Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Siang ini Lisa tidak ada jadwal apa pun, namun sejak kejadian kemarin Lisa berniat untuk lebih mengenal Jisung lebih dalam lagi, sepertinya pendekatan dengan pemuda itu gagal di hari pertama bertemu. Mungkin saja Jisung sudah berpikir yang tidak-tidak tentang dirinya, Lisa takut jika hal itu sampai terjadi.
Gadis itu memutuskan untuk menjemput Jisung di sekolah dan berniat untuk mengajaknya makan siang bersama.
Lisa mungkin sudah menunggu sekitar lima belas menit di depan gedung SMA 90, namun Jisung juga tidak kunjung keluar dari sana, mungkin belum jam pulang sekolah, pikir gadis itu.
Hingga akhirnya beberapa murid mulai berjalan keluar dari gedung sekolah, ada yang membawa kendaraan ada juga yang berjalan kaki dan menunggu jemputan masing-masing. Lisa jadi membayangkan bagaimana jika nanti ia mengantar dan menjemput anak-anak pergi sekolah.
Dari arah kejauhan Jisung bisa melihat Lisa yang tengah berdiri sambil di depan gerbang sekolahnya.
"Calon Mama baru lo tuh Sung!"kata Yedam menunjuk ke arah Lisa heboh.
Jisung berdecak malas melihat tingkah heboh Yedam yang menurutnya norak itu.
"Ck! Gak usah heboh juga kali, malu 'nih gue di liatin!"
Jisung dengan segera menghampiri Lisa yang sepertinya sudah lama menunggu, tak lupa Yedam yang selalu mengikutinya.
"Kak Lisa?"
Gadis itu berbalik dengan senyum manisnya,"Akhirnya kalian keluar juga."
Jisung nampak bingung, sedetik kemudian pemuda itu paham. Ia jadi merasa tidak enak melihat Lisa yang niat sekali menjemputnya ke sekolah, padahal kemarin dirinya tidak datang ke acara lamaran.
"Maaf ya kak jadi nunggu lama, tadi ada kegiatan di laboratorium, makanya lama."
Lisa tersenyum, memaklumi keterlambatan pemuda itu keluar dari sekolah. Ia juga pernah SMA loh ya, ia juga kadang sering pulang sampai larut malam karena tugas sekolahnya, itu wajar bukan.
"Lu ngapain panggil kak sih? Dia kan calon emak lo,"bisik Yedam.
Ya aneh juga mendengar Jisung memanggil Lisa dengan sebutan 'Kak'. Padahal ia tau kalau nantinya Lisa akan menjadi ibu sambung bagi sepupunya itu, walaupun begitu Lisa juga masih cocok untuk di panggil dengan sebutan 'Kak'.
"Bacot lu."
Balas Jisung dengan ikut berbisik, harus menjaga image coolnya di hadapan Lisa.
"Kamu Yedam'kan? Anaknya Kak Hanbin?"
Pemuda itu lantas mengangguk, gimana enggak bapaknya di sebut.
"Iya tan, tante kenal sama Papi?"
Gadis itu mengangguk,"Iya. Mami kamu itu temen saya waktu kuliah dulu,"jawab Lisa.
Seketika Yedam teringat dengan kata-kata Maminya tempo hari yang menyarankan agar Jisung menjodohkan Sehun dengan teman Maminya.