Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
SEO (lee) YOUNG HEUM (TEN LEE)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-----oOo-----
Langkah kecil itu terlihat sedikit berlari meninggalkan bunyi desakan antar sol sepatu dan alas marmer koridor, meski mendapat beberapa lirikan mata sinis diacuhkannya begitu saja.
BRAAK!
Laki-laki mungil baru saja membanting pintu dengan begitu keras, meninggalkan kesan berisik yang tak sopan.
"Lee young heum, tata krama mu?"
"Maaf, maafkan aku." Ia membungkuk ribut dihadapan orang-orang yang menatap wajahnya dengan pandangan tak profesional.
Johnny Seo, selaku ketua rapat dalam proyek ini mendengus tertahan. Bukan kali ini ia merasa begitu muak dengan tingkah ceroboh bawahannya. "Kemarikan!" Titahnya.
Ten mengangguk dalam ringisan, memberikan laporan yang ia kerjakan semalam tanpa tidur, pasalnya ia pasti akan kena amukan lagi dalam.
"Lee Young Heum, kau sedang mengujiku?"
Sekarang.
PLAAK!
Ten meringis ngilu saat pipinya terasa berdenyut dan panas, ia baru saja ditampar oleh atasannya sendiri. Beberapa orang meringis dan tak banyak juga yang tertawa singkat sembari merunduk.
"Maaf, aku tak sengaja menjatuhkan selagi berlari kesini. Aku tak mendapat bus mak—"
"It's not my problem." Ujar Johnny sarkastik. Ia mendekat, cukup geram dengan tingkah Ten yang membuatnya begitu dilanda emosi.
PLAAK!
Johnny kembali menampar Ten dengan cukup keras hingga si lelaki cantik itu limbung, laki-laki bongsor itu tak peduli jika seluruh rekan bisnisnya memperhatikan dirinya yang sedang meluapkan amarahnya, dengan cepat Ten segeralah berdiri tegap dengan wajah tegak.
"Kau tau kesalahan mu?"
Lirikan mata Ten bersitatap dengan Johnny, ia mengangguk mantap. "Aku minta maaf, tuan." Ten membungkuk setengah badan.
Tapi belum sempat Ten berdiri tegak, Johnny sudah lebih dulu meninju dadanya hingga Ten tersungkur dilantai.
"Rapat ditunda, sekarang kalian keluar dari sini, kecuali Lee Young Heum." Johnny berteriak, melonggarkan dasinya yang terasa mencekik lehernya.
Tanpa menunggu aba-aba semuanya berlalu tanpa bantahan. Meninggalkan Ten dan juga atasnya; Johnny Seo.
"Berdiri!"
Ten berdiri walau sedikit tak seimbang, ia menunduk tak ingin bersitatap dengan mata dingin itu, terlalu kuat dan mengintimidasi.
Kerah kemeja Ten ditarik hingga ia berjinjit dengan sempoyongan, Johnny membanting tubuh Ten dengan keras pada lantai hingga berbunyi debaman yang cukup keras.
"Sifat ceroboh yang membuat aku ingin sekali membunuhmu." Desis Johnny tajam, Ten tak melawan dirinya sadar jika ia salah dan lalai.