Kenangan?

19 2 2
                                        

Disclaimer :

Semua peristiwa, tokoh, organisasi dan sebagainya adalah fiksi atau tidak nyata. Jika terdapat kesamaan dengan apa yang ada di dunia nyata ataupun memiliki kesamaan dengan cerita lain, itu hanyalah sebuah kebetulan saja karena cerita ini murni dari otak author sendiri.

Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Selamat Membaca
~

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

IM membuka kedua matanya, ia terbangun dalam suatu ruangan yang tidak tahu dimana. Ruangan itu sangat bersih, tidak ada satu debu yang terlihat dan diwarnai dengan satu warna saja, yaitu putih. Tidak ada hal lain di ruangan itu selain dirinya dan sebuah pintu.

"Dimana Aku.?"

"Mengapa aku disini.?"

"Apakah aku sudah gila?"

"Apa yang terjadi?."

"Dimana mereka?."

Pikirannya mencoba untuk memproses apa yang sedang terjadi, dia tertidur di sebuah apartement dan sekarang telah terbangun di tempat yang baru.

Pintu yang ada di ujung ruangan itu didekatinya. Gagangnya dipegang dan diputar oleh Rayhard

"CLICK..."

Suara sebuah pintu yang terbuka, IM kemudian mendorong pintu itu. Betapa terkejutnya ia saat melihat apa dibalik pintu itu. Kegelapan yang sepertinya tidak memiliki ujung telah menyambutnya.

"Halo....!?." Teriak IM.

Tidak ada suara yang membalas teriakannya, selain suara gemanya sendiri yang datang kembali.

"Halo...!?." Teriak IM sekali lagi.

Nihil, sekali lagi tidak ada balasan.

IM pun melewati pintu, dan masuk kedalam kegelapan itu. Dengan perlahan-lahan, ia berjalan kedalam "dunia" yang sepertinya hanya kosong dan gelap. Anehnya lantai di dalam "dunia" itu tidak keras, melainkan lembut dan bergelombang seperti air di lautan ketika IM menginjaknya.

Tiba-tiba saja ketika dia sedang berjalan, ia menembusi lantai yang sangat lembut itu.

Sekarang IM terus jatuh dengan angin menampar wajahnya, seakan-akan dia telah jatuh dari atas langit. Namun, tidak ada daratan yang dapat dilihatnya selain warna hitam yang mewarnai "dunia" aneh itu. Sampai akhirnya, IM telah tidak sadarkan diri.

"Ahhhh.....!!!."

"Lari....!."

"Cepatlah....!."

"Tolong bantu aku...!."

"Tinggalkan saja dia."

Pelan-pelan IM membuka matanya, telinganya disambut dengan  suara teriakan, kepanikan, dan ketakutan.

Kedua matanya akhirnya telah terbuka dengan lebar, kini ia sudah kembali sadar sepenuhnya. IM sadar bahwa dia berada di dalam koridor sebuah apartement yang ia rasa tidak asing. Namun keadaan waktu itu sangat kacau, orang-orang berteriak dan kepanikan ada dimana seperti tidak ada harapan lagi.

Ia memutar badannya dan melihat sesuatu yang membuat dirinya terkejut yaitu Zombie yang sedang "memangsa" seseorang.

Lebih buruknya lagi, ini bukan hanya satu zombie saja melainkan satu kawanan yang terdiri lebih dari 3 zombie. Satu kawanan itu  sedang sibuk menyantap satu orang yang sama. Orang lain yang ada hanya lewat saja  dan membiarkan hal itu terjadi, seakan-akan tidak ada harapan lagi untuk menolongnya.

Siapa Aku?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang