3

5.1K 726 36
                                    

Akhirnya Doyoung bisa bernafas lega setelah Jeno pulang.
Dia sedari tadi nahan iri ketika ngeliat Renjun yang ngobrol sama Jeno sementara dia cuma bisa ngeliatin sambil pura-pura main game.

Dan sekarang Doyoung lagi tiduran di ranjang yang berisikan dia sama Mark yang udah tidur.

Di apartemen Renjun cuma punya dua kamar, satu kamar Renjun dan Mark, dan satunya lagi Kamar Chenle. Dan tiap dia tidur disini, Renjun pindah ke kamar Chenle.

Doyoung menghela nafas, lagi-lagi dia cuma bisa berandai-andai tentang mereka yang kembali jadi keluarga utuh. Doyoung langsung menggerakkan badannya ke samping, menghadap Mark. Dielusnya pelan pipi anaknya itu.

"Mark... Kalo udah gede nanti... Cari pasangan yang seperti mommy ya? Penyayang.. Penyabar, dan Perhatian meskipun perkataannya kadang-kadang pedes. Dan kamu.. Jangan jadi suami yang seperti Daddy... Jangan kecewain pasangan kamu seperti Daddy yang kecewain Mommy... Perhatikan mereka seperti kamu memperhatikan mommy" ucap Doyoung lirih.

Lengan Doyoung bergerak memeluk anaknya sambil mencium pucuk kepala Mark.
"Daddy nyesel sayang... Daddy hancur.. Hiks... Daddy sayang kalian... Daddy pengen kembali" lirih Doyoung dengan air mata yang perlahan jatuh.

Dan Doyoung tertidur setelah nangis sambil ngeluarin semua perkataan yang selama ini dia pendem.

***

"Ge, gimana hasil nya?" tanya Chenle yang sekarang lagi main game di hp nya.

Renjun yang lagi baca buku menghela nafas.
"Dia kabur keluar negeri Le, masih dalam pencarian kok sama polisi..."

Chenle ngangguk pelan, dia gak mau nanya lebih jauh karna takut Renjun sedih dan kepikiran.

Awal mulanya adalah bendahara kepercayaan Renjun itu membawa kabur seluruh uang keperluan cafe yang berjumlah puluhan juta won. Dia juga menggasak seluruh isi tabungan Renjun entah gimana caranya... Padahal orang itu, dan Jeno adalah orang yang Renjun percaya selain keluarga.

Orang itu = sebut saja Udin 😀

Sekarang Renjun cuma punya uang dari tabungan Chenle dan uang yang setiap bulan Doyoung kirim buat keperluan Mark. Meskipun Doyoung ngirim uang itu jumlahnya lebih dari cukup, tapi tetep aja itu buat Mark. Dan Renjun gak mau pake uang itu selain untuk keperluan Mark.

Tanpa Renjun tau..
kalo tujuan Doyoung ngirim uang terlalu banyak itu termasuk buat keperluan dia juga. Karna Jauh dalam hatinya.. Doyoung masih ingin membiayai kebutuhan Renjun.

Dan sekarang... Terpaksa Renjun bakalan mengurangi jumlah pegawainya.

"Le, gege pinjem uang kamu dulu ya buat nambahin gaji terakhir pegawai" ucap Renjun setelah mikir sekian lama.

Chenle terdiam dan mengangguk setelahnya, dia juga sebelumnya mau ngasih saran Renjun begitu. Gapapa uang tabungannya berkurang. Yang penting gege nya gak terlalu banyk pikiran yang berakhir stress.

"Udah malem Le... yuk tidur"

***

My ex-Wife (DoyRen)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang