Begin Again - part 2

254 35 3
                                        

hai sorry ya kelamaan part 2 nyaa,, karena kelamaan ditinggalin jadi bingung sendiri kelanjutnya...

enjoy guys ^^



"Seulgi" Irene terperangah melihat Seulgi berada di depan gedung apartemennya setelah Irene melihat kepergian Wendy yang sudah mengantarnya. Seulgi tersenyum miring.

"kaget liat aku disini? ketahuan selingkuh kamu sama perempuan lain. Itu alasan kamu sering ke apartemen aku dan aku ga boleh ke apart kamu?" Seulgi bukannya menyapa Irene dengan sambutan pelukkan hangat tapi semua tuduhan yang ia terima. Alasan Irene tidak ingin Seulgi menjemputnya di kantor dan mengantarkannya ke apartemennya karena itu pekerjaan yang sia-sia. Seulgi harus bolak balik dari apartemennya ke kantor Irene dan kembali lagi ke apartemen Irene dan lagipula Seulgi selalu bekerja hingga larut malam Irene tidak ingin wanita itu kelelahan. Tapi, Seulgi menanggapi dengan sikap yang lain. Saat ini Irenepun sama lelahnya jadi ia tidak menanggapi dengan baik pula perubahan sikap Seulgi.

"apa? selingkuh? yang bener aja? kamu sadar gak kamu ngomong apa. Aduh Seulgi please aku lagi capek banget tadi lembur dan aku gak mau kamu mikir macam-macam jadi lebih baik kita masuk ayo istirahat." Irene mencoba bersikap bijak dan tenang karena ia berumur lebih tua dari Seulgi jadi dia tahu saat ini jika dia menanggapi Seulgi maka tidak akan ada yang beres malam ini.

"capek kamu bilang? aku jauh-jauh kesini buat ketemu kamu trus kamu bilang capek?"

"ya itu dia alasan aku tidak mau kamu kesini. Karena kamu pasti capek kalau harus kesini. Apartemenku jauh dari tempatmu. dan kau pulang kerja selalu tengah malam, makanya aku yang selalu ketempatmu. kamu sadar gak sih" Irene masih memelankan nadanya walau sekarang mereka saling menanggapi dengan tatapan dingin.

"kamu bilang cuma ada kita. tapi siapa perempuan yang meluk kamu tadi kayanya kalian sangat dekat. ha? kalau udah punya yang lain bilang aja. Kita ga usah kaya gini lagi kan?"

"eh gimana maksudnya? kamu mau aku gimana? gak punya teman dan cuma mandang kamu? dan satu lagi lihat sesuatu itu jangan setengah-setengah, Wendy cuma nolongin aku dia nganter aku pulang dan pelukan yang kamu lihat itu karena aku hampir .."

"ga usah kamu jelasin rene, aku udah lihat semua."

"Terserah kamu Seulgi, aku capek dan mau istirahat, kalau kamu mau masuk ayo kalau gak yaudah." Irene berjalan melewati Seulgi dengan sisa-sisa tenaganya ia benar-benar penat saat ini dan bukannya pelukan yang ia dapat malah tuduhan yang tidak jelas. Lagian juga dia berhubungan dengan siapapun bukan urusan Seulgi toh mereka bukan pasangan.

Seulgi hanya melihat Irene berlalu, sakit rasanya saat ia mulai membangun perasaannya lagi tapi dikhianati lagi. Ada apa dengan hidupnya kenapa semua orang hanya ingin mengkhianatinya. Hujan mulai turun dan Irene mendengar suara rintik itu tapi dia tidak melihat Seulgi mengikutinya kedalam apartemen dan Irene berpikir mungkin Seulgi sudah pergi ia masuk kedalam lift dengan perasaan yang menganjal kenapa Seulgi bisa tiba-tiba menuduhnya seperti itu sebenarnya kenapa dengan wanita yang ia cintai itu. Kenapa ia salah paham dengan Wendy.

***

Dua bulan berlalu tanpa kabar apapun dari Seulgi dan Irene pun juga sibuk dengan sidang thesisnya. Hingga akhirnya muncul pengumuman kelulusan. Irene sudah lulus dari sidang pasca sarjananya dan ia ditawarkan bekerja tetap diperusahaan tempat dia magang. Tapi, irene sudah punya niat lain dan menolak pekerjaan itu. Ia akan kembali ke Korea.

Terakhir kali ia bertemu Seulgi adalah malam dimana Seulgi menuduhnya tanpa alasan yang jelas. Seulgi marah? tidak, lebih tepatnya itu tatapan kecewa. Irene ingin menjelaskan semuanya tapi Seulgi tidak memberi kesempatan sama sekali. Dari mulai apartemen Seulgi yang merubah pinnya hingga saat Irene mencoba untuk menemuinya di restonya Seulgi selalu menghindar dengan alasan pekerjaan tidak bisa ditinggalkan. Irene tidak bisa menunggu lama karena ia berkutat dengan thesisnya. Ia hanya berpikir mungkin ini saatnya ia fokus pada kuliahnya dan menyelesaikannya. Waktu berjalan tidak terasa Irene terbiasa sibuk dengan urusan kampus yang padat dan melupakan sejenak masalah dengan Seulgi. Tapi hari ini saat malam pengumuman kelulusannya ia tahu ia harus menyelesaikan sesuatu terhadap Seulgi. Memang mereka tidak punya hubungan khusus apapun tapi mereka pernah dekat dan pernah merasa saling memiliki atau hanya Irene saja yang merasakan itu. Jadi, hari ini ia berniat menunggu Seulgi didepan pintu apartemennya hingga wanita monolid itu pulang bekerja.

Short story (fanfic)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang