SAMPUL MERAH (#3)

19 4 0
                                    

Dunia makin gila
Dimana kepintaran tidak ada gunanya selagi kamu tidak mempunyai harta.

Tahun Ketiga

Kini si Gadis Kecil terbiasa dengan kesendirian,ditinggal setiap pagi oleh sang ibu,sehingga keadaan memaksakanya untuk menggunkan seragam sendiri,memakai separu sendiri,dan bahkan sikecil belajar untuk menyetrikah bajunya ssendir.
Menjadi 3 besar membuat si Gadis Kecil semakin giat belajar,sampai ia merasa bahwa menjadi 3 besar tidak penting selagi kamu berada dan dari orang terpandang,kamu akan di lirik.
Bejat sekali pemikiran bocah kecil.
Pemikiran seram itu muncul,ketika pemilihan dlegasi lomba Mipa,yang seharusnya diutamakan ikut seleksi adalah peringkat 3 besar,namun dikarenakan si Gadis Kecil bukanlah dari keluarga terpandang,maka ia celaka si Guru Lebih mengutamakan dia (yang lebih kaya dari keluarga terpandang) meski si dia berada di peringkat terbawah.
Semangat si Gadis Kecil terpatahkan,airmata mulai bercuran.
Hari yang penuh drama,dimana ia berjalan pulang sambil menangis ditengah hujan,dan ketika samapai dirumah tak didapati seorangpun untuk bercerita.
Ia kesepian dan menahan semuanya sendirian
"Perlahan namun pasti,duania mulai mengajarkan kebencian,namun ia harus tetap mencari kebahagiaan,dengan jalannya sendiri"

Mohon komentar dan masukannya yaa
Jangan lupa kasih bintan 😘

Sampai Jadi ManusiaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang