"Gimana, sudah merasa lebih baik?" Kata Arkan menghampiri isterinya setelah mengantar kepergian keluarganya yang menjenguk Keysa.
"Mmmm ...." Keysa mengangguk pelan dan mengulurkan tangannya agar Arkan memeluknya. "Sudah, tapi akan lebih merasa baikan lagi kalau kamu peluk aku." Keysa melanjutkan serta menjelaskan.
Mendengar hal itu Arkan hanya terkekeh dan tidak membuang kesempatan yang ada, berhambur memeluk Keysa dengan semangat.
"Aduh sakit!" Keysa meringis ketika tubuh besar suaminya menghantam dan memeluknya erat.
Inginnya dipeluk akan tetapi Arkan malah menangkap makna yang berbeda. Arkan mendekap dan memeluk Keysa begitu eratnya sehingga, istrinya kesulitan bernafas juga tubuhnya yang masih sakit terasa ngilu.
"Ini sih, bukan meluk tap--aduh sesak loh, sayang ...." rewel Keysa mengeluh.
Arkan mengernyit dan sedikit merasa bersalah. "Benarkah?" Tanya tidak tahu. "Padahal aku nyaman-nyaman saja meluk kamu dan biasanya kamu aku peluk gini tidak protes."
"Yah, kan beda. Kamu biasanya meluk aku waktu sehat. Lah ini pas aku lagi sakit, peluknya jangan kencangan dan dilonggarkan sedikit biar tubuhku tidak terasa remuk." Keysa menjelaskan sambil berontak mencari posisi nyaman.
Mendengar hal itu Arkan mengusap tengkuknya merasa bersalah dan tidak tahu harus apa.
"Terus aku meluknya bagaimana?" Tanya Arkan dengan nada polos membuat Keysa merasa lucu saja mendengarnya dan tersenyum geli.
Lantas Keysa pun memberitahu Arkan dan mengarahkannya. Kini posisi Arkan berbaring diam sambil mengelus kepala istrinya, sementara Keysa menyandarkan kepalanya berbantalkan dada bidang suaminya sambi kedua tangannya terarah memeluk Arkan.
"Nah, ginikan enak dan nyaman." Keysa memberitahu. "Oh, iya. Kamu sudah tahu Kak Riana kemana setelah kejadian itu, yang ... aku pengen bangat ketemu dia dan mengucapkan terima kasih. Aku ingin mengobrol banyak dan menghabiskan beberapa waktu dengannya." Keysa lanjut mengungkapkan keinginannya dengan nada merengek pada Arkan.
"Riana lagi, Riana lagi dan jika bukan Riana pasti Syaniah!" Arkan memasang wajah tak suka. "Kamu kapan nanyain aku dan kapan ngomong kalau kamu ingin bersamaku terus?" Lanjut Arkan protes membuat Keysa mendongak memperhatikan raut wajah suami.
"Bukan begitu, kamu sendiri tahu kalau dirimu tidak bisa menemaniku setiap detiknya, sebab kamu harus pergi bekerja. Interaksi manusia pun bukan hanya perlu dengan pasangannya saja, tetapi perlu juga dengan keluarga, kerabat, rekan kerja dan orang lainnya." Keysa berkata menjelaskan pada suaminya.
"Oh, jadi kamu mau bilang, kamu bosan sama aku." Arkan merajuk sontak menyingkirkan kepala Keysa dari atas kepalanya dan berbalik membelakanginya.
Melihat itu Keysa mengambil nafasnya panjang. Astaga suami ini benar-benar kekanakan dan membuatnya harus banyak bersabar. Arkan sudah mirip wanita PMS saja, senggol dikit bacot.
Keysa mengalah dan mengulurkan tangannya memeluk suaminya dari belakang.
"Aku lagi sakit, loh. Masa kamu tega ngambek. Lagian aku tidak bermaksud begitu. Aku suka dan sangat teramat senang bersamamu terus setiap saat, melebih senang bersama siapapun di dunia ini, tanpa diucapkan lewat kata-kata harusnya kamu mengetahui hal itu. Aku sayang kepadamu, sangat-sangat sayang, bahkan sampai tidak memperdulikan seberapa berengseknya kamu dulu dan tidak perduli terhadap ucapan Linda bahwa kalian telah memiliki seorang anak." Keysa membujuk Arkan dengan sabar.
Namun bukannya Arkan luluh, tapi ia malah mendengus kasar.
"Tuhkan kamu masih tidak mempercayaiku dan masih mempercayai orang lain. Sampai sekarang kamu masih mengungkit masa lalu dan menuduhku berengsek." Arkan menjawab sambil beranjak duduk dikuti Keysa.
Arkan menatap mata isterinya begitu intens dan dalamnya.
"Lihatlah dan perhatikan mataku, apa di sana tersirat bahwa aku seperti perkataan mereka? Tatap aku Keysa, apa aku terlihat berengsek?" Arkan mengeluh kesal mendengar ucapan isterinya yang mengatakan ia berengsek.
Entah apa yang membuatnya demikian padahal Arkan tak begitu mempermasalahkan perkataan isterinya yang terus saja mengatakan ia berengsek. Menurut Keysa, Arkan berbeda dari biasanya dan terasa begitu sensitive terhadap apapun.
Keysa hanya menggeleng takut menjawab salah dan Arkan makin mengambek padanya.
"Aku tidak pernah menghamili siapapun, Keysa. Terkecuali kamu itupun belum berhasil juga. Semua yang Selena katakan kepadamu hanyalah omong kosong belaka, kemarin kamu sudah lihat seperti apa dia yang sebenarnyakan. Selena pembohong dan merupakan wanita licik." Arkan menjelaskan dan meyakinkan Keysa.
Keysa mengangguk menyetujui dan mengingat perkataan Selena tempo hari yang mengatakan, bahwa dia mencintai dan selama ini telah berulang kali menjebak Arkan agar semua wanita menjauhi Arkan. Menurut Selena jika dia tidak bisa mendapatkan Arkan, maka tidak ada satupun wanita lain yang bisa mendapatkannya.
Hal itu membuat Keysa berpikir juga membuatnya menyadari kekeliruannya dan berarti ia sudah salah paham kepada suaminya selama ini.
"Maaf ...," cicit Keysa tak berani menunduk tak berani melihat ke arah Arkan. "Maafkan aku, selama ini sudah salah paham dan tidak mempercayaimu dan--"
"Dan sudah sering ingkar janji." Arkan menyela dan menjawab datar mengakibatkan Keysa yang menunduk meliriknya diam-diam.
"Yahh, yang itu juga. Sungguh aku sangat menyesalinya, kumohon maafkan aku ...." cicit Keysa merasa bersalah.
Ternyata selama ini kejadian Arkan menghamili seorang wanita hanyalah omong kosong belaka. Fitnah dari orang-orang yang ingin menghancurkan hubungan mereka. Keysa sungguh menyesal dan teramat merutuki kebodohannya.
Bagaimana bisa ia mempercayai omongan orang yang mengatakan kekasih hatinya adalah laki-laki breng-sek, padahal saat pacaran tak sekalipun Arkan melecehkan dan bahkan sangat menjaga kehormatannya sebagai wanita.
"Hm, baiklah. Sudah berlalu juga, tidak masalah dan jangan diulang itu saja. Aku harap kamu kedepannya lebih mempercayaiku, atau setidaknya dengarkan penjelasanku. Sudah-sudah jangan menunduk lagi dan peluklah aku, bukankah itu yang kamu inginkan?" Arkan menjawab lanjut menarik Keysa tanpa persetujuan membawanya untuk memeluknya sambil menyalurkan kehangatan.
"Jadi kamu benar-benar tidak pernah menghamili wanita manapun." Keysa berkata dengan lembut.
"Bukan tidak pernah, tetapi aku hanya akan menghamili isteriku sekaligus kekasih hatiku, Keysa seorang saja. Aku hanya mau menjadi ayah dari anak-anak kita kelak," jelas Arkan yakin membuat Keysa terharu.
"Baiklah aku percaya itu dan aku sangat senang mendengarnya. Maafkan aku selama ini sudah salah paham kepadamu suamiku ...."
"Hm, sudahlah jangan meminta maaf lagi. Lebih baik kita pekokoh kepercayan diantara kita dan kita jadikan masa lalu menjadi pelajaran untuk masa sekarang dan kedepannya. Untuk selanjutnya aku harap, jangan ada ucapan kata orang lagi diantara kita." Arkan berkata dengan bijaknya sambil kemudian memberi kecupan pada dahi Keysa dengan dalamnya.
"Aku mengerti dan aku harap mulai sekarang apapun masalahnya, kita hadapi sama-sama dan aku berjanji akan lebih mempercayaimu dibanding siapapun." Keysa meyakinkan tanpa ragu.
"Tidak akan ingkar lagi?" Tanya Arkan memastikan.
"Tentu saja." Keysa menjawab penuh keyakinan.
"Baiklah aku pegang janjimu dan mmm, sebelumnya kamu ingin bertemu Rianakan. Baiklah saat kamu sudah sembuh sepenuhnya aku akan membawamu menemuinya," ucap Arkan.
"Benarkah?" Tanya Keysa semangat.
"Ya," jawab Arkan singkat.
Inilah alasan Keysa suka mengalah kepada Arkan dan sabar menghadapinya. Karena jika berhasil meluluhkan hatinya sehingga tidak mengambek lagi pasti Keysa akan mendapatkan sesuatu yang membuatnya bahagia.
Jika pasangan suka mengambek maka jangan balas mengambek, sebab itu artinya kamu harus merayunya dan memilih untuk mengalah. Jangan biarkan masalah sepele merusak hubunganmu.
Jangan malu mengalah, karena mengalah itu tidak buruk dan justru sangat baik mencegah timbulnya permusuhan. Mengalah bukan berarti kalah, karena mengalah demi kebaikan merupakan kemenangan yang sesungguhnya.
*****
To be continued
11-01-2021
KAMU SEDANG MEMBACA
Unwanted Love [COMPLETED]
Teen FictionApa jadinya Keysa seorang anggota tim WO yang bekerja mengurusi persiapan pernikahan, dipertemukan dengan Arkan mantan kekasihnya sewaktu SMA sebagai kliennya. Mantannya akan menikah dan Keysa yang mengurusi pernikahannya? Namun apa jadinya tanpa Ke...
![Unwanted Love [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/240234963-64-k678849.jpg)