12. Kenyataan Pahit

63.6K 11.1K 2.1K
                                        

VANO yang sedang fokus bermain Valorant di komputernya langsung istighfar begitu merasakan sepasang tangan melingkar di lehernya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

VANO yang sedang fokus bermain Valorant di komputernya langsung istighfar begitu merasakan sepasang tangan melingkar di lehernya.

"Lagi ngapain sih sampe dari tadi gue ngomong dikacangin?" tanya gadis yang merangkulnya sambil menaruh dagu di kepalanya itu.

"Lo liat aja sendiri. Punya mata kan?" Vano menepis tangan Kila kasar. "Minggir ah!"

"Gue boleh ikut main ga, Van?"

"Kaga."

"Kalo pangku boleh?"

"Kaga.

"Ih! Pangku doang ga ngerecokin, sumpah!"

Kesabaran Vano sudah habis. "Kila, lo—"

Dengan lancangnya Kila duduk di atas pangkuan Vano. Cowok itu menatapnya horror dan nyaris melontarkan kata-kata kasar namun suara pintu rumah yang dibuka mengagetkannya lebih dulu.

"ASTAGFIRULLAHALADZIM!! L—LO.. LO BERDUA KUMPUL KEBO??" teriak Gio yang tiba-tiba masuk rumah dan menggerebek mereka berdua. Abangnya itu datang bersama istrinya, Cheryl.

"Kaga Gi, kumpul sapi." jawab Kila malas namun detik berikutnya kemudian terpekik karena Vano mendorongnya sampai hampir jatuh.

Vano memalingkan wajahnya malu. Padahal terakhir kali bertemu Gio ia sudah berjanji berhenti berhubungan dengan wanita dan tobat. Tapi ia malah melakukannya lagi.

Cheryl, perempuan bersurai panjang dengan pipi chubby itu menatap Kila dengan berbinar-binar. "Eh Kila? Sejak kapan lo di sini? Kalian balikan?"

"Engga cuma main aja," Kila melirik Vano sambil berbisik. "Balikannya nanti kan Van, di pelaminan?"

Cheryl terkekeh gemas melihat mereka berdua. "Oh gituu? Aduhhh ditunggu undangannya yaaa,"

Well, itu hanya akting. Padahal sebenarnya Cheryl yang malah ngasih Kila ide pura-pura diusir dari rumah dan numpang di rumah Vano.

"Mantapp, pepet terus jangan kasih kendor!" bisik Cheryl heboh.

"Siap, siap!" balas Kila.

"J—Jadi gini, Gi," Vano menjelaskan dengan hati-hati. "Kila diusir dari rumahnya. Dia gak tau mau tinggal di mana, jadi gue bolehin tinggal di sini sementara sampe ortunya nyari dia,"

Gio menghela napas. "Ya udah gapapa, asal jangan lo buntingin aja anak orang,"

"Yah, padahal kalo dibuntingin lebih bagus biar bisa langsung nikah," batin Kila.

"Lo sendiri ngapain di sini?" tanya Vano pada Gio.

"Istri gue ngidam liat sarang laba-laba di kamar gue," jawab Gio membuat Vano dan Kila ternganga.

"Udah by, ke kamar aku aja yu." ajak Gio sambil merangkul Cheryl ke lantai 2.

"Kalo mau khilap jangan kasar-kasar. Kamar lo kaga kedap suara inget. Ntar si Kila denger tegang lagi." peringat Vano.

Kila spontan memukul lengan Vano. "Ogeb, emangnya gue cowok apa?"

"Kaga, tapi kelakuannya kaya cowok."

"Dari mananya?!"

"Kalo lo emang cewe lo yang dikejar, bukan lo yang ngejar."

Jleb.

"Udah sana mending lanjutin skripsi. Dari kemaren leha-leha mulu kan lo." suruh Vano.

"Mau nge uwu dulu kaya Gio sama Chei, Van. Boleh ga? Baru abis itu janji lanjutin skripsi!" bujuk Kila dengan puppy-eyes mautnya.

"Ck. Ngadi-ngadi lo, Kil."

"Van, ih pengen kaya Gio sama Cheii!"

Vano melirik Kila sinis. "Mereka suami istri. Lo sama gue ga ada hubungan apa-apa. Paham?"

"Yaudah kalo gitu kita jadi suami istri aja! Kita nikah sekarang!" paksa Kila. Gadis itu membuka aplikasi WA dan menghubungi seseorang.

Vano menatapnya curiga. "Mau ngapain lo?"

"Nyuruh Leon jadi penghulu," jawab Kila membuat Vano terbelalak. "Nanti dress-nya biar Chei yang nyari, terus Yura jadi makeup artistnya,"

"Ck. Jangan gila lo Kil!!"

"Van, ih! Gue pengen kayak mereka!!"

"Tapi gue gamau nikah sama lo, Kila."

Wajah Kila berubah muram seketika.

"K—Kenapa?" tanya Kila getir. "Kenapa gamau?"

"Pas kita pacaran lo pernah bilang kita bakalan nikah..,"

"Kila," potong Vano. Ekspresi cowok itu berubah serius membuat Kila semakin sakit melihatnya. "Lo bisa gak gausah bahas yang udah lama?"

"Itu cuma rencana, sekedar bayangan aja. Rencana bisa berubah kapan aja, bahkan dibatalin pun bisa. Sekarang sama dulu beda, sekarang kita udah pisah. Dan rencana itu BATAL. Udah gaada." tegas Vano.

"Lupain kenyataan kalo kita pernah rencana mau nikah. Kita udah beda."

Under The Same Roof [Hiatus]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang