3rd person's side
Kira-kira udah sejam setengah Jay ngajarin Jake berenang. Nggak butuh lama sebenernya buat Jake bisa lancar karena emang sebenernya dia udah bisa, cuman butuh ngelancarin aja. Dan hal ini membuat Jay lega karena mereka bisa menghabiskan sisa waktunya buat main-main air. Nggak tau kenapa, air danau malam itu nggak kerasa dingin sama sekali di kulit mereka, jadinya tahan-tahan aja deh berada di air lama-lama.
Jay lagi nyiprat-nyipratin air ke arah Jake, yang dicipratin mah ketawa tawa aja sambil berusaha ngebales. Karena keasikan main, mereka nggak sadar kalau mereka daritadi berisik banget. Sampai akhirnya ada cahaya-cahaya senter gitu ngarahin ke danau. Jay yang panik takut ketahuan langsung mendekap Jake lalu menutup hidung temennya itu dan menyelam ke danau.
Jake yang bingung dan panik karena dikira Jay mau ngebunuh dia, langsung jauhin dirinya dari dekapan Jay dan hampir mau nyembulin kepalanya ke permukaan danau kalau aja dia nggak liat Jay geleng-gelengin kepala—walaupun agak samar. Dengan bantuan cahaya senter yang lagi ngarah ke danau, Jake nggak sebuta itu buat ngeliat Jay memosisikan jari telunjuknya di depan bibirnya—menyuruhnya diam.
Setelah paham situasi Jake lalu mulai tenang dan Jay langsung ngedekap Jake lagi sambil berenang membawa mereka berdua ke arah danau yang lebih ketutupan ilalang—yang agak jauh dari dermaga.
Setelah udah agak jauh, mereka akhirnya bisa muncul ke permukaan lagi, dan dengan rakusnya menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.
"Hhh... hh... fuck that was close..." Ujar Jay, "Jake you alright?"
"Y-yeah.. just.."
"Just..?"
"Just a bit scared.." Jake lalu berenang mendekat ke arah Jay, "Kita udah jauh banget dari dermaga... takut ada buaya :("
If this wasn't a situation where they have to be as silent as possible, then Jay would've laughed so hard by now. Gimana nggak lucu, masa di danau buatan gini ada buaya?
Jay cuma bisa nahan tawanya sekarang, "Mana ada sih buaya di danau buatan gini? Kalaupun ada juga kita nggak bakal ngecamp disini, Jake."
"Y-ya kan bisa aja.. kamu nggak takut apa kalau-kalau ada yang tiba-tiba narik kakimu?" Jake berusaha mencari pembelaan.
"God, you're watching too much TV shows.." Ujar Jay sambil memutar matanya malas, "Lagian juga ada aku yang bakal selametin kamu kalau kamu beneran ditangkep buaya.."
Jake mendelik tajam ke arah temennya ini, "Jadi kamu mau aku ditarik buaya beneran??"
"You talk too much, Jake. Ayo ah ke dermaga, biar nggak ditangkep buaya khayalanmu itu.." Ujar Jay sambil menarik lengan Jake untuk berenang perlahan ke arah dermaga.
.
Disinilah mereka, terbaring di dermaga kayu di sisi danau sambil menatap langit. Buat ngeringin badan dulu, katanya. Padahal sih kayaknya mau sampai pagi pun nggak akan kering.
The sky was really clear tonight. The moon was shyly peeking out from behind the clouds, with countless stars shining splendidly around it. The scenery was just so mesmerizing. So captivating that these boys were absorbed by the miraculous view and couldn't help but to shut their mouth for the past 8 minutes, admiring in silence.
Until Jake finally opened his mouth, "The stars.. they're beautiful."
Jay nodded, agreed with the other's statement. They went silent again after that. They were either drowned in their own thoughts or just so astonished by the view they were seeing, "Speaking of stars, my Korean name has a meaning related to stars..." He proudly said.
"Wow.. and what is that?" Jake looked at the other interestingly, waiting for an answer.
"Collecting stars. That's the meaning of my name."
Jake eyes widened of awe, his cheeks flushed red and a dazzling smile painted on his lips, "Really? What a beautiful name. Can i call you by that?"
Jay chuckled and quickly nodded, "Sure."
"Okay, so... Jongseong, right?" Jake said, making sure that he pronounced it correctly.
"Mhm.." Jay finally looked away from the stars and turned his gaze to Jake. Their gazes met, making them smiled at each other, the younger's smile somehow gave a weird effect on Jay to the point where he felt like he got thousands of butterflies in his tummy. Fuck, his smile was as stunning as the sky.
"Honestly i only let some special people call me by that name so... you must be honored..." He said jokingly--probably just to distract himself from what he just felt.
Jake rolled his eyes, "Yeah whatever, Park Jongseong."
"Don't whatever me, Sim Jaeyun."
"What!?"
"What?" Jay asked confusedly, did he say something wrong? "That's your name, right? Sim Jaeyun?"
"Yeah but... nobody really called me by that name."
"Not even your family?"
"No, why?"
"Then let me be the one that really call you by that name." Jay said firmly.
Jake giggled, "So, Jongseong..." he pointed at Jay, "And Jaeyun?" then he pointed at himself.
Jay nodded, "Jongseong and Jaeyun."
©HAPPYBIRTHJAY
KAMU SEDANG MEMBACA
We Lost The Summer
FanfictionIn which Jay and Jake met for the first time at the summer camp, became friends and implicitly growing feelings towards each other. They were too young to realize so that they lost each other as they lost the summer. ENHYPEN Jay x ENHYPEN Jake ©HAPP...
