Part 12

55 50 3
                                        

Sekarang Kenza dan Via sudah sampai ditempat tujuan yang menjual jajanan, makanan, minuman, pembalut dan lain-lain. Ya sebut saja kafe Iyem. Sebenarnya sih kantin sekolah tapi karena pemilik kantin namanya mbok Iyem dan biar lebih gaol jadi dinamain kafe Iyem.

Ditambah lagi dikafe Iyem itu sering dj'an. Lebih tepatnya sih nyetel kaset dangdut.

Cuma sekedar informasi doang sih, gak penting-penting amat kok.

Kenza dan Via memilih duduk dideket tempat pemesanan makanan. Sebenarnya sih Kenza pengin dipojok tapi karena Via yang maksa, yaudahlah yah nurut aja.

"Via kenapa sih milih disini? Enakan juga dipojok," kata Kenza sembari menarik kursi untuk diduduki.

"Biar gampang aja kalo mau pesen lagi," jawab Via enteng, sedangkan Kenza hanya ber oh-ah ria.

"Yaudah gue mau pesen. Lu mau gue pesenin apa?" tanya Kensa.

Via menopang dagu. "Hmmm...."

"Gak usah kebanyakan mikir, kaya punya otak aja lo!" sindir Kenza karena udah kelamaan nunggu. Bukan apa-apa yah, nunggu itu emang gak enak. Apalagi nunggu hal yang gak pasti.

"Sialan!"

"Vi lu tau gak sih? Nunggu jawaban lu tuh kayak nunggu pelangi datang dimalam hari, mustahil! Sadar Vi jawaban lu tuh sangat berarti bagi gue, lu tau itu'kan?!" Kenza mengguncang-guncangkan bahu Via, membuat siapapun yang melihatnya bakalan pingsan, guling-guling, muntaber, malaria dan sejenisnya.

Bukan karena liat drama mereka, bukan. Tapi karena kelaparan mau pesen makan tapi tuh dua bocah ngalangin jalan, pasalnya mereka duduk didepan tempat pemesanan, kan jadi susah.

Via yang tiba-tiba diperlakukan seperti itu, tentu tidak tinggal diam. Ia segera menempelkan telapak tangannya dijidat Kenza.

"Eta saha?"

Dahlah ... terjadilah drama antar mereka.

Brakkk

Suara yang cukup keras membahana dikantin.

"Lu berdua kalo mau edan ngajak-ngajak dong! Kasian mereka cuma nonton doang."

Suara menggelegar nan cempreng membuat Kenza dan Via yang tadinya lagi ngedrama menengok secara perlahan.

Pukk

"Woy combro, ngapain lo ngeplak idung gue hah? Kalo idung gue tambah mancung kaya prosotan wadepak gimana? Mau tanggung jawab?" Via mengeplak hidung pelaku yang tadi ngeplak idungnya.

Sang pelaku adalah....

































Sandra

"Wadidow! Ko lu nabok alis gue sih, kalo luntur gimana, mau bikinin lagi?" Kini giliran Sandra yang ndremimil becouse alisnya ditabok Via.

"Lu duluan, ngapain ngeplak idung gue," jawab Via, sinis.

"Lagian gue cariin daritadi malah disini," jawab Sandra sembari duduk.

"Iya, tadi gue ada urusan dulu," jawab Via dengan senyum kudanya.

"Urusan apa lu? Duaan ma Kenza?" ujar Sandra, emosi.

"Husttt jangan brisik." Via nampol bibir Sandra supaya diam.

"Ciee gendaan anyar, gercep atuh neng," bisik Sandra sembari melirik keadaan sekitar yang udah lumayan sepi.

Tadi sih pas lagi drama antara Kenza dan Via rame yah. Tapi pas Sandra dateng sama Riyan, semua yang mau ngantin diusir.

"Gila! Gue kan masih ada cowok," jawab via.

"Alah pacarmu tuh udah gak peduli, buktinya sekarang dia lagi dua-duaan dikelas." Via yang daritadi celingukan nyari Kenza, sontak berbalik melihat Sandra yang lagi ngomongin doi ama mantannya.

"Udah biasa," jawab Via, acuh.

Elwh sok acuh lu Vi. Paling nanti nangis-nangis depan bang Eja.

"Eh, btw dimana Kenza?" sambung Via.

"Tuh." Via mengikuti arah telunjuk Sandra yang menunjuk bangku deket pojok. Yang menyajikan pemandangan seorang pangeran kodok sedang makan dengan hikmad ditemani duo curutnya.

Via berjalan kearah Kenza dan menggebrak meja didepannya.

Kenza yang terkejut akhirnya nyemburin makanannya ke Bayu dan Riyan.

"ANJAY!"

"ASEM!"

"Lu ngapain sih Vi, gebrak-gebrakmeja?" Kenza menarik tangan Via dan ditatapnya Via dengan sengit.

"Kenapa? Baru dateng diomelin, ngajak gelud?" balas Via tak kalah sinis.

"Mamah, papah udah jangan bersntem. Ini itu milkita, permen susu mahal." Bukan Via atau Kenza yang ngomong, tapi Bayu.

Bayu bicara sambil menghampiri Kenza dan Via dan nyerahin permen milkita. Maklum korban iklan.

Via dan Kenza noleh kearah Bayu yang memasang wajah sok imut. "Jijik gue punya anak kayak lu," kata Kenza bergidik ngeri.

Sedang Bayu memasang muka lesunya, ala-ala anak yang terbuang.

"Ayah, bunda. Mengapa aku yang dibedakan?!" Bayu berdrama dengan air mata buayanya.

"Woy, itu judul karya orang lain yah, lo mau tulisn ini kena hak cipta."

"Hheee ampun dj," jawab Bayu dengan tangan membentuk huru 'V'

Oke, jangan tanyakan dimana Sandra dan Riyan. Mereka sekarang ada dimeja kantin lagi makan dengan nikmat, dan sesekali berjanda duda eh, gurau maksudnya.

Tidak mau berurusan dengan Bayu yang kadar kewarasannya 0,00⁰C. Akhirnya Kenza menarik tangan Via untuk duduk ditempat makan yang sudah ada Sandra dan Riyan.

"Mending kita makan daripada ngurusin anak haram kayak dia," kata Kenza yang udah duduk disamping Riyan.

"Jangan begitu, mas. Dia anakmu juga hiks." Kini Riyan juga ikutan ngedrama layaknya seorang istri yang anaknya gak dianggap.

"Aku sudah muak denganmu Riri. Mulai sekarang aku talak kamu."

Sumpah ini itu udah basi, banget malahan.

Via, Kenza dan Sandra dibuat gelagapan dengan tingkah laku anak orang yang ada didepannya itu.

"BUKAN TEMEN GUE," teriak Via, Kenza dan Sandra.

**************Votmen🙏*****************

Kucluk CoupleWhere stories live. Discover now