26. Worst Day Ever

43K 7.3K 709
                                        

I love you and i miss U
Lagi lagi kutak bisa tidur
Lagi lagi kutak bisa makan

"Jangan itu ah lagunya! Alay lu kayak jamet!!" protes Vano pada Leon saat cowok itu memilih lagu permainan dance di timezone. Leon memilih lagu Remix yang biasa disetel anak-anak TikTok.

"Ini asik anying, bukan jamet. Buat seru seruan doang elah," kata Leon.

"Minggir ah, gua aelah yang milihin. Nah mending ini ae," Vano menyelak Leon dan memilih lagu yang berbeda.

Anjim anjim anjim banget
Anjim anjim banget

"Itu lebih alay bazeengg!!!" sorak Leon, Rendy, Zakry, Gio dan Cheryl serempak.

"Apasi chei ngikut ngikut ae? Cepet ikut joged sini," suruh Vano.

"Hah apaansih? Gak!!" tolak Cheryl. Tapi Leon langsung menarik tangan Cheryl dan menyuruhnya naik keatas panggung dance. "Sini ah!"

"Apasii gue gabisa joget!! Gamauu!" teriak Cheryl sambil melotot ke Leon. "Le, lepasin gak lo?"

"Heh anjing, apa apaan lo megang-megang bini gue?! Mau mati hah?!!" sentak Gio seraya menepis tangan Leon hingga meleyot.

"Arrghhh!! S—Sakit bang!!"

Gio pun menarik Cheryl agar turun dari panggung. Dia menatap Cheryl dari dekat sambil merangkulnya. "Kamu mau main basket by? Atau photobox? Hmm? Aku temenin hayuk."

"Pret. Bucin mulu lu bang ah," Leon, Vano, Zakry dan Rendy melirik Gio dengan sinis.

Cheryl tersenyum dan mengangguk cepat. Tentu saja dia lebih merasa nyaman dan aman bersama suaminya. "Iya mau, aku mau! ayo by-"

"Gua ikut woy!" seru Vano.

"Gausah ikut-ikut babi!!" umpat Gio.

"Ayok woy semua ikut! Jangan biarkan Bang Gio berduaan!" ajak Leon pada teman-temannya.

"Ayok! Ayok!"

Sementara Kila hanya duduk di kursi berbentuk buaya dipojokan sambil memperhatikan mereka yang sedang asyik-asyiknya main basket bersama.

Hanya dirinya yang tidak dianggap disini.

"Kila."

Vano yang baru saja selesai main menghampiri Kila dengan wajah iba.

"Kil, ayo dong jangan ngambekan kayak gini. Lo main juga gih. Nih, beli koin, main gih," kata Vano sambil memberi sejumlah uang pada Kila.

Kila tidak bisa berkata apa-apa, dia kecewa. Dia hanya menerima uang itu dan mengangguk, lalu Vano kembali berkumpul dengan Leon, Zakry, Rendy, Gio dan Cheryl yang sekarang sedang masuk ke photobox. Mereka bahkan tidak mengajak Kila sama sekali.

Kemudian, Kila pun berjalan keluar dari timezone, memesan ojek dan pulang ke rumah Vano sambil menangis.

Apa dia yang terlalu baperan?

***

Kila benar-benar apes kali ini. Bisa-bisanya dia pulang ke rumah Vano sementara kuncinya ada di Vano. Memalukan saja.

Kalau begini caranya, seharusnya dia tidak kabur dari rumah dan nekat ke rumah Vano.

Semua perjuangannya selama ini hanya menambah penyakit saja.

Tiba-tiba suara knalpot motor yang berisik mengagetkannya. Kila menengadah, dan hatinya mencelos begitu menemukan Vano yang mendadak memarkir motornya didepan rumahnya dan langsung masuk ke teras dengan wajah panik.

"Kila!!" teriak Vano, lalu mendekati Kila dan menggenggam kedua tangan cewek itu yang dingin, sangat dingin seperti es.

Seharusnya di saat Vano menyentuhnya seperti ini Kila luluh. Namun kali ini rasanya ia malah ingin menggampar lelaki itu.

"Lo kenapa sih pulang sendiri? Ini udah hampir tengah malem, bahaya!!" ujar Vano dengan nada tinggi yang kedengaran seperti membentak. Dan itu membuat suasana Kila bertambah kacau.

"Gausah pegang-pegang!!" pekik Kila seraya menepis tangan Vano. Nafas Vano tercekat, menatap Kila dengan panik.

"Kila. Lo kenapa sih?"

Kila mengangguk lemah, kedua matanya berkaca-kaca. "Cheryl bener, Van. Gue emang.. mau berduaan aja sama lo. Karena gue masih sayang sama lo. Sayang banget. Sampe sekarang gue belum bisa ngelupain lo. Belum bisa nerima kenyataan kalau kita udah pisah dan lo udah gaada rasa lagi sama gue. Maafin gue kalo gue egois."

Grep!

Kila tersentak ketika tiba-tiba Vano menarik Kila ke dalam pelukannya yang erat. Sangat erat seakan lelaki itu tidak ingin melepaskannya.

"Kenapa.. lo meluk gue, Vano?" gumam Kila refleks.

"Tubuh lo dingin," bisik Vano. Masih menahan perasaannya. "Nanti lo sakit."

Air mata Kila menetes. Pertahanannya mulai melemah karena pelukan Vano terasa semakin erat dan membuat suhu tubuh Kila yang semula dingin menjadi hangat. Nyaman sekali. Tidak ada alasan bagi Kila untuk menolaknya.

"Maaf, Kil.." Vano melepas pelukannya perlahan, menatap Kila yang hanya setinggi dadanya itu dengan sayu. "Maafin gue yang udah ngerjain lo habis-habisan hari ini.. Happy birthday My Kila."

Sarah spontan terbelalak mendengarnya dan hendak teriak saking kagetnya. Tapi sebelum dia melakukannya, suara cowok yang sangat cempreng terdengar didepan rumahnya.

"HAPPY BIRTHDAY KILAAAAA!!!!"

Kila refleks melepas pelukan Vano dan tersenyum lebar begitu melihat Leon, Zakry, Rendy, Gio dan Cheryl ada di depan rumah Vano sambil membawakan kue ulang tahun bertema we bare bears berhiaskan lilin berbentuk nama 'HBD KILA'. Sementara Cheryl membawa boneka white bear yang super besar untuknya.

Mereka benar-benar mengerjai Kila.

"Huwaaaa kalian jahaaatt!!!!" teriak Kila spontan sambil menutup wajahnya yang basah dengan kedua tangannya, Rasa terkejut, lega dan bahagia bercampur menjadi satu hingga air matanya tak terbendung lagi.

"Ahahaha maafin kita ya, Kak Kil. Gua gak tega ngacangin lu tadi sebenernya. Tapi ini semua ide Vano," kata Zakry. "Dia juga yang nyuruh Kak Chei buat marahin lo Kak. Untung Kak Chei baik."

Cheryl tertawa. "Hehe maaf ya Kila. Adek ipar gue emang gaada akhlak."

"Gua juga cuma pura-pura gak peduli sama lu. Tapi sebenernya dalam hati, gua sangat peduli sama lu, Kak," tambah Leon sok dramatis.

"Apasi anjing sok asik," sindir Vano kesal seraya melirik Leon sinis.

"Jahaaaaatt bodo amat kalian semua jahaaaatt!!!" teriak Kila sambil menangis, namun yang lainnya malah tertawa terbahak-bahak.

"Udah, udah ngambeknya. Tiup dulu dong lilinnya," suruh Cheryl sambil menyingkirkan tangan Kila dari wajahnya. Kila terpaksa meniupnya, lalu kembali menutup wajahnya yang bersimbah air mata.

"Iiishh!! Ga akan gue maafin lo Vano!! Gak akan!! Gue ngambek selamanya!!!" pekik Kila sambil memukul-mukul Vano.

Namun Vano menahannya tangan Kila sambil tersenyum miring. "Kalo gue jadi suami lo, lo mau maafin gue ga?"

Seketika ribuan kupu-kupu berterbangan di perut Kila. Dia.. tidak salah dengar kan? "A—Apa?"

"Gajadi lo budeg," ledek Vano membuat Kila memukulnya sekali lagi.

"SIALAN, VANO KANG PHP!!! ASU!!" umpat Kila refleks.

"Ngomong kasar gue usir nih."

"Eh jangan dong ayang! ASU itu artinya Aku suka U."

"Bisa aja ngelesnya."

"Itu beneran, bukan ngeles! Gue beneran suka sama lo!!"

"Enteng bener tuh mulut."

"Emangnya mulut lo ngucapin Love you too aja susah!!"

"Gue cium ya songong sekali lagi."

"Hah?!"

"Pake bibir bebek tapi."

"MANTAN SIALAN!!"

"I still love you, but i can't show it anymore, Kila." batin Vano.

Under The Same Roof [Hiatus]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang