Wanita bersurai merah putih biru,tinggi sekitar 170 cm,bermanik biru laut dengan gaun biru tua yg cukup ketat selutut di bagian atas hanya sampai belahan dada,tak lupa ia juga memakai syal biru muda kesayangan nya,yg katanya pemberian seseorang yg amat ia sayangi.
Klutak..klutak..klutak..
Suara sepatu hak tinggi biru tua nya menggema di seluruh bandara,memang karena bandara sekarang ini terlihat sepi tak biasanya.
Dan terdengar juga suara roda koper yg di geret seperti mengikuti kemana pun ia akan membawanya.
"Hm..panas sekali"gumam nya singkat.
Kini ia mengambil ponsel pintar bermerek apel yg di gigit sedikit tersebut Dan sedang mencari Kontak bertuliskan 'tiang listrik tak waras' lalu menelepon nomor kontak tersebut.
Tut...tut...tut...
"Hn"
"Woy babu,cepat jemput aink di bandara"
"Tch..kakak sendiri kau sebut babu"
"Sejak kapan kau jadi kakak ku?"
"Adek asu"
"Dih baperan ajg,udah cepet jemput pe'a"
"Tch. Iya iya tunggu"
"Hn"
Dan panggilan pun di putus secara sepihak oleh yg di telepon.
Wanita cantik nan tinggi tersebut akhirnya mendudukan bokong bohay nya di kursi panjang berbesi yg sudah tersedia di bandara tersebut.
Sambil menunggu ia pun melihat isi galeri nya terdapat sebuah foto,di sana terdapat anak laki² imut nan manis di wajah nya terdapat senyuman kebahagiaan dengan sejuta pesona.
Anak laki² tersebut sedang merangkul seorang anak perempuan dengan satu tangan nya sedangkan tangan lain nya ia pakai untuk memegang pinggang nya,anak perempuan itu pun tak kalah manis nya ia juga menunjukan senyum sejuta pesona nya.
Di foto tersebut mereka terlihat sangat bahagia. Mereka saling menunjukan senyum terhadap satu sama lain,sebenarnya foto asli nya berbentuk lembaran namun ia foto ulang agar foto asli nya tidak hilang dan ia simpan baik2 di tempat khusus.
"Oh..indo..aku rindu padamu..sedang apa kau sekarang?dan apa kau akan mengingat teman masa kecil mu ini?maaf telah meninggalkan mu..dan tidak memberi kabar sebelum aku pergi.." batin nya.
Tatapan nya seketika sayu raut wajah yg biasanya datar dan sinis kini menunjukan kerinduan ada sedikit rasa penyesalan di wajah cantik nya,ternyata ia sedang merindukan sosok teman masa kecil nya itu. ia tak tahu apakah sosok itu akan berubah 180° atau masih sama seperti dulu?.entahlah...
Yg jelas..ia sangat merindukan sosok tersebut sosok yg selalu membuat nya menjadi wanita yg kuat dan pemberani,yg selalu membantu dia untuk terus maju tanpa kenal lelah,dan menjadi sosok yg selalu ada untuknya.
Dan tak lama..orang yg di tunggu² pun datang dengan mobil sport hitam milik nya yg tepat berhenti di depan ia duduk, dan hanya beberapa meter jaraknya.
Ia pun berdiri dan menyeret koper nya kembali. Menuju mobil sport yg sudah menunggu nya.
Si pengemudi pun membuka kaca mobil nya di bagian kursi samping pengemudi.
"Hello adek~ lu kok datang enggak bilang²?tumben datang??awokawok" ucap nya,basa basi.
"Tch..enggak lucu njir. "
"Lu bawa koper?sini gua bantuin"
"Enggak usah,gua bisa"
Dan seseorang yg di ketahui sebagai adik dari 'Netherlands' ini akhirnya ia kebelakang menuju bagasi mobil,membuka nya dan memasukan koper nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐓𝐀𝐊𝐃𝐈𝐑 & 𝐂𝐈𝐍𝐓𝐀 || 𝐍𝐞𝐭𝐡𝐞𝐫𝐢𝐧𝐝𝐨
FanfictionIndonesia. Dia mencintai seorang lelaki,yang tampan,dingin,cuek,tidak berperasaan dan pelit ekspresi 'Neth'.untuk menaklukkan hati seorang Netherlands yg dingin dan keras sekeras tembok maka dia harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan nya. Tet...
