Sekolah pun telah usai semua siswa berhamburan keluar dari kelas, mereka masing-masing,ada yang langsung pulang, ada pula yang masih disekolah karna mengikuti organisasi ataupun eksul,begitu pula dengan albina yang masih ada disekolah karna mengikuti salah satu eksul di sekolahnya yaitu voli
"Al lo ga lupakan sekarang eksul? " Tanya seorang gadis
"Tidak saya selalu mengingatnya" Jawab albina tampa melirik lawan bicaranya
"Untung geu kenal lo dah lama, galau ga,mungkin gue dah kesal sama sikap lo yang pormal dan datar" Oceh gadis tersebut
"Saya sudah terbiasa seperti ini,trimakasih karna sudah mau berteman dengan saya fer" Ucap albina tampa ekpresi dan kaku
"Pasti ujung nya begitu, al gue ini udah kenal lo lama jadi biasa aja sama gue jangan pormal, meskipun gue ga tau lo kenapa tapi jangan anggap lo sendiri oke,ada gue kalau lo ada masalah apapun selagi gue bisa mantu gue bakal bantuin lo." Oceh gadis tersebut yang tak lain Farel sahabat albina
"Makasihh " Ririh albina
"Udah ah ayoo... " Ajak falen sambil menarik tangan albina untuk menuju lapangan voli
Begini lah sikaf albina ia selalu berkata formal pada siapapun termasuk pada sahabat nya sendiri, tidak ada yang mengetahui kenapa dia memang jadi seperti ini, teman-temannya hanya mengenalnya sebagai kutu buku yang kaku, sedangkan faren sahabat Ie tau sikap asli albina namun Ie juga tak mengetahui penyebab berubah deratisnya sahabatnya tersebut setiap kali Ie bertanya albina hanya menjawabnya "saya tidak apa-apa,walaupun hati saya sudah membeku" Itulah yang selalu ia katakan.
Hari semakin sore semua anak eksul maupun organisasi telah pulang ke rumahnya masing-masing kini sisa albina seorang di depan gerbang ia pun larut dalam kesunyian, padahal tadi faren sudah mengajaknya pulang bersama karna kebetulan jalan searah namun lagi-lagi albina menolak, saat ia menunggu angkutan umum tiba-tiba turun hujan ia pun berteduh di sebuah pohon besar namun betapa terkejutnya ia saat seseorang memegang bahunya, ia pun menarik lengan itu dan ia pelentir.
"Aww...Ampun....anpun"ririh seorang lelaki yang ternyata murid baru di kelasnya
" Maaf saya kira kamu siapa... "Ririh albina dan langsung melepaskan tangan lelaki tersebut yang tah lain alex
" Ga papako gue yang salah, kenapa lo masih disini? "Tanya alex
" Saya lagi nunggu angkutan umum dan kebetulan hujan jadi saya berteduh disini"jelasnya tampa melirik lawan bicaranya
"Kalau ngomong itu lilik lawan bicara lo dan jangan bicara pormal sama gue,ini mah udah jitu datar lagi" Oceh nya tampa dijawab oleh albina seolah ia sudah biasa mendengarkan perkataan tersebut
"Ayo ikut gue... " Ajak alex dan menarik tangan albina, tapi albina malah menepisnya
"Buat apa saya ngikutin kamu? " Tanya albina dengan ekpresi yang sama
"Gue mau anterin lo pulang, ini udah mau malem ga baik anak gadis masih di luar" Jelas alex
"Saya bisa sendiri, dan saya bisa menjaga saya sendiri" Ucapnya datar.
Albina pun pergi meninggal kan alex sendiri, ia memilih hujan-hujanan dari pada memilih tawaran alex, namun ternyata alex mengikutinya dan mensejajarkan langkah nya dengan albina
"Ko kamu ngikutin saya? " Tanya albina
"Al gue aneh nya sama lo, gue emang baru kenal lo,tapi gue juga pengen jadi teman lo gimana? " Tanya alex pada albina, ia pun membuka jaketnya dan meletakkannya pada kepala albina, albina pun terkejut dengan prilaku alex.
"Kamu pake aja" Kata albina, namun di tahan oleh Alex
"Kalau lo pake jaket gue berarti lo nerima lo jadi sahabat gue dan itu bikin gue seneng tapi kalau lo balikin berarti lo nolak berteman sama gue dan itu hal yang menyakitkan untuk gue" Ucap Alex.
albina pun hanya terdiam tak mau menanggapi ucapan Alex, sedang kan Alex sendiri tersenyum karna permintaan pertemanannya diterima.
Hujan pun reda dan kebetulan ada angkutan umum lewat, albina pun langsung memberhentikan angkutan umum itu dan menaikunya, ia tak lupa memberikan jaket pada Alex.
"Trimakasih, saya berhutang budi pada kamu" Ucap albina yang haya di balas dengan anggukan.
Angkot itupun melaju"Seharusnya gue yang trimaksih sama lo al,maaf... " Ririh Alex dalam hatinya

KAMU SEDANG MEMBACA
Patah Tapi Bukan Tulang
Teen FictionMengapa harus dengan rasa, ia singgah haya untuk memberikan kenyamanan sesaat lalu diam-diam menyelipkan berjuta rahasia yang menyakitkan, setelah itu pergi, bertahun -tahun ku coba sembuhkan luka lalu dengan tak tepatnya kau datang haya untuk membe...