Malam hari di kamar Jaemin, kali ini roommate nya itu ada Taeyong, Haechan, dan Jaemin. Seperti malam biasa mereka persiapan untuk tidur karena besok ada jadwal kegiatan yang harus di lakukan.
Sudah jam 10 malam di saat Taeyong dan Haechan sudah mau tidur tapi Jaemin masih diam, terduduk di depan komputer nya melakukan kegiatan yang biasanya ia lakukan yaitu, mengedit foto dan video.
Foto dan video yang seharian sudah ia ambil biasanya bakal di tumpuk dan di edit di hari yang tertentu dan di edit semua tuh malem itu juga. Itu kebiasaan buruk Jaemin, kadang suka gatau waktu kapan harus melakukan itu dan kapan harus mengistirahatkan diri. Member lain sering bilang ke Jaemin kalo ngeditnya tuh bisa siang atau agak sorean aja sehabis kegiatan tapi Jaemin menolaknya karena katanya malam lebih membuatnya nyaman.
Taeyong baru saja selesai mandi malam, setelah mandi malam dia akan langsung tidur. Tapi sebelum itu biasanya memastikan adik adik tidur tidak terlalu malam.
"Tidur nya jangan malem malem ya, besok ada kegiatan." Kata Taeyong.
"Iya hyung, aman, tidur duluan aja."
Taeyong juga yang biasanya merapikan kasurnya dan kasur roommate nya agar nanti waktu mau tidur terasa nyaman.
"Tidur duluan ya, kalian berdua cepet tidur juga!" Ucap Taeyong sekali lagi.
"Iya iyaa hyung."
Selagi Taeyong tertidur, Haechan masih bermain game beberapa babak sampai larut malam biasanya. Sesekali melirik Jaemin yang sama sekali tidak terkutik dan masih dalam posisi yang sama.
Jam 12 malam, semakin larut hari bukankah menjadi hal yang buruk jika terus terusan terjaga di malam hari, Haechan mengkhawatirkan itu.
"Jaemin, mau sampe jam berapa? Hm?"
Tanya Haechan dari arah kasurnya, Jaemin tidak menoleh hanya membalas Haechan dengan berdehem.
"Hm? Iya? Apa sih Chan?" Tanyanya sedikit terganggu.
"Ya! Aku mengingatkan mu biar gak sakit, nanti matanya sakit lagi kalo begadang."
"Engga, nanti nyusul."
"Jam?"
Jaemin tidak kembali menjawab pertanyaan Haechan, nampaknya terlihat serius sekali sampai sampai tidak menjawab pertanyaan Haechan.
"Oke deh, tidur duluan ya Na."
Karena Haechan juga capek bertanya terus tapi di hiraukan, seakan Jaemin benar benar tidak ingin di ganggu. Saking terobsesi nya hal itu sudah biasa, Jeno juga kalau main game juga gitu begitupun Haechan. Jadi bisa di maklumi. Tapi bedanya, Jaemin melakukan edit seperti itu untuk grupnya juga katanya buat membantu meringankan pekerjaan staff.
Haechan tau Jaemin baik tapi gak sampai begadang tiap hari juga.
.
Jaemin beberapa kali mengusap usap matanya, kondisi kamarnya sekarang gelap dan hanya layar komputer yang menyinari raut wajahnya. Matanya hanya bisa melihat hanya karena cahaya komputer.
"Jam 3, sebentar lagi aku tidur." Suaranya lirih berbicara sendiri kepada dirinya.
Kalau sudah malem gini sunyi, siapa sangka kalau daritadi Haechan sebenarnya masih terbangun. Hanya berpura pura tidur dan mengawasi Jaemin. Jaemin itu lebih muda darinya, Haechan tentu saja masih ada rasa peduli kepadanya.
Sementara Jaemin sudah menaruh kepalanya di atas meja, sesekali menutup matanya kemudian membukanya lagi. Tangannya masih memegang mouse yang sudah tidak tergunakan karena kesadaran Jaemin sudah menurun.
