Decision & Choice

510 32 1
                                    

Ayah sedang duduk di meja kerjanya dan aku hanya diam menunggu nya bicara,kemana aku akan pergi?

Sungguh,keluar dari Amerika bukanlah hal mudah bagiku.

"Mandy,sudah Ayah putuskan kau akan berkuliah diluar Amerika." Ayah melepas putung rokok ditangannya dan mematikan asapnya.Membuangnya kedalam asbak.

Aku meremas rok dengan kedua tangannku.Entah apa yang akan ia lakukan padaku.Mengirimku ke Negara lain dan kota terpencil.Entahlah...

"Ya,aku tahu itu.Lanjutkan..."

"Yang jelas kau tidak akan ku kirim ke London."

Great! Ayah tidak akan mengirimku kesana karena One Direction,London,aku,semuanya berkaitan.

"Aku tahu kau tidak akan.Lalu kemana kau akan mengirimku untuk melanjutkan studi?"

"Kau boleh memilih tempat dimanapun kau mau.Pedesaan yang tidak terlalu kuno.Maksudku daerah yang bukan seperti...kau tahu?"

"Akan kufikirkan tentang itu.Kapan terakhir aku bisa memberi tahu mu tentang semua ini?"

"Besok kau bisa beri tahu Ayah dimana kau mau berkuliah.Di Negara mana,Universitas apa,dan tempat tinggal yang bagaimana."

"Deal.Aku harus segera ke kamar dan browsing untuk mencari tahu.Selamat malam."

Menutup pintu ruang kerja Ayah,aku pun menghela nafas dan beranjak ke kamarku.Lalu kemana aku akan pergi?Tidak ada kegiatan menjadi insider,tidak ada menonton konser The Boys,tidak ada meet up bersama teman internet.Lebih baik mati sajalah arghh!

Meninggalkan NYC,pergi ke tempat lain yang bahkan tidak pernah ku ketahui sebelumnya dan menjadi seorang mahasiswi di Universitas asing bukan hal mudah untuk dilakukan meskipun aku diberi pilihan untuk melanjutkan ke Universitas manapun di dunia ini ya,kecuali London Of Course...

Menaiki tangga dan memasuki kamar, aku membuka tas berisi laptop ku yang selama ini menjadi akses 'dunia' ku.Mencari Universitas-universitas terbaik di dunia dan kalau perlu aku akan pergi sangat jauh dari sini.Baiklah aku akan tetap bisa pergi menonton konser The Boys jika menyisihkan uang jajan ku selama kuliah dan pergi tanpa keluarga ku terlebih Ayah tahu.Mecari penelusuran di google,tampaknya tidak terlalu buruk untuk melanjutkan studi dan berkuliah di negara asing.

"Mandy! kau sedang mempersiapkan Universitasmu?" kakakku Dave muncul dari balik pintu.Dia sangat meyebalkan sama seperti hal nya Ayah dan Ibu.Ugh Dave,dengar ya...aku akan segera hengkang dari rumah ini dan kau tidak akan mengganggu aktivitas social media life ku lagi.

"Uhm,jangan ikut campur atau aku akan menendang bokongmu." ucapku sarkastik kepada Dave dan ia hanya menaikkan sebelah alisnya lalu menggulung tshirt nya dan memperlihatkan bokong nya.

Tertawa sinis dan melanjutkan pencarian Universitas ku lagi,Dave memasuki kamarku.

"Ternyata benar Ayah akan mengirim mu pergi jauh untuk ke Universitas? Hah ini balasan untukmu yang jarang belajar dan justru mengabdikan hidupmu pada lima laki-laki homo itu.Allie kau bah--"

Muak mendengar perkataannya aku memotong pembicaraan Dave, "Sudahlah kau urusi saja hidupmu bersama para jalangmu Dave,ck."

"Bagaimana pun aku ini kakakmu,kau seharusnya mendengarkan walaupun setitik dua koma.Dasar kau manusia.aneh.yang.fanatik." menceloskan apa yang difikirannya,itulah dia.

"Sebaiknya kau bahagia karena kita akan jarang bertemu bahkan sangat jarang.Tidak ada yang bisa kau ganggu setiap harinya.Kau cela,kau bully,apapun hal buruk yang kau lakukan padaku." tanpa melihat kearahnya,aku tahu perlakuannya selama ini yang bossy tidak diperuntukkan untuk menindasku.Yeah,itu adalah sikap yang wajar jika seorang kakak melakukan itu terhadap adiknya,kurasa.

Fangirl || n.hTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang