A Long Night

1.1K 96 12
                                        

⚠️mohon dibaca setelah buka puasa. ada part buat otak treveling. kalau nekat, dosa ditanggung pemirsa ⚠️


















Tringgg, terdengar seseorang sedang membuka pintu apartement,

Honey” panggil seorang itu sambil melangkah masuk melepas sepatu fantovelnya yang sudah tidak mengkilat seperti tadi pagi.

Taehyung berjalan ke dapur, menaruh sekotak ayam goreng sesuai pesanan si Mungil. Tak mendengar sahutan, Taehyung berjalan menuju kamar mereka. Membuka pintu kamar menampakan sebuah lukisan pernikahan mereka karya si Mungil. Tapi yang dicari pun tidak terlihat batang hidungnya, Taehyung melangkah menuju ruang kerja, iya yakin si Mungil pasti berada disana.

Ho.. ney,” Taehyung mengecilkan suaranya ketika mendapat si Mungil sedang tertidur pulas di depan wacom cintiqnya, hadiah ulang tahun Jisoo yang ke 30. Sudah hampir 3 tahun si Mungil menggunakannya. Umur saja yang sudah kepala 3 tapi penampilan masih seperti anak remaja.

Taehyung berjalan perlahan, tidak ingin membangunkan sang pujaan hati. Ia mengusap pelan surai Jisoo, memperhatikan wajah kelelahan sang istri. Perlahan Taehyung menangkup kaki dan kepala Jisoo, memindahkannya perlahan menuju kamar mereka. Menidurkan si Mungil sepelan dan selembut mungkin. Menaikan selimut sebatas dada. Lalu bergegas mandi.

Selesai mandi Taehyung tidak menemukan keberadaan Jisoo diranjang mereka, menoleh kebelakang ketika terdengar suara pintu terbuka. Jisoo langsung menyambar Taehyung, menyembunyikan wajahnya di dada bidang tanpa balutan kain itu. Taehyung tersenyum lebar, jarang-jarang si Mungil bermanja ria seperti ini.











Kruyukkk










Si pemilik suara perut tambah menenggelamkan wajahnya, malu.

Oppa.. ingin ramyun” cicit Jisoo

Taehyung terkejut atas panggilan Jisoo, “Tadi kau bilang apa?”

“I..ingin ramyun”

“Sebelumnya?”

Sang empu malah melingkarkan tangannya di leher sang suami. Mengerti maksud Jisoo, Taehyung mengangkat kaki Jisoo dan melingkarkan di pinggang rampingnya. Lalu berjalan menuju dapur, mendudukan Jisoo di meja dapur, menguncinya. Menatap intens wajah sempurna Jisoo dari matanya, hidung mancungnya, dan berhenti di bibir plum yang selalu berhasil menggoda iman

“Tadi honey bilang apa? Sebelum ingin ramyun” oh ayolah langka sekali Jisoo memanggilnya seperti itu

“tidak.. tidak ada” elak Jisoo

Taehyung menggeram ia sudah tidak tahan lagi. Ditahan tengkuk Jisoo lalu melumat bibir plum itu dengan kasar dan menuntut. Suara cipakan itu memenuhi seluruh dapur dan ruang tengah. Jisoo kewalahan mengimbangi Taehyung, menggigit bibir Jisoo lalu menerobos masuk saat Jisoo ingin mengaduh, meremas rambut Taehyung kuat menimbulkan erangan dari sang suami

“Tae.. pelan” sela Jisoo diantara ciuman panas mereka

Mendengar itu, Taehyung langsung melembutkan ciuman mereka, melumat perlahan tangan kirinya mengusap pinggang Jisoo sensual




Ting tong! Ting tong! Ting tong! Ti-ti-ting tong!

“Sial” umpat Taehyung, si mungil hanya terkikik lalu melompat turun merapikan penampilannya yang sedikit berantakan

Taehyung berdecak saat mengintip siapa yang datang dari layar, menggerutu dalam hati. Taehyung lupa mereka akan berkunjung, haaahhh para saingan yang sesungguhnya.



ETHEREAL | VSOO ONESHOTCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang