"Siklus hidup kita begini terus, tiap hari kamu pergi kerja terus aku ngurusin rumah, bosan nggak sih?" Keysa mengeluh sambil berbaring meletakkan kepalanya di atas dada bidang milik suaminya.
"Tapi hari ini libur dan aku tidak pergi kerja, Sayang. Hm, jadi kamu mau kita kemana hari ini. Nonton atau jalan-jalan ketempat wisata?" Arkan menawarkan sembari melirik wajah istrinya yang cemberut dan terus cemberut.
"Idihh, nonton, jalan-jalan ketempat wisata terus ... tiap minggu kita juga begitu mulu." Keysa merengek lanjut mengeluh.
Arkan mengernyit lantas memikirkan sesuatu. "Jadi kamu maunya ngapain, Sayang?"
"Ya, enggak tahu. Cuma ya begitulah, aku merasa bosan ngelakuin hal yang sama tiap hari yang enggak ada seru-serunya. Sudah begitu kalau kamu lagi pergi kerja dan aku lagi sendirian di rumah dengan pekerjaan berberes rumah yang telah selesai, bosannya bikin jenuh enggak enak bangat. Suntuk, serius!!" Jelas Keysa memberitahu.
"Yasudah, kalau begitu bagaimana kalau kita pergi liburan, kamu setuju tidak?" Arkan mengusulkan.
"Liburan dalam rangka apa dan kemana dulu, nih? Kalau ke Ancol atau tempat wisata seperti tiap minggu yang sudah kita lakukan, aku nggak mau ..." Keysa mantap menggelengkan kepalanya
Arkan bangkit dari tidurannya lantas bersandar pada kepala ranjang ikuti oleh Keysa. Isterinya itu seolah enggan rela kehilangan bantal dada bidang miliknya yang ternyaman tersebut.
"Bukan itu, tetapi coba ingatlah, sehabis akad nikah dan resepsi beberapa bulan lalu, kita sama sekali belum pernah pergi honeymoon-kan. Jadi bagaimana kalau kita pergi sekarang saja mumpung selagi pekerjaanku lagi longgar dan bisa ditinggalkan." Arkan menawarkan menatap penuh arti Keysa.
"Ah, malas!" Jawab Keysa ketus kedengaran seperti menahan kesal. "Kalau honeymoon-nya pergi khusus buat program bayi, enggak aku tidak mau. Kapan-kapan sajalah, lagian aku belum mau menjadi ibu." Keysa melanjutkan membuat Arkan menghela nafasnya panjang. Sebenarnya Arkan merasa sedikit tercubit merasa sesak mendengar bagian perkataan Keysa yang tidak mau menjadi ibu, tapi sudahlah Arkan akan melupakan hal tersebut.
Selagi Keysa selalu bersamanya tak masalah tak ada anak dan banyak masalah lainnya.
"Mmm ... gimana nih, apa solusinya biar nggak bosan?" Ulang Keysa sambil cemberut menuntut Arkan yang belum menjawabnya.
"Kamu tuh, yang bagaimana. Jadi maunya apa, sayang?" Arkan yang merasa sedikit sebal mencubit gemas pipi Keysa.
"Ketemu Syaniah," celetuk Keysa tanpa ragu.
Hal itupun mengakibatkan raut wajah Arkan berubah dingin tak suka mendengarnya. Beberapa hari terakhir topik tentang Syaniah selalu saja berhasil memancing kekesalan Arkan, bahkan kadang dia dan Keysa bisa bertengkar serta berdebat panjang karnanya.
Namun kali ini Arkan tidak mood untuk bertengkar mengingat hari masih pagi dan mata hari baru saja memunculkan dirinya.
"Kenapa sih, tiap kita ngobrol kamu selalu saja mengalihkan pembicaraan agar membahas Syaniah?"
"Syaniah sahabatku dan aku sangat merindukannya. Apakah salah aku bertanya kemana perginya dia?"
Arkan mendengus datar tanpa menjawab dia berusaha menyingkir dari Keysa dan pergi mandi. Sayangnya aksinya dicegat Keysa yang sigap meraih tangannya.
"Ihh, kita belum selesai mau kemana sih?" Kata Keysa sambil menarik Arkan dan iapun bergelayut manja pada lengannya.
"Mandi." Arkan menjawab dengan singkat juga datar, mengakibatkan Keysa cemberut menatap kesal Arkan.
"Ini hari libur, udah deh kita beginian dululah sambil malas-malasan dan mandinya nanti siang saja," ucap Keysa tegas tak mau dibantah.
Namum bukannya mengiyakan perkataan Keysa, Arkan malah bersih keras hendak mandi dan meninggalkan Keysa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unwanted Love [COMPLETED]
Teen FictionApa jadinya Keysa seorang anggota tim WO yang bekerja mengurusi persiapan pernikahan, dipertemukan dengan Arkan mantan kekasihnya sewaktu SMA sebagai kliennya. Mantannya akan menikah dan Keysa yang mengurusi pernikahannya? Namun apa jadinya tanpa Ke...
![Unwanted Love [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/240234963-64-k678849.jpg)