Sekali lagi
Berikan aku petunjukmu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sepatah
Puisikau cuma butuh 2 detik untuk baca dan beberapa saat untuk menangkap maknanya.
