Chapter 2

853 99 5
                                    

WARNING

A little bit AU Afton Family

Don't like, don't read it

Happy Reading

•Glitch•

"Boboiboy, tolong bantu Tok," ucap Tok Aba membuat Boboiboy menoleh lalu mengangguk. "Baik, Tok," ucap Boboiboy.

Ia pun membuat pesanan yang dipesan pelanggan lalu mengantarkannya pada mejanya. Tok Aba pergi kembali ke rumah bersama Ochobot untuk mengambil persediaan.

"Hai, Boboiboy!" sapa Gopal yang baru datang ke kedai. Boboiboy menoleh lalu tersenyum. "Hai, Gopal," balas Boboiboy. Ia menghampiri Gopal yang sudah duduk.

"Kau ingin pesan apa?" tanya Boboiboy. Gopal terkekeh. "Special Ice Chocolate satu, boleh?" tanya Gopal.

Boboiboy menatapnya datar. "Baiklah, jangan lupa bayar nanti," ucap Boboiboy lalu segera membuatkan pesanan Gopal. Gopal cengengesan. "Ummhh, utang dulu, ye? Hehe," ucap Gopal sambil menggaruk kepalanya.

Boboiboy menatapnya datar. "Hmm, terserah lah," ucap Boboiboy lalu melanjutkan membuat pesanan Gopal.

Beberapa menit kemudian, ia menyerahkan Special Ice Chocolate pada Gopal. Gopal dengan segera meminumnya sampai habis.

"Hei, Gopal, kau ... pernah bermimpi buruk, tidak?" tanya Boboiboy. Gopal menoleh lalu mencoba mengingat. Tak lama, ia mengangguk mantap sebagai jawaban. "Hu'um, pernah," ucap Gopal.

"Mimpi buruk tentang apa?" tanya Boboiboy lagi. Gopal menatap Boboiboy horor.

"Ini sangat mengerikan, Boboiboy!" ucap Gopal dengan wajah serius. Boboiboy mengernyitkan dahinya. Ia bertanya, "Memangnya bagaimana?"

"Aku bermimpi ... appa ku merusak semua game dan poster Papa Zola yang kupunya lalu setelah itu ia membakarnya di depanku!! Huhu! Itu sangat mengerikan!!" seru Gopal dengan dramatis sambil menggoyangkan tubuh Boboiboy cepat.

Boboiboy yang digoyang tentu saja kesal. "H-hei, Gopal! Jangan goyang-goyang lah!" marah Boboiboy. Hal ini membuat Gopal langsung berhenti dan cengengesan. "Hehe, maaf."

Boboiboy menatapnya datar. "Yelah tu," ucap Boboiboy datar. Gopal terkekeh.

"Kenapa kau bertanya?" tanya Gopal penasaran. Boboiboy terdiam. Ia menggaruk pipinya perlahan.

"Aku ... mengalami mimpi buruk juga," ungkap Boboiboy. Gopal tampak tertarik.

"Hooo, apa mimpinya??" tanya Gopal mulai kepo. Boboiboy menggaruk. "Ummm, abaikan saja, lagipula ini tidak penting," ucap Boboiboy sambil tersenyum.

"Kau yakin?"

Deg! Mendadak Boboiboy terpaku. Ia segera menoleh ke sekitarnya cepat. Hal ini membuat Gopal bingung.

"Dey, kau kenapa?" tanya Gopal. Boboiboy yang mendengar pertanyaan Gopal menoleh. "Apa kau mendengar suara itu?" tanya Boboiboy. Gopal mengernyitkan dahinya bingung.

"Dey, kau ini bicara apa? Aku tidak mendengar apapun," ucap Gopal datar. Boboiboy tampak ragu. Ia terkekeh kecil.

"Mungkin halusinasiku saja," ucap Boboiboy. Gopal menggeleng. Boboiboy tersenyum.

'suara itu ...'

•Glitch•

"Daddy isn't watching"
[Ayah tidak sedang mengawasi]

Seorang gadis kecil berkata dengan pelan. Ia menoleh sekitarnya lalu menoleh ke sebuah robot badut perempuan yang terlihat cantik dan mengkilap. Ia tersenyum.

Ia mendekati robot itu perlahan. Saat di dekat robot itu, sang robot bergerak dan menoleh pada gadis kecil itu. Gadis itu tersenyum.

"Don't tell Daddy I was in here. I want to see you show too. I don't understand why daddy don't let me see you. You're wonderful!" ucap gadis itu pada robot itu.

[Jangan beritahu ayah kalau aku ada disini. Aku juga ingin melihat pertunjukanmu. Aku tidak mengerti kenapa ayah tidak membiarkanku melihatmu. Kau menakjubkan!]

Robot itu mengambil sesuatu lalu keluarlah sebuah ice cream di tangannya. Gadis kecil itu berbinar-binar melihat ice cream yang sangat ia sukai. Ia naik ke panggung robot itu tepat di depan robot itu. Ia menatap Ice cream yang ada di tangan robot itu.

"Hello?"

Saat akan mengambil ice cream itu, tiba-tiba sesuatu keluar dari perut robot itu dan menangkap tubuh gadis kecil itu. Sesaat sebuah teriakan terdengar. Tubuh gadis kecil itu masuk ke dalam perut robot itu dan tubuhnya hancur di dalam tubuh robot itu. Sesaat, semua menggelap.

"Something happen when it's one"
[Sesuatu terjadi ketika itu menjadi satu]

"Theres has a little girl standing by herself"
[Ada seorang gadis kecil yang berdiri sendiri]

"I was no longer myself. And i start to singing"
[Aku bukan diriku sendiri. Dan aku mulai menyanyi]

"My stomach are open and there has ice cream"
[Perutku terbuka dan ada sebuah es krim di sana]

"I can't hold, utleast, when she stepped closer"
[Aku tidak bisa menahan, benar-benar, saat dia mendekat]

"There's has a screaming for a moment, but only for a moment"
[Ada yang berteriak sesaat, tapi hanya sesaat]

"Why did that happen?"
[Kenapa itu terjadi?]

Tiba-tiba, pemandangan mulai berubah. Ada sebuah meja. Di meja itu, ada beberapa kertas. Boboiboy berjalan mendekati kertas-kertas itu.

Boboiboy membaca nama yang tertera di kertas "Missing" itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Boboiboy membaca nama yang tertera di kertas "Missing" itu.

'Elizabeth Afton'

Tiba-tiba suasana menggelap kembali. Boboiboy melihat sekelilingnya.

"Bagaimana?"

"Apa maksudmu?! Dimana kau? Kenapa aku bermimpi tentang kematian seseorang??" tanya Boboiboy dengan nada tinggi. Ia mulai was-was dengan sekitarnya.

"Pfftt, ini bukan hanya sekedar kematian seseorang~"

Suara itu tertawa melihat Boboiboy yang kebingungan. "Apa maksud-"

"Sampai jumpa malam selanjutnya!"

°•°•°

Mata Boboiboy terbuka. Ia terbangun dengan wajah pucat. Ia memikirkan kembali mimpi yang ia alami tadi.

•Glitch Continued•

Video kematian Elizabeth ada di atas:)
Bye, Jan lupa votenya:)

The Afton's (FNAF x BBB)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang