[12.00]
"Jeno, mau aku bawain makan siang?"
"Boleh, tunggu di tempat biasa ya."
"Ok, 10 menit lagi aku sampai."
"Hmm, hati-hati."
"Bye."
Panggilan berakhir.
~~~
"Besok mau aku jemput?"
"Naik ojek aja."
"Aku anter."
"Kamu ga ada kelas?"
"Diliburin."
"Oh, yaudah kalo gitu. Makasih yaa."
"Huh?"
"Hehe, emang ga boleh bilang 'makasih' ke pacar sendiri?"
"Lu!"
"Ah, maaf."
"Aku duluan, ada kelas."
"Ehmm, daah~"
"Makasih makan siangnya."
"Iyaa, kabari kalo udah pulang."
"Hmm."
Saat hendak pergi meninggalkan kantin,
"Lulu!"
"Oh, hai!"
"Ngapain disini?"
"A-ah, ini, tadi ada cust yang minta cod."
"Ooh, mau pulang bareng ga?"
"Uhmm, boleh deh."
"Yaudah ayo."
'Jeno, aku pulang bareng Yuna yaa' [kirim]
~~~
[21.00]
"Halo, Jeno?"
"Udah makan?"
"Udah, tadi beli nasgor di depan gang.
Jeno sendiri?"
"Hm, udah. Lu, besok selesai
kerja jam berapa?"
"Jam 9, kayak biasa. Kenapa?"
"Keliling bentar mau? Sekalian
ada yang mau aku sampein."
"Ooh, iya gapapa kok."
"Hm, besok aku izin bunda."
"Yup!"
"Good night."
"You too."
"Lulu.."
"Ya?"
"Love you."
"I know, love you too."
tut.
KAMU SEDANG MEMBACA
lantas; JENO
Teen Fiction[Perihal merelakan memang skenario yang tak bisa dipungkiri sakitnya, namun percayalah bahwa semesta akan memberi yang terbaik kelak] /start/ 28/05/21 /finish/ 04/06/21 hai! terima kasih sudah mampir di cerita membagongkan ini, happy reading:) -cooc...
