Part 1.2

23 5 1
                                    

*Minhyun's pov*

Aku terbangun pukul 5 pagi. Begitu bangkit dari tempat tidur, aku melihat kaki Baejin jatuh dari tempat tidurnya. Dia lucu dan imut sekali, terlalu menggemaskan.

Aku berjalan mendekati tempat tidurnya, menaikkan kakinya keatas tempat tidur dan membenarkan selimutnya. Dia tidur terlalu lelap hingga tak sadar ada yang menyentuhnya.

Ketika aku akan berjalan ke kamar mandi, suara Daniel menghentikan ku. " Kau terlihat sangat baik terhadapnya, hyeong "

Tanpa membalikkan badan aku menjawab, " Hanya ingin "

Sambil membasahi tubuhku, aku memikirkan tentang anak baru itu. Lucu sekali bagiku yang tiba-tiba ingin melindunginya karena ia terlihat rapuh. Bukan hanya karena ia teman sekamarku atau lebih muda dariku, aku merasa ada sesuatu yang akrab. Apalagi ketika aku mendengar cerita Daniel bahwa anak baru itu anak yang pemalu dan sering ditindas, perasaan heroik ingin melindunginya muncul begitu saja.

Begitu selesai membersihkan diri, aku keluar dari kamar mandi dan melihatnya sudah menunggu diluar.

" Selamat pagi " sapaku dengan senyum.

" Pagi hyeong. " Ucapnya lirih. Astaga dia sangat menggemaskan.

" Kau tidak mengucapkannya padaku? " Suara Daniel merusak suasana. Pfft.

Ia berbalik badan dan membungkuk ke Daniel, "Selamat pagi hyeong" tanpa menatapnya. Sepertinya dia begitu takut menatap mata seseorang.

Ia lalu berjalan menuju ke kamar mandi.

Aku menyusun bukuku lalu memasukkannya kedalam tas. Kulihat sekilas jadwal pelajaran dimeja sebelah miliknya, hmm, beda pelajaran. Sambil mengikat tali sepatu, kulihat Daniel Masih sibuk dengan ponselnya.

" Kau bergegaslah, pelajaranmu akan dimulai setengah jam lagi "

Dia hanya merenggek lalu membalikkan badan, " aku akan sedikit terlambat "

Aku menghembuskan napas panjang, " jika kau terlambat, aku akan memberikan 5 poin pinalti "

Dia langsung berdiri dan mengambil handuk. Menunggu di depan kamar mandi. "Kau memang tidak bisa diajak kerja sama hyeong" dengusnya.

Aku hanya terkekeh kecil dan langsung keluar.

*Author's pov*

Daniel mendengus kesal, terlambat setengah jam saja diberikan penalti.. dasar hyeong.

Jinyoung keluar dari kamar mandi dan terkejut ketika Daniel sudah didepannya.

" Jam berapa kelas pertamamu? " Tanya Daniel tanpa menyingkirkan badannya yang menghalangi pintu.

Dengan gugup Jinyoung menjawab, " 7.45...hyeong "

Daniel lalu menepuk pundaknya, " Tunggu aku, kita pergi bersama " lalu Daniel pun masuk ke dalam kamar mandi, meninggalkan Jinyoung yang masih mencoba memproses kata-kata Daniel.

Ia lalu berjalan ke meja belajar dan mengambil ponselnya. Ia membaca pesan dari Daehwi.

¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
*Mr.daehwi, the cutest guy*

Jinyoung-ah, aku tidak bisa mengantarmu ke kelas, kelas pertamaku dimulai jam 7.

Oke, aku bisa sendiri.

Baiklah, ohya aku meninggalkan susu semangka dilokermu. Ibuku memberikannya.

Ucapkan terimakasih kepada mrs.Lee

Don't Afraid, I'm HereTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang