🎃
Sebelumnya …
------Yibo langsung saja menyemburkan susu yang dia minum, setelah mendengar keinginan kekasihnya. “Panda?”
“Iya,” jawab Xiao Zhan sambil menyudahi acara makannya.
Yibo mengecek ponselnya untuk mencari tahu cara memesan panda. “Kau yakin sayang,” tanya Yibo dengan wajah tidak yakin.
Xiao Zhan terlihat kesal, karena pertanyaan yang terus Yibo lontarkan. “Iya … Kenapa kau begitu cerewet,” keluh Xiao Zhan.
Yibo langsung mengarahkan ponselnya ke hadapan Xiao Zhan. “Mereka begitu besar. Bagaimana jika kita dimakan oleh mereka,” ujar Yibo sambil membayangkan hal itu.
Xiao Zhan memutar bola matanya, saat menyadari kebodohan Yibo. “Boneka!” guman Xiao Zhan lalu melangkah pergi karena merasa muak.
Yibo yang menyadari maksud Xiao Zhan langsung berdiri untuk menyusul kekasihnya.
“Astaga … Maaf sayang,” bujuk Yibo sambil memeluk tubuh Xiao Zhan dari belakang.
Xiao Zhan pun langsung berbalik untuk menatap wajah Yibo yang terlihat sedikit pucat. “Apa kamu demam?”
Yibo yang memang merasa kurang enak badan pun hanya mengangguk.
“Apa karena aku … Atau dosis yang kemarin malam,” tanya Xiao Zhan sambil mengusap kepala Yibo.
“Aku hanya lelah … Zhan Ge tidak perlu khawatir,” ucap Yibo lalu mengambil tangan Xiao Zhan dan menciumnya. “Aku harus pergi untuk mencairkan seluruh uang. Zhan Ge istirahatlah,” sambung Yibo.
Xiao Zhan hanya menjawab sambil tersenyum, lalu kembali melangkah menuju kamar. Agar bisa beristirahat.
“Jangan bukakan pintu untuk siapa pun,” perintah Yibo sambil mengambil jaket dan kunci mobilnya.
“Iya,” jawab Xiao Zhan dari tempat tidur.
“Aku pergi …,” Pamit Yibo sambil mencium kening Xiao Zhan, lalu pergi ke bank untuk mengambil semua uang yang sudah masuk ke rekeningnya.
....
Di tempat gelap, seseorang pria terlihat menghubungi anak buahnya untuk mendatangi rumah seseorang. “Akan aku kirimkan alamatnya, pastikan kalian menyiksanya sesuai perintahku” seru pria itu.
Lalu setelah sambungan terputus, ia menatap foto yang ada didepannya. “Kau harus membayar kematian Jin dengan penderitaan Xiao Zhan, Yibo,” kata Fei mafia terbesar di kota ini.
“Mereka sudah bergerak tuan,” ucap sekretaris Fei yang sengaja datang untuk mengabari tuanya.
“Dimana lokasi Yibo sekarang?” tanyanya sambil duduk di bangku.
“Dia sedang di Bank, kami akan menunda kepulangannya. Sampai rencana kita selesai, “ jelas wanita itu.
“Lakukan dengan benar. Karena, aku tidak ingin menerima kesalahan!” tegasnya lalu menyuruh wanita itu untuk pergi.“Baik,” jawab Sonya dan setelah itu, ia pun pamit.
“Ini akan menyenangkan,” duga Fei di dalam hati.

KAMU SEDANG MEMBACA
Strange Love || Yizhan
RandomLangsung baca aja! Yang homophobia harap menjauh 😎 Cr cover ; Exaaa thanks😍🤗