seperti Es Batu

446 38 4
                                    

#On

Setelah keluar dari tempat itu sehun dan lisa memilih untuk pulang namun di perjalanan di antara mereka hanya ada keheningan dan kecanggungan.

Lisa memberanikan diri untuk menatap sehun tapi malah kebablasan karna tadinya dia ingin menatap dengan sekilas dan sekarang menjadi keterusan bahkan sampai tak berkedip.

"Ada apa?" Tanya sehun tanpa memalingkan pandangan.

Lisa menggeleng tatapannya tak lepas dari wajah tampan sehun "ngak kenapa-kenapa, cuman kamu terlalu waw untuk aku yang astaga" uajar lisa lagi-lagi tampa sadar.

Lisa memiliki banyak kelebihan..1. Lisa bisa melihat apa yang tidak bisa orang lihat (Hantu)
2.Lisa bisa membaca ekspresi ataupun gerak-gerik seseorang.
3.Lisa mampu berbicara,merutuki ataupun mengutuk dirinya sendiri.
4. Lisa dapat hilang kesadaran jika melihat suatu hal yang menakjubkan cthnya:orang ganteng, pemandangan indah, dll.

Sebelum terlalu dalam kalian harus mengetahui kelebihan lisa, kelebihan gadis yang bisa di bilang jenis 'Titan Abnormal'.

Mendengar kata-kata lisa sehun menoleh sekilas lalu kembali fokus ke jalan "jadi karna itu kamu mau dapatin malaikat kecil dari aku?" Tanya sehun santai yang membuat kening lisa mengkerut setelah mendengarkannya.

"Terkadang percaya diri tidak di anjurkan" ujar lisa beralih pandangan ke luar jendela.

"Terserah" ujar sehun sangat dingin.

Lisa menoleh kembali ke arah sehun "biasanya orang protesloh kalau aku bilang gitu, biasanya kayak di balas songong gitu.. nah trus jadi panjang deh percakapan lah kamu kok.." ucapan lisa menggantung karna dia baru ingat Sehun adalah pria yang Dingin seperti Es.

Mendengar kata-kata yang menggantung sehun menoleh sekilas "aku kenapa? Kenapa ngak di lanjutin?" Tanya sehun masih dengan wajahnya datar tampa senyum.

"Ngak kamu ngak kenapa-kenapa kamu baik-baik aja, aku lanjutinnya entaran ajah di plaminan" ujar lisa asal jeplak.

Sehun hanya diam tak membalas kata-kata lisa sendangkan lisa menatap sehun tak percaya sambil memegangi dadanya "Nyesek" cicit lisa lalu menghela nafas kasar.

Setelah sampai di depan gedung aparttemen lisa, sehun menoleh sekilas ke arah lisa mengisyaratkan untuk turun sendangkan lisa dengan tak tau malunya masih berdandan di mobil.

Ya sepanjang perjalanan lisa melakukan acara dandan dadakan karna mengingat bahwa duda di samping apartnya baru pulang,setidaknya lisa terlihat waw.

"Keluar" suruh sehun dengan suara beratnya namun lisa tetap melanjutkan acara pasang lipstiknya sambil berharap sehun membukakan pintu untuknya.

"Lisa kamu dengar apa tidak? Kita udah di aparttemen kamu" ujar sehun dengan dinginnya.

Lisa menatap tajam sehun sambil menasukkan lipstiknya kasar ke dalam tas "biasa ajah! Kalau ngusir bilang!" Sinis lisa.

Sehun tersenyum miring "emangnya kamu ngapain dandan?" Tanya sehun dengan gaya songongnya.

Disa tersenyum manis "kan kamu bilang tadi 'Kita udah di aparttemen kamu' nah karna kita udah di sini skuy mampir dulu " ajak lisa semanagat 45.

Sehun mengernyit "ngapain aku mampir?" Tanya sehun.

"ck, ya udah kalau ngak mau" jawab lisa dengan nada sedikit nyolot.

Lisa turun dari mobil tapi ternyata sehun juga ikut turun dari mobil entah apa gerangan.

Lisa menggernyit kebingungan karna melihat sehun yang baru saja menyamai langkahnya "kamu ngapain ikut?" Tanya lisa.

Be A FatherTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang