WARNING
A little bit AU Afton Family
Don't like, don't read it
Happy Reading
•Glitch•
"Mikey, selamat ulang tahun!" seru gadis cilik pada kakak laki-lakinya.
"S-selamat ulang tahun, Mikey ..." ucap anak laki-laki kecil di dekat gadis cilik itu. Sang kakak laki-laki yang baru bangun menoleh lalu tersenyum.
"A-ah, ya ... benar, ini ulang tahunku ... terima kasih, Liz, Chris," ucap sang kakak sedikit ragu. Sang gadis cilik menatap kesal sang kakak. Ia menggembungkan kedua pipinya.
"Kau tidak lupa dengan ulang tahunmu lagi, bukan?!" tanya gadis cilik itu. Sang kakak menggaruk-garuk kepalanya pelan. "Em ... mungkin ... lagipula, ulang tahunku tidak penting," ucap Michael datar.
"T-tapi ... kata ibu setiap ulang tahun itu penting," sahut si anak kecil sambil memeluk erat boneka teddy bear-nya. Sang kakak menoleh lalu tersenyum.
"Baiklah, terima kasih, aku tidak akan melupakan ulang tahunku lagi," ucap sang kakak sambil tersenyum.
"Janji?"
"Janji."
Mereka pun saling menautkan jari kelingking sebagai janji. Senyum terukir di wajah mereka masing-masing.
"Tunggu apalagi? Peluklah kakak kalian ini," ucap sang kakak sambil melentangkan kedua tangannya. Kedua bocah itu tersenyum dan langsung memeluk sang kakak erat.
"Sarapan sudah siap!!" seru ibu mereka dari dapur.
Ketiga kakak beradik itu melepaskan pelukan mereka. Sang kakak menatap kedua adiknya lembut.
"Pergilah duluan, aku akan bersiap-siap dulu," ucap sang kakak. Kedua adiknya menoleh lalu mengangguk kecil. Mereka pun pergi dari kamar itu.
Si gadis cilik berseru saat sampai di dapur.
"Selamat pagi, ayah ibu!"
"Selamat pagi, sayang."
"Ayah ibu! Apakah kalian tau ini hari apa?" tanya si gadis cilik dengan semangatnya. Sang ibu tersenyum. "Ini hari ul-"
"Hari Rabu, memangnya kenapa?" potong sang ayah datar. Si gadis cilik terlihat sedih melihat sang ayah yang tidak mengingat ulang tahun kakaknya.
"Ini hari ulang tahun Mikey!" seru si anak kecil. Sang ayah lalu mengendikan bahunya tak peduli.
"Lalu? Apa yang harus kulakukan?" tanya sang ayah datar. Mendengar pertanyaan sang ayah mengundang kemarahan dari sang ibu.
"William! Dia putramu!" marah sang ibu pada suaminya. Bersamaan dengan itu, datang sang kakak ke dapur.
Sang ayah meminum kopinya tak peduli. "Kesalahan itu bukan putraku," ucap sang ayah dengan santainya.
Mendengar hal ini mengundang emosi di hati sang ibu. Kedua anak kecil di situ mulai menangis, sedangkan sang kakak sudah menangis duluan dan langsung lari dari situ. Pertengkaran mulai terjadi antara suami istri tersebut.
Kedua anak kecil itu menangis dan ketakutan. Mereka segera lari menjauh dari dapur kembali ke kamar sang kakak.
Saat sampai di kamar sang kakak, mereka menghampiri sang kakak yang sudah ada di tempat tidurnya.
"M-mikey, bisakah kami berada di sini dan tidur bersamamu?" tanya gadis cilik itu terbata-bata. Sang kakak menoleh. Ia terkejut melihat kedua adiknya menangis.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Afton's (FNAF x BBB)
ПриключенияBoboiboy dan kawan-kawannya akhirnya bisa cuti dengan jangka waktu panjang di bumi! Tapi sialnya, Boboiboy malah mengalami mimpi buruk yang mengganggunya. Mimpi tentang sebuah keluarga. Mimpi apakah itu? Kenapa ia mengalami mimpi itu? Mari ikuti pet...