Sumpah

79 18 0
                                    

Situ raja? apa juragan asrama putri! isti ko segudang satu aja kaga bakal abis dasar serakah!

.
.
.
.
.
.

>alsya pov

Euuum

"Ebuset ini kaki sapa? napa ada di muka gua" gerutunya dan mendudukan diri sambil mengumpulkan nyawa yang masih melayang layang di udara

"Jam berapa sekarang?" ucap nya
Ia pun mencari hp sang kk dan melihat jam menunjukan pukul 23:59

Ia lun beranjak meninggal kan sang kk yang masih tertidur dengan lelapnya,bahkan saking lelapnya jika rumah kebakaran juga dia tidak akan bangun.

.
.
.

Kreakkk . . .

Ia mengintip kamar sang ibu untuk melihat apakah ibunya sudah tidur,ia pun berjalan menghampiri sang ibu yang sudah terlelap.

Ia memandangi wajah sang ibu dengan lekat,dan mengusapnya dengan penuh kasih sayang.

"Ma..a...mah,alsya kangen papah,alsya pengen di sayang papah,alsya pengen tau muka papah,sebenernya papah kemana mah" ucap nya dengan lirih

"Hiks..hiks..hiks.. Alsya tau,alsya ga boleh gini terus alsya udah gede tapi alsya ga bisa mah hiks..hiks.." ucapnya dengan pilu

"Alsya juga pengen punya papah kaya anak yang lain nya mah hiks...hiks..hiks" ucapnya dengan isakan

"Sebener nya papah kemana mah,klo emang papah udah meningal makam nya dimana mah? Kenapa alsya sama kk nga pernah dikasih tau sedikit pun tentang papah mah,kita juga butuh sosok papah mah" ucapnya sambil menyekat air matanya

.
.
.

Ia pun terduduk dan menangis dengan diam .

Ia dan sang kk sudah di tinggal kan oleh ayahnya ketika mereka masih berumur 3 taun,ayahnya menghilang entah kemana.

Sang ibu berjuang sendiri untuk menafkahi keluarganya,ia hanya bisa melanjutkan perusahaan sang suami yang kehilangan pemimpinnya.

Bak di telan bumi sang ayah tidak meninggalkan jejak sedikitpun.

.
.
.

>momy pov

Sang ibu pun membuka matanya dan menitikan air mata dikala mendengar putrinya mengucapkan semua yang ia rasakan.

"Maapin mamah de,hiks..hiks mamah belum bisa jadi mamah yang baik buat kamu sama kk,maapin mamah yang belum bisa mempertemukan kalian sama papah" isaknya

Ia pun beranjak dari tidurnya disaat isakan anaknya sudah berhenti,dan suara langkah kaki yang menjauh dan suara pintu yang menutup dengan perlahan.

"Mamah juga ga tau papah di mana" lirihnya

"Mamah juga kangen papah,kita semua kangen papah nak" tanginya semakin menjadi
.
.
.

Malam itu menjadi saksi bisu atas kesedihkan yang mereka rasakan,malam seolah memeluk mereka dengan eratnya seolah berkala semuanya akan berlalu.

REINGKARNASITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang