Dalam perjalanan pulang, Keysa menerima telepon dari ibu tirinya. Tidak biasa terjadi bahkan selama jadi isteri ayahnya, ibu tirinya jarang bahkan hampir dikatakan tidak pernah menghubungi Keysa selama ini. Hal itu mengakibatkan Keysa dilanda keheranan.
Syariah yang sedang mengemudi dan sesekali melirik memperhatikan Keysa menjadi ikut mengerutkan dahi.
"Siapa yang menghubungimu, Key?" Tanya Syaniah ikut keheranan sebab Keysa terlihat enggan sekali menjawab teleponnya.
"Ibu tiriku," beritahu Keysa membuat Syaniah hanya mengangguk paham.
Keysa pun menjawab panggilan telepon dari ibu tirinya. Selama mengobrol lewat telepon, raut wajah Keysa nampak mengerut menyimpan kebingungan akan sesuatu.
"Syaniah, kita ke rumahku dahulu, ya. Ibu tiri ku meminta agar Aku menemuinya sekarang juga. Dia bilang ingin mengembalikan surat kepemilikan rumah atas namaku kembali." Keysa memberitahu setelah dirinya usai mengobrol lewat telepon dengan ibu tirinya.
"Dia bilang apa?" Heran Syaniah tak mudah percaya. "Aneh sekali! Kemarin-kemarin memaksamu untuk membubuhkan tanda tangan pengalihan kepemilikan rumah atas namanya, kok sekarang malah mengembalikannya atas namamu lagi, mana itu tiba-tiba! Mencurigakan sekali. Dia kesambet jin apa atau jangan-jangan otaknya geser, ya ...." Komentar Syaniah kesal akan pikiran ibu tirinya Keysa. "Hm, jangan-jangan dia sedang merencanakan sesuatu yang lagi?" sambungnya dengan serius menoleh sejenak menatap Keysa lalu kembali melihat ke jalan.
Keysa menghela nafas, entah kenapa dia juga meyakini kalimat terakhir Syaniah dan merasa ada benarnya juga. Tidak mungkinkan ibu tirinya berbuat baik tanpa ada maksudnya dan sebabnya?
"Entahlah, Aku Pun tak mengerti mengenai jalan pikirannya," jawab Keysa dengan sedikit takut mengenai sesuatu yang menurutnya sekarang mungkin saja ibu tirinya merencanakan hal buruk kepadanya.
□ □ □
Ibu tirinya berada di depan pintu depan rumah, berdiri menyambut Keysa sambil tersenyum dengan ramahnya. Entah apa yang membuatnya demikian, tapi Keysa juga Syaniah yang baru sampai sontak saja menjadi heran.
Keduanya tetap menghampiri, meski dilanda banyak pertanyaan tentang sikap aneh ibu tirinya Keysa ini.
"Kamu sudah pulang, Nak. Mama mencemaskan mu, kemana saja dua hari ini, hmm?" Tanya Mama tiri Keysa dengan ramahnya terlihat seolah memang benar-benar menghawatirkan Keysa.
Bahkan wanita itu tanpa canggung mengusap pundak Keysa lalu mengiring masuk rumah dengan merangkulnya tanpa menunggu jawaban Keysa.
'Ah, benaran ada yang salah ini. Nyokap tirinya Keysa salah minum obat kayaknya.' Syaniah membatin heran. 'Jangan-jangan mempunyai rencana busuk, nih!'
"Udahlah gak usah dijawab, yang penting sekarang kamu baik-baik saja. Kamu sudah makan? Mama masakin makanan kesukaanmu loh ..." beritahu ibu tirinya lagi-lagi menambah kebingungan bagi Keysa juga Syaniah yang menyaksikannya.
"Kenapa Mama masakin Keysa?"
"Kenapa? Loh memangnya seorang ibu tidak boleh memasakkan makanan kesukaan putrinya?"
Keysa menggeleng dan Syaniah tampak tersenyum kecut.
"Eh, Keysa kamu udah datang dek. Sini duduk dekat Kakak sekalian ajak temanmu juga. Kita makan bersama iya kan, Ma." Riana menghampiri Keysa menarik tangannya dan mengajaknya duduk berdekatan di depan meja makan.
Tak beda jauh dari kelakuan ibunya, Riana pun bertingkah sama. Begitu baik dan terlihat sangat menyayangi Keysa. Andai Syaniah orang asing yang baru mengenal mereka, dia pasti salut mengenai perhatian yang diberikan oleh keluarga tiri Keysa. Tetapi, Syaniah bukanlah orang bodoh sehingga hal itu tak mungkin dipercayainya begitu saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unwanted Love [COMPLETED]
Teen FictionApa jadinya Keysa seorang anggota tim WO yang bekerja mengurusi persiapan pernikahan, dipertemukan dengan Arkan mantan kekasihnya sewaktu SMA sebagai kliennya. Mantannya akan menikah dan Keysa yang mengurusi pernikahannya? Namun apa jadinya tanpa Ke...
![Unwanted Love [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/240234963-64-k678849.jpg)