Hi kak, ijin promo cerita ke dua ku ya kak. Atau kalau punya waktu mampir ke cerita ku yuk. Siapa tahu kakak suka
Ku kira semua takdir yang ku alami adalah kebenaran yang harus aku jalani. Ku kira semua kesedihan yang terjadi padaku adalah kebenaran yang memang harus aku tanggung. Namun, kenyataannya semua itu tidak benar. Semua itu telah dipalsukan oleh orang yang ku sayangi.
Bagai luka yang ditaburi oleh garam, perih rasanya. Mengetahui semua kenyataan itu palsu. Hingga Tuhan memberiku kesempatan untuk keluar dari kepalsuan ini. Ya, hubungan yang kau berikan adalah kepalsuan yang begitu manis bagiku. Begitupula pertemanan darinya adalah kepalsuan juga. Kalian memang penuh dengan kepalsuan.
Dengan kesempatan dari Tuhan ini, aku akan mencari keadilan untuk diriku, akan ku rebut alasan yang membuat kalian membunuhku manisnya Kepalsuan, akan ku rebut alasan kalian untuk bahagia.
Tunggu saja. Karma itu akan datang. Entah hari ini, esok atau lusa. Tunggu saja.
Tentang cinta, patah hati dan sebuah pembalasan. Yuk segera klik link di bawah ini dan kutunggu komen dan juga bintangnya :)
https://www.wattpad.com/story/266287924?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_writing&wp_page=create&wp_uname=HappiNessal&wp_originator=T8Y8zD%2Bg4Frt5RvAFHTlpFZvVFA8KQNwmBJxoaBXNtGodddIBDhUocskoEhAjxq7zASV%2FnQGnnO%2B34Zil6Mtu5iiMGerp6G%2Btbqia9qv2ksUPb44oXv4gcdkpyJsbVhu
Halo sryenglawahyuni! Mampir ke ceritaku yuk!
—————————
"Siapa kau?"
Pertanyaan itu membuat Luna membeku. Semua orang di ruang rawat inap tersebut menatapnya dengan intens seakan menuntut jawaban. Hal itu membuat Luna semakin panik. Ia seharusnya tidak ada disini. Jawaban yang paling tepat adalah "bukan siapa-siapa" atau "hanya seorang pelayan" atau mungkin "orang gila yang jatuh cinta pada laki-laki asing yang sedang terbaring koma itu".
Seorang suster dalam ruangan tersebut tertawa kecil seakan pertanyaan itu sangat konyol dan berbicara,
"Dia tunangannya."
https://my.w.tt/cTlTF6jN95