@ earljeanlee Loh, Kak... kamu meragukan aku sebagai pembaca, ya? :) i know mungkin Kak Genta lagi down atau sedang ada di titik di mana semuanya terasa kurang, termasuk tulisan sendiri. Tapi percaya deeh, ceritamu bagus. Beneran bagus. Jangan menilai karya yang kamu lahirkan hanya dari satu malam ketika kamu lagi ga baik-baik aja.
Dee mungkin bukan pembaca yang paling pintar, tapi aku tahu satu hal: aku tidak akan bertahan membaca sampai sejauh ini kalau ceritamu tidak punya sesuatu yang membuatku ingin terus tinggal. Ada sesuatu dalam tulisan Kak Genta yang susah dijelaskan emm..semacam kepekaan dalam menangkap hal-hal kecil, cara merangkai perasaan menjadi narasi, dan bagaimana kamu menyelipkan makna di antara kalimat-kalimat yang sekilas kelihatannya sederhana.
Ceritamu lahir dari kepekaan terhadap manusia, pengalaman, dan hal-hal kecil yang sering luput diperhatikan orang lain. Itu yang membuat tulisanmu punya 'nyawa'. Jadi kalau hari ini Kak Genta merasa tulisannya kurang, mungkin yang sedang bermasalah bukan tulisanmu, tapi cara Kak Genta sedang memandangnya.
Jadi jangan tanya apakah ceritamu layak buat dibaca. Aku di sini sebagai pembaca justru mau bilang iya, masih. Bahkan sangat layak. Aku masih mau membaca, masih mau mengurai setiap kepingan kecil yang kamu taruh, masih mau dibuat bingung, masih mau dibuat mikir sampai migrain, dan masih mau menemukan makna yang mungkin bahkan tidak sengaja kamu tinggalkan di sana xixixi..
Jadi istirahatlah kalau memang sedang lelah, Kak. Tapi jangan buru-buru menganggap sesuatu yang kamu tulis dengan begitu banyak rasa sebagai sesuatu yang tidak berarti. Karyamu punya suara. Dan selama masih ada pembaca yang mendengarnya, menurutku suara itu belum pernah benar-benar hilang.
Jangan meragukan tulisanmu cuma karena malam ini kamu sedang meragukan dirimu sendiri.
Dari satu pembaca yang terlanjur betah tinggal di semesta tulisanmu^^