- Happy Reading -
.
.
.
.
.
Pukk..
Tepukan tangan terasa dibahu pemuda Lee
"Kak Minho, mau kemana?" tanya wanita dengan rambut dikuncir dua layaknya anak kecil
"Eh Yeji, mau pulang kerumah, tumben kamu nggak sama Hyunjin?"
"Nggak kak, Hyunjin lagi ada kelas, jadi aku pulang duluan deh"
"Yaudah, aku duluan ya ji, hati-hati dijalan"
Minho pulang dengan bus yang biasa ia tumpangi, sampai dirumah, Minho mendengar suara orang tuanya yang sedang berdiskusi. Ia berhenti tepat didepan pintu rumahnya, mengurungkan niatnya untuk membuka pintu.
"Kita nikahkan saja Minho dengan putra keluarga Bang itu." kata Tuan Lee
"Iya, lagian anak itu tidak berguna, untuk apa dipertahankan" balas Nyonya Lee
"Daripada kita nikahkan Felix dengan dia, yang ada Felix sengsara"
"Iya, kau ada benarnya...lagian, kau tau sendiri bukan?sifat putra sulung Bang seperti apa?"
"Haha, biarkan anak itu sengsara dan kita kuras saja harta mereka lewat bocah sialan itu"
Mereka berdua tertawa, Minho menghela nafas panjang.
Kehidupan yang sebenarnya mungkin baru ia rasakan saat menikah dengan putra sulung keluarga Bang, hidup dengan keluarga Lee hanyalah permulaan saja, pikirnya.
Minho membuka pintu utama, masuk kedalam rumahnya — ralat, rumah keluarga Lee.
"Sudah pulang, kau?" tanya nyonya Lee
"Sudah bu" jawab Minho
"Ada yang ingin kami bicarakan, tapi nanti saat makan malam"
"Iya"
Minho memasuki kamar tidurnya, mengganti pakaiannya, dan pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam. Ini sudah petang, dia harus menyiapkan makan malam secepat mungkin, agar tidak dihukum seperti waktu itu lagi.
— flashback—
Minho pulang dari kampusnya pukul 6 malam, ia lelah karena ada kelas tambahan, saat itu sudah mendekati UTS.
Sudah tidak ada kendaraan umum, akhirnya Minho memutuskan untuk berjalan karena ia tidak memiliki uang yang tersisa.
Sesampainya dirumah, ia tidak sengaja tertidur karena kelelahan.
DUG DUG DUG DUG!!
Gedoran pintu terdengar dari depan kamar Minho
"MINHO!! BANGUN ANAK SIALAN!! KAU TIDAK MEMBUAT MAKAN MALAM!! MALAH ENAK ENAKAN TIDUR" teriak nyonya Lee
Minho bangun dengan gelagapan, ia langsung membuka pintu.
Ceklekk..
"Mm..maaf ibu, Ino ketiduran, lelah karena tadi ada kelas tambahan." jelasnya
"ALASAN KAU!! LIHAT FELIX, DIA TIDAK TIDUR DAN BERMALAS-MALASAN SEPERTIMU!!" maki nya tepat didepan muka Minho.
"Tapi, Felix kan baru kelas 1 Sekolah Menengah Atas, jadi dia tidak banyak tugas"
"MEMBANTAH SAJA KAU!! SEKARANG CEPAT IKUTI AKU"
Nyonya Lee menarik lengan Minho kasar, berjalan menuju gudang rumahnya. Dia dikurung didalam gudang selama 1 hari 1 malam, tidak diberi makan hanya air putih saja, dan hanya bercahaya kan lilin putih yang hampir padam. Bahkan gudangnya sangat jauh dari kata layak.
Minho hanya bisa menerima nasib nya itu, jika ia melawan, ia akan diusir dari rumahnya. Entah mengapa ayahnya yang dulu selalu membanggakan nya, menjadi sangat membencinya.
Saat tidur, Minho merintih kedinginan sambil memanggil nama bundanya.
— flashback off —
Minho memasak seadanya, karena bahan didapur sudah habis. Biasanya nyonya Lee lah yang membeli bahan makanan, ia tak percaya kepada Minho jika menitipkan uang belanja kepadanya, tentu itu tanpa sepengetahuan tuan Lee.
Makan malam.
"Hanya ini yang kau masak?" Tanya tuan Lee sambil menaikkan alisnya.
"Iya ayah, hanya itu"
"Kau sengaja irit saat belanja, agar uang sisanya dapat digunakan bermain bersama temanmu?"
"Tidak ayah, Min - ..."
Ucapan Minho terpotong
"Halah, alasan saja kau" potong nyonya Lee dengan sinis, agar kedok nya tidak terbuka.
Semua makan dengan tenang, sampai...
"Kau akan kami nikahkan dengan anak tuan Bang" jelas tuan Lee
"Aku?" bukan Minho yang bersuara, melainkan putra bungsu keluarga Lee, Felix.
"Bukan kamu, sayang...Tapi Minho, kakakmu"
Suara nyonya Lee sangat halus jika berbicara dengan Felix, beda dengan ia berbicara dengan Minho.
Minho pura-pura terkejut.
"Aku, yah? Kenapa aku?"
"Kau anak sulung keluarga ini, berguna lah sedikit"
"Tapi yah..."
"Sudah, jangan membantah! Besok ikutt kami ke rumah keluarga Bang"
"Tapi, besok Minho ada kelas yah..."
"Persetan dengan kelas, kau ingin perusahaan Ayah bangkrut? Kita jatuh miskin dan jadi gelandangan?"
Minho berpikir sejenak, lalu ia menggelengkan kepalanya.
"Maka dari itu, menurutlah...Jangan lupa, besok gunakan pakaian sebagus mungkin.Aku tak ingin dicap sebagai orang tua yang tidak memperhatikan anaknya didepan keluarga Bang"
"Iya Ayah"
Setelah selesai makan, Minho masuk kedalam kamarnya, mencuci muka dan menyikat giginya.
Ia melamun hingga terlelap.
Tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Killa - Banginho
FanfictionCerita tentang Lee Minho yang (sengaja) dijodohkan dengan Christopher Bang, untuk membantu keuangan keluarganya dan membantu usaha ayahnya yang sudah diambang kebangkrutan. Pernikahan yang seharusnya membawa kebahagian, jadi seperti neraka baginya...
