Caca. Cewek gemes yang baru beres semester 4 punya temen gemes yang tidak lain dan tidak bukan ya pacarnya dia. Pacar Caca namanya Nathan, sama-sama semester 4 dan otw semester 5.
Caca kenal Nathan sejak pertama masuk kampus kesayangannya. Caca Nathan satu kelompok waktu ospek dulu dan Caca naksir Nathan karena Nathan cowok tertinggi di kelompoknya.
"Tinggi kamu berapa? 167?" Kata Nathan.
"Bukan, Caca 150 kok." Kata Caca.
"Bohong. Caca cewek paling tinggi di kelompok kita tau." Jawab Nathan.
"Hehehehe iya, makanya susah cari pacar yang lebih tinggi dari Caca." Curhat Caca.
"Nathan paling tinggi di kelompok kita, pacaran aja sini, nanti sama-sama tinggi anaknya pasti lucu." Canda Nathan sambil ketawa renyah.
Terus, Nathannya bercanda aja tapi ya namanya cewek, jadinya kepikiran terus dan akhirnya jadian.
Caca Nathan udah 4 semester barengan tapi anehnya mereka ga pernah bosen satu sama lain. Setiap hari ada aja bahasannya dan keseharian mereka bener-bener full of loves.
Nathan sendiri Caca panggil Ian. Ga tau kenapa. Padahal kalau dipikir lagi, Ian ke Nathan jauh banget.
Tapi, karena namanya juga sayang. Nathan seneng-seneng aja dipanggil Ian.
Caca kalau ke Ian senengnya manja-manja karena Ian udah Caca anggap kaya rumah. Begitu juga Ian ke Caca, seneng banget manjain dan seneng babying Caca padahal kan aslinya mereka adults.
Fyuh. Emang budak cinta yang kasmaran gemes banget. Ga kuat.
Malem ini Caca ga bisa tidur dan Ian langsung ajak Caca teleponan.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"Cacaa, kenapa belum bisa tidur?" Ucap Nathan sebagai pembukaan.
"Ngga tau Ian, Caca kayanya kangen kamu deh, jadi ngga bisa tidur huhu." Jawab Caca.