tadinya mau dua part aja, eh malah kepanjangan kubagi jadi tiga ya guys,
Enjoy ^^
"mom?"
"hai nak, dimana kau? ini sudah sangat larut."
"aku di tempat teman.... btw mom, mmm ada satu hal yang ingin kutanyakan padamu."
"ada apa? apa terjadi sesuatu padamu?" Ibunya bertanya cemas.
"Aku mencintain seseorang. Dan aku melakukan kesalahan" ucap Seulgi jujur.
"lalu?" ibunya menunggu apa yang akan anak semata wayangnya itu katakan selanjutnya.
"Dia ingin aku tinggal untuk menebus kesalahanku. Kau tahu aku masih...." Sesuatu seperti tercekat pada leher Seulgi ia menahan tangisnya. Ibunya langsung mengerti maksud dari anaknya tersebut.
"Hey nak. Maafkan aku. Apapun yang terjadi pada kami itu bukan salahmu. Jangan menyalahkan dirimu. Aku sudah berdamai dengan semuanya. Kita memang bisa melakukan kesalahan dimasa lalu, Aku, ayahmu dan kau. Tapi apapun itu jangan jadikan itu semua ancaman untukmu maju kedepannya. Harus ku akui memang sebaiknya kau tetap disini. Bukan karena aku ibumu dan pantas menyuruhmu melakukan apapun, ada baiknya kau mulai berdamai dan memaafkan ayahmu dan juga Jisoo."
"mom don't be sorry. it's not your fault."
"is it" ucap ibunya langsung menyanggah ucapan Seulgi "Aku bersalah membuatmu trauma, aku bersalah membuatmu melarikan diri. Tapi selagi aku masih hidup akan kubayar semua kesalahan itu dengan terus mendukungmu. Apapun keputusanmu jika dia yang kau cintai itu layak untuk kau perjuangkan jangan pernah kau lepaskan. Jangan lakukan kesalahan yang kubuat"
"Mom aku mencintaimu. sangat mencintaimu. Kau tidak perlu membayar apapun aku akan tumbuh layaknya wanita kuat sepertimu. Bye mom. I'm not going home tonight" setelahnya Seulgi menutup teleponya. Tepat pada saat itu Irene keluar dari kamarnya hanya menggunakan bathrobe, rambutnya setengah basah dan ia menjepitnya keatas hingga memperlihatkan lekukan leher jenjangnya Seulgi menjadi susah menelan salivanya melihat pemandangan surgawi itu.
"Apa aku mengganggu perbincanganmu." Irene tahu Seulgi baru saja selesai berbicara dengan seseorang melalu telepon karena ia melihat Seulgi menggenggam telepon tersebut. Dengan santainya Irene menuju kulkas untuk mengambil mineral.
"kau tahu berjalan keluar kamar hanya dengan pakaian seperti itu bisa membuat beruang kelaparan sepertiku menerkammu." Canda Seulgi dengan seringainya. Seulgi sama sekali tidak ingin menerkam Irene malam ini tapi entah kenapa dia merasa seperti Irene sedang memancingnya.
"coba saja kalau akau berani." ancam Irene.
Seulgi menghampiri Irene memandangnya dengan tajam, Irene menjadi susah menelan ludah karena tatapan itu baru kali ini ia melihat sisi dominasi Seulgi saat ini. Irene meneguk kembali minumannya dan meletakan botolnya di meja pantry sedang Seulgi berada diseberang hanya terus menatap wanita seputih susu itu ia menggerakan bola matanya mengikuti gerak leher Irene yang menelan minumannya.
"ekhem." Seulgi lalu mengalihkan pandangannya kearah botol dan lalu berkata "Aku bertemu Jisoo dua hari yang lalu."
Irene yang kaget berusaha tenang mendengar perkataan Seulgi ia menunggu apa yang ingin wanita monolid itu katakan.
"Ketika melihatnya rasa sakit itu masih ada Rene." Seulgi sedikit menghela nafas ia semakin mendekat kearah Irene yang diam bergeming. "Ia semakin cantik, tentu saja dan dia terlihat sangata bahagia. Aku kehilangan diriku lebih kurang dua tahun tapi, dia malah semakin indah." Seulgi terdiam sebentar memahami reaksi wajah Irene yang tidak bisa ia artikan sama sekali. Tapi Seulgi ingin jujur untuk memulai semua ini dengan benar. "Aku sudah memafkan sejak lama, tapi hari itu, itulah hari dimana aku merelakannya dan merelakan diriku. Aku ingin membebaskan diriku dari beban masa lalu untuk mengejar masa depanku dan itu Kau." Irene menahan tersipunya mendengar ucapan sang kasih lalu sedikit memalingkan wajah untuk menghindari tatapan intens Seulgi yang sejak kapan kini hanya berjarak beberapa sentimeter dari dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Short story (fanfic)
Fanfiction#1 Amnesia "Tentang Seulgi yang ingin melupakan Irene" #2 Just a Simple Things "hal-hal kecil yang selalu Irene lakukan untuk Seulgi membuatnya menyadari hal dalam dirinya terhadap sahabatnya itu" #3 Begin Agaian "Seulgi sudah salah menilai cintanya...
