[Name] mengusap lembut poni kuda yang akan ditumpanginya. "Armin di sana tidak apa-apa, 'kan, Britney?" ucapnya bermonolog. Menengadah, sepasang irisnya menatap sendu ke arah kuda berwarna cokelat yang diberinya nama Britney itu. "Pasti iya, 'kan? Toh di sana ada Mikasa dan juga Eren."
"Apa? Jumlahnya bertambah lagi? Bagaimana bisa? Sebenarnya apa yang terjadi di luar sana?"
[Name] menggigit bibir bawahnya. Gelisah. Tidak peduli seberapa besar berbagai sugesti positif yang ditanam dalam diri, tetap aja ada banyak simpang siur yang tak mengenakkan.
"Apa yang kita harapkan? Kita tetap saja akan kesulitan menjangkau mereka. Ingat, kita ada di Wall Sina, sedangkan mereka ada di luar dinding!"
Mendengar kalimat yang dilontarkan seorang prajurit senior tersebut membuat kepala [Name] semakin tertunduk dalam. Anna yang menyadari hal itu segera membungkam mulut rekannya. "Diam, bilang saja kau takut!"
"Dia tidak ada salahnya, Anna. Apa yang dikatakannya memang benar adanya." Damian yang tengah sibuk mempersiapkan semua peralatan yang dibutuhkan ikut memberikan tanggapan. "Bukankah secara tidak langsung rencana ini bertujuan untuk menjadikan kita tumbal juga?"
"Kalau kau berpikiran seperti itu, lantas kenapa kau bersedia dalam misi ini?"
"Kenapa? Ya, karena aku tidak ada pekerjaan," ujar Damian dengan tenang seolah tanpa beban.
"Orang sinting."
Damian terkekeh kecil mendengar tanggapan Anna. Ia lalu melangkahkan kakinya mendekati gadis berambut semerah tomat itu. "Jika dibandingkan dengan seorang gadis yang dengan naifnya ikut andil dalam misi ini dengan dalih membantu juniornya yang entah tengah mengkhawatirkan apa, namun dia sendiri juga ternyata sama pengecutnya seperti kita, lebih sinting siapa?"
Tawa Damian meledak saat Anna diam tak berkutik. "Tidak perlu malu, Anna, sungguh." Tangannya bergerak mengusap pucuk kepala gadis di depannya. "Bukankah semua orang di sini adalah pengecut?"
★☆★
[Name] tidak mengeluarkan sepatah kata apa pun. Tidak juga fokus mengendalikan laju Britney. Sebab isi kepalanya terlalu penuh dengan percakapan saat di markas perlengkapan tadi.
Memang benar, dengan bantuan dari banyak pihak seperti sekarang pun tidak memberikan jaminan bahwa pasukan Survey Cops tidak lagi mengalami penurunan kuantitas. Tapi, bukan berarti kita tidak boleh berharap, bukan?
Armin, Armin, Armin. Pikirannya tidak lepas dari empu nama itu. Apakah dia selamat? Atau ... ah, memikirkan kemungkinan terburuknya saja ia sudah tidak mampu.
Pluk!
"Ah!"
[Name] mengerjapkan kedua kelopak matanya ketika sesuatu jatuh menimpa kepalanya. Menunduk, ia mendapati secarik kertas yang terjatuh tepat di depan tubuhnya. "Surat?" Tangannya meraih kertas yang terlipat rapi itu, lalu mendongak. Ada seekor burung merpati putih terbang di atasnya.
"Apa itu, [Name]?" Damian yang di sampingnya ikut penasaran. "Kaudapat surat di tengah hutan seperti ini?"
"Sepertinya iya."
"Coba bacakan isinya."
[Name] mengangguk. Tangan kanannya tetap ia gunakan untuk mengontrol Britney, sedangkan tangan kirinya membuka lipatan surat itu.
Aneh. Lipatan kertasnya mudah sekali dibuka meskipun hanya menggunakan satu tangan. Seolah-olah memang sengaja diatur demikian karena tahu bahwa surat ini akan sampai padanya saat pasukan bala bantuan sudah berangkat menuju lokasi menggunakan kuda masing-masing.
[Name], tetap ikuti ucapanku. Ikuti si pemburu karena ia tahu letak mangsanya, bukan tujuh bintang karena mereka tidak lebih berarti dari membentuk formasi sebuah benda.
[Name] membulatkan kedua bola matanya. Terkejut. Tidak. Ini tidak boleh terjadi.
"Kita salah arah!"
★☆★
Kali ini bukan prank lagi, kan? 🤩😍
Maaf, updatenya lama banget selisih berapa bulan itu ya allah 🙏😭. Maaf ya kemarin-kemarin sibuk banget persiapin UTBK. Aku pikir bakalan bisa tetep nyicil part-partnya buat sekalian ngilangin stress gitu, eh taunya tetep ga bisa hiks maaf 🙏😭
Btw, gimana nih ada yang tau maksud suratnya ga? Pasti tau dong soalnya kan gampang hehe :D
Oh, iya. Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan! Seia mohon maaf kalau punya salah baik yang disengaja ataupun yang tidak disengaja. Semoga kaliam dilancarkan ibadah puasanya, ya!
KAMU SEDANG MEMBACA
Starry Night | Armin Arlert x Reader
Fanfiction[Fullname], seorang gadis yang secara ajaib mendapat undangan untuk bergabung dengan Polisi Militer setelah lulus dari pelatihan keprajuritan. Meninggalkan rekannya yang berbeda haluan, sebersit penyesalan hinggap di dadanya begitu mendapat kabar bu...
