Happy Reading
🍁🍁🍁🍁
Disebuah SMA Garuda Bangsa tepatnya dikelas XII ipa 4.Semua siswa dikelas itu sedang menikmati jamkos.Dan kesempatan itu mereka gunakan untuk bermain game dan menonton vidio.Bahkan kegiatan itu mereka lakukan setelah tiga puluh menit mengerjakan tugas mtk dari guru yg tidak hadir dikelas mereka hari ini.
Brak
"Anjiiir,gila banget tuh orang main bunuh bunuh aja"emosi Sarah orang yg menggebrak meja
"Ntah tuh,mana yg dibunuh temannya sendiri lagi"Anita ikutan emosi.
"Namanya juga psycopat pasti bunuh oranglah. Amit amit gue punya teman psycopat.Bisa bisa gue dibunuh kayak gitu juga"ucap Devi memukul meja dan kepalanya pelan.
"Tanpa sadar lo udah temanan sama seorang psycopat kali"cetetuk Rangga sambil memainkan game.
"Maksud lo?"tanya Devi bingung.
Semua siswa yg tadinya sibuk dengan kegiatan masing masing.Kini semuanya malah menghentikan kegiatan mereka dan melihat kearah Rangga untuk mendengar ucapan Rangga selanjutnya.
Rangga yg merasa dirinya dilihat oleh teman temannya langsung melihat kearah semua teman kelasnya itu seraya memasukkan ponselnya kedalam saku celana.
"Iya,gue gak bohong.Bukan hanya Devi yg berteman sama psycopat tapi tanpa sadar kalian semua juga berteman sama dia karna dia juga sekolah disini"Rangga langsung melipat kedua tanganya didada dengan santai. Sedangkan semua teman kelasnya tidak ada yg percaya dengan ucapannya barusan.
"Heh dugong!,kalau ngomong itu yg bener napa.Kita kan gak pernah dekat sama kelas lain.paling itu juga cuman nyapa doang.Lagian nih yah lo kan tau sendiri kalau kita selalu bareng.Jadi mustahil kalau kita punya teman psycopat.Kalau pun iya berarti psycopatnya ada diantara kita"sewot Indra.
"Psycopatnya memang ada disini kok" Rangga membenarkan.
"Dari mana lo tau?kok lo yakin banget"ucap Alvin penasaran.
"Iyalah gue yakin banget.Orang dari tadi kalian ngomong langsung sama psycopatnya" ucap Rangga santai membuat mereka serempak bicara.
"Berarti lo dong psycopatnya!"yg diangguki langsung oleh Rangga. Sedangkan mereka menggelengkan kepala tanda bahwa mereka tidak percaya.
"Becanda lo gak lucu Ngga.Lo pasti lagi ngeprank kita kan?.Tunjukin dimana kameranya"Devi langsung mencari kameranya begitupun dengan yg lain. Karna biasanya si Rangga itu kadang kadang ngeprank mereka tiba tiba.
"Terserah kalian kalau gak percaya. Tapi gue kasih tau ya sama lo pada.Kalau gue hitung nih udah banyak korban yg gue bunuh.Mungkin lebih dari seratus.Itu pun karna mereka duluan yg ganggu gue. Kalau mereka gak ganggu mungkin gue gak akan senekat itu untuk bunuh mereka"teman sekelas Rangga seketika menegang karna ucapan yg dilontarkannya.Apa dia benar seorang psycopat atau bukan pikir mereka.
Rangga yg melihat teman sekelasnya terdiam langsung bersuara."Gini aja, gue bakal ceritain ke kalian kronologi kenapa gue terpaksa jadi psycopat, gimana?.Tapi kalian gak boleh ceritain ini kesiapapun.Cukup kita aja yg tau. Dan kalau gue denger ada yg tau kalau gue psycopat selain kelas ini.Ucapkan good bye" ucap Rangga dengan senyuman mengerikan. Semua temannya langsung menganggukkan kepala mereka takut.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALZA (Tahap Rombak Ulang )
Ngẫu nhiênWARNING!!! NOT B×B!!! REAL BROTHERSHIP! "Jadikan gue dan mereka sebagai tempat lo pulang sebanyak apapun luka yg lo bawa" "Kalo tempat pulang itu yg justru memberikan luka yg paling dalam gue harus apa? " "Terima kasih karna telah mengajarkan kami...
