Vote, comentnya jangan lupa❤
Happy Reading:)
"Ayah ... Kau tega padaku, membiarkan aku terkurung di mansion buluk ini, oh Ayah ...," Nyanyian sumbang terdengar dari bibir remaja laki-laki berusia 15 tahun. Argaz si remaja itu, di sebenarnya bukan sedang bernyanyi hanya ingin menyindir Ayahnya saja.
"Berisik bocil," Ucap Niel dengan nada sarkas. Ya gimana gak sarkas orang dia itu lagi ngerjain skripsi, pusing 'kan? Eh, adeknya yang akhlaknya 10% malah nyanyi. Mana suara sumbang, lagu gak jelas, minta di sleding banget. Oh iya, ini Xioniel Putra Raveenzy, si sulung keluarga Raveenzy.
"Dih, sewot amat lu kudanil, kerjain tuh skripsi." Balas Argaz sinis, dia lagi mode macam btw.
"Adek, ngomongnya," Si Mama, Viona Raveenzy meringatin Argaz buat gak ngomong sinis gitu.
Mama Viona cuma geleng-geleng kepala aja liat kelakuan dua jagoannya, kalau ada aja berantem kaya gini tapi kalau salah satunya sakit pasti kalang kabut, si sulung doang sih. Kalau si bungsu juga khawatir cuman Argaz itu orangnya tsundre jadi kalau kakaknya sakit dia kayak gak peduli tapi dalam hati khawatir setengah mati, pasti.
"Hehe," Argaz cuma ketawa canggung, abis ketawa dia diem karena gak ada yang lucu, eh gak dong. Dia diem karena inget sesuatu, oh itu, "HUAAAA ... MAMA ... ARGAZ GAK MAU HOMESCHOOLING, MAU SEKOLAH DI LUAR TITIK. ARGAZ MAU MENIKMATI MASA MUDA,"
"Anjing! Berisik bocil, mau gue bunuh ya lu, hah?!" Kesel Bang Niel tuh, adeknya udah kek orang gila teriak-teriak mulu.
"Ih, abang pencopet," Seru Argaz, kaget dengan kenyataan ternyata abangnya. Hah, astaga penco-
"What? Siapa? Pencopet? Gue gitu?" Lah Bang Niel lola nih. Antara bingung sama kesel, kenapa adeknya nyebut dia pencopet gini.
Mama Viona juga bingung, Argaz- anak bungsunya masa nyebut abangnya sendiri pencopet. H-hah, tunggu apa jangan-jangan selama ini Niel jadi pencopet tanpa sepengetahuannya. Astaga Mama Viona jantungan, eh jangan jantungan. Jatuh jantung aja, lebih cocok, elit, dan beda dari yang lain.
The power is Mama Viona.
"Ish, kalian norak banget sih. Yang suka membunuh tanpa perasaan itu loh, pencopet 'kan?" Tanya Argaz, kesel ini abangnya norak banget gak tau pencopet. Mamanya juga sama aja, kudu di sekolahin lagi nih. Argaz nanti jadi gurunya, heuheu.
Krik
Krik
"Psychopath," Seru Bang Niel sama Mama Viona bareng. Hah, ternyata.
"Oh, hehe. Maaf 'kan lidah hamba yang terpeleset berucap salah, Yang Mulia Pangeran, Yang Mulia Ratu." Oke, drama di mulai.
"Tidak saya maaf 'kan, saya hukum gantung kamu di saksikan semua masyarakat. Haha," Ucap Yang Mulia Pangeran aka Bang Niel. Pangerannya kejam ya.
"Tidak," teriak Argaz dramatis
"Maaf 'kan hamba Yang Mulia hamba mohon. Hamba tidak mau di gantung apalagi di saksikan oleh para masyarakat. Hiks, hamba masih punya malu tidak seperti anda yang urat malunya sudah putus. Ups, heuheu." Fyi, Argaz udah gila. author menangis membaca ini.
"Heh, kok tau sih rakyat jelata. Cenayang ya, lu?" Lah, Bang Niel ini kenapa gusti. Author menangis membaca ini 2.
"Hamb-," Ucapan Argaz dipotong sama Mama Viona, udah jengah liat drama tak bermutu anak-anaknya ini.
"Udah-udah anak-anakku sayang, gak usah memaksakan kalau kalian tidak bisa drama."
Abis ngomong gitu Mama Viona ninggalin kedua anaknya yang cengo abis dengerin omongan Mamanya itu. Hah, mereka di remehkan gais.
"Yuhuuu, i'm coming my husband-husband." Fyi, Mama Viona pecinta drakor. Dan dia punya banyak selingkuhan aka idola cowok.
"Mama lu, tuh." Ucap Argaz.
"Mama lu juga, bocah,"
"Eh iya. Mohon maaf, suka lupa. Maklum manusia tempat lupa dan salah," Bang Niel iyain aja. Lagi males dan gak mood ribut sama adeknya.
Nah, kepala keluarganya kemana? Lagi di kurung dulu sama author. Kalem ntar juga di munculin.
Kira-kira sikap kepala keluarga ini bakal gimana yah. Berwibawa atau...,
.. Malah lebih bobrok dari ketiganya?
Mon maap. Keluarga Argaz mah apa atuh, bobrok gitu. Tapi bobrok-bobrok gitu juga Argaz sayang. Uch😚
Ih, bang Niel juga cayank. Ugh, gemez. Adek gueee- Bang Niel.
Mama juga, saranghae- Mama Viona
Apa sih ikut-ikutan aja. Jijiq, ih Argaz ilfilll.
Publish: 20 Februari 2021
Publish cerita Argaz ini sebenarnya cuma iseng, taunya responnya bagus. Tapi maaf hehe kalau kurang seru, karena emang agak gak niat. Tapi insyaallah bakal terus di lanjut
Cerita Argaz responnya nyenengin banget, huhu.
Mau nanya kenapa pada suka cerita Argaz?
KAMU SEDANG MEMBACA
Argaz
Teen FictionArgaz Xioniel Raveenzy, remaja berusia 16 tahun yang seharusnya sedang bersenang-senang menikmati masa remaja, yang penuh kenakalan malah terdampar di neraka dunia. Mansionnya. 15 tahun Argaz hidup bebas tiba-tiba saja Keluarganya menjadi overprotec...
