Sudah dua minggu sejak pertemuannya dengan Irene. Dan rasanya dua minggu itu tidak cukup untuk Jimin mempersiapkan diri. Jimin tau Jeongguk bukan miliknya, tapi tau bukan berarti siap. Karena Jimin tidak akan pernah siap untuk melepaskan.
Tapi ini bukan hanya tentang dirinya, tapi tentang Jeongguk dan perusahaannya. Jimin tau jika dirinya bersikap egois dan meminta Jeongguk memilihnya, Jeongguk pasti akan melakukannya. Tapi Jimin tidak memiliki keberanian untuk melakukan itu.
Rasanya sangat sulit untuk Jimin merencanakan kepergiannya. Jika bukan karena Taehyung, Jimin tidak tau harus melakukan apa.
Jimin ingin menikmati hari-hari terakhirnya bersama Jeongguk. Karena itu Jimin berusaha bersikap biasa di hadapan Jeongguk. Dan di malam hari saat Jeongguk tertidur pulas, Jimin akan memandangi wajah tenang kekasihnya itu sambil mengusap-usap rambut hitamnya. Dan di saat itulah Jimin membiarkan air matanya mengalir.
~
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sejujurnya Jimin berniat pergi diam-diam. Dia sudah mengemas barang keperluan secukupnya di dalam koper, tidak banyak yang dia bawa, hanya barang-barang penting. Namun saat dia akan memasukkan bingkai fotonya bersama Jeongguk yang berada di atas meja kamar, Jimin tidak sanggup. Dia terduduk di atas ranjang, menangis sambil memeluk bingkai foto itu.
Rasanya tidak akan adil untuk Jeongguk jika Jimin pergi begitu saja. Setidaknya Jimin harus mengucapkan selamat tinggal. Karena itulah akhirnya Jimin menunggu Jeongguk.
Jimin mendengar suara pintu depan terbuka dan tertutup. Lalu suara langkah Jeongguk terdengar memenuhi apartemen yang sunyi ini. Sesaat kemudian Jeongguk masuk ke dalam kamar.
Jk pov:
Entah bagaimana Jeongguk bisa sampai di apartemen, sepanjang perjalanan yang dia pikirkan hanya Jimin. Jantungnya berdebar sangat keras, napasnya terengah-engah.
Jeongguk membuka pintu apartemen dengan sedikit kasar. Dan membiarkan pintu itu tertutup sendiri di belakangnya. Jeongguk memanggil nama Jimin, namun saat kekasihnya itu tidak menjawab panggilannya dia langsung berjalan ke arah kamar.