Seungcheol x Jeonghan Boy lovers, bxb content, homophobic please go away.
Enjoyed!!!
Semua hal yang tak bisa kita katakan, ayo kita bicarakan itu Saat angin sepoi-sepoi menyelimuti kita Ayo kita duduk berhadapan seperti ini dan membicarakan perpisahan kita
Jeonghan dan Seungcheol duduk saling berhadapan. Tersenyum tipis menatap satu sama lain. Menikmati hembusan angin sore itu yang seakan menjadi saksi tentang perpisahan yang akan terjadi sebentar lagi.
"Beneran udah ga ada lagi?". Tanya seungcheol pelan.
Jeonghan mengangguk mengiyakan. Perih, tentu saja yang dirasakan seungcheol saat ini. Bagaimana keduanya menjalani hubungan selama hampir 3 tahun. Dan kini, jeonghan mengatakan jika rasa cinta di hatinya hilang tak tersisa.
"Cheol.., maaf". Bisiknya pelan.
"Gapapa., Kalau udah ga ada lagi. Gabisa di paksakan kan". Ucapnya dengan senyum lembut. Jeonghan mendongak menatap Seungcheol.
Lelaki tampan yang selalu mengisi relung hatinya tengah tersenyum hingga membuat lesung pipinya terlihat. Namun jeonghan tahu, bahwa lelaki di depannya ini tengah menahan rasa sakit. Terlihat dari tatapan matanya yang meredup.
"Gapapa kok..". Ucapnya lagi yang kini mengusak lembut rambut Jeonghan. Yang mungkin akan menjadi kali terakhirnya.
Saat musim ini berlalu dan bunga-bunga bermekaran Seperti ini, kita akan baik-baik saja, namun Sekeras apapun aku mencoba, perasaan yang memudar ini, aku lelah tuk mempertahankannya
Letupan kembang api dan kupu-kupu yang berterbangan yang kadang menggelitik perut tak lagi dirasakan oleh jeonghan kala Seungcheol menggandeng tangannya. Ataupun kala Seungcheol memberikan pelukan ataupun kecupan. Perasaannya kepada Seungcheol tiba-tiba memudar.
"Lu harus pikirin baik-baik han. Kalian berdua udah 3 tahun bareng". Ucap joshua, saudara kembar jeonghan.
Jeonghan menggeleng pelan. "Gue udah coba shua, tapi perasaan gue udah hilang. Dan kalaupun gue paksain, seungcheol pasti bakalan jauh lebih tersakiti".
"Gue gabisa pertahanin ini lagi shua, gue capek". Lanjutnya.
Saat bulan April berlalu Saat itu, marilah kita berbalik seolah tak terjadi apa-apa Dengan begitu, ucapan salam terakhir kita akan bisa menjadi indah Sampai saat itu, tersenyumlah meski tuk sesaat saja Tersenyumlah
Jika kita memutar kembali waktu pada saat pertama kali kita bertemu
Jeonghan teringat kali pertama ia bertemu dengan Seungcheol. Terlalu klasik namun membekas. Ia yang tak sengaja menabrak Seungcheol di koridor kampus.
"Sorry sorry, gue beneran gak sengaja. Gue buru-buru soalnya udah telat masuk kelas". Ucap Jeonghan sembari mengambil kertas-kertas yang terjatuh tersebut.
"Gapapa, gue juga yang gak liat jalan sih". Jawab Seungcheol.
"Nih, sekali lagi sorry ya ehm-
"Seungcheol.., gue seungcheol".
"Seungcheol, sorry ya. Kalau gitu gue duluan. Oh iya nama gue jeonghan". Ucapnya berlalu pergi.
Sejak pertemuan tersebut. Keduanya kemudian kembali di pertemukan dengan pertemuan-pertemuan yang direncakan. Hingga berakhir, bagaimana keduanya memutuskan untuk bersama.
Saat bulan April berlalu Saat itu, marilah kita berbalik seolah tak terjadi apa-apa Dengan begitu, ucapan salam terakhir kita akan bisa menjadi indah Sampai saat itu, tersenyumlah meski tuk sesaat saja
Di penghujung April. Keduanya memutuskan untuk benar-benar mengakhiri hubungan yang telah mereka jalin bersama. "Kalau gitu, jaga diri kamu baik-baik ya. Jangan suka terlambat lagi". Kekeh Seungcheol mengingat kembali bagaimana Jeonghan yang suka sekali terlambat.
"Kamu juga jaga diri kamu baik-baik ya, jangan suka begadang dan juga jangan keseringan main game". Balas jeonghan yang tentu mendapat anggukan kecil oleh Seungcheol.
"Selamat tinggal jeonghan...". Ucap Seungcheol tersenyum untuk terakhir kalinya dan berlalu pergi meninggalkan jeonghan sendiri.
Meski aku menghibur hatimu, menanyakan alasanmu berubah, kau tetap menjauh
Seungcheol selalu berusaha untuk membuat Jeonghan tetap mencintainya. Sebagaimana dia yang begitu mencintai Jeonghan. Namun Seungcheol sadar, seberapa keras ia mencoba dan menanyakan alasan kenapa Jeonghan berubah. Kekasihnya itu akan tetap menjauh.
"Gue juga gabisa maksain dia buat terus di sisi gue won. Ini sama aja gue nyiksa dia dan juga gue sendiri".
Wonwoo menepuk pundak Seungcheol, memberi semangat kepada sepupunya ini. "Apapun keputusan lu bang, yang pasti kalau lu perlu temen cerita. Gue selalu disini kok". Ucapnya.
Seungcheol terkekeh kecil. "Thank adek kecil". Ucapnya yang tentu mendapat dengusan oleh wonwoo.
Karena itu, temuilah seseorang yang lebih baik dari diriku yang seperti ini Aku berharap kau kan tersenyum bahagia
Seungcheol menghentikan langkahnya dan menoleh kembali kearah Jeonghan. Tersenyum kecil kala mengingat kenangannya bersama jeonghan. "Aku harap kamu bisa bertemu dengan seseorang yang jauh lebih baik dari aku Han". Ucapnya dalam hati.
"Dan aku berharap, kamu selalu tersenyum bahagia. Walaupun bukan dengan aku". Lanjutnya dan kemudian benar-benar melangkah pergi.
Fin.
**
Galau banget ya jadinya. Abis gara-gara liat base jeongcheol di Twitter dan juga foto jeonghan yang ini.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.