Viona menghampiri Kak Dito di kelasnya
"Kak makan siang bareng yuk di kantin" ajak Viona
"Yuk" ucap Kak Dito dengan tersenyum pada Viona
"Nanti mau pulang bareng ga sama kaka?" lanjut Kak Dito malu-malu
"Boleh kak" jawab Viona
"Berani banget sih tuh cewe" ucap cewe-cewe yang dikelas itu sambil memperhatikan mereka
"Ganjen banget tu cewe" lanjut geng cewe di kelas itu
"Itu pacarnya kali, cantik banget soalnya"
"Iya kali, biasanya Dito ga mau di ajak pulang bareng, ini malah dia ngajak cewe itu"
"Udah lah pergi yuk, kita nambah panas kalo disini"
"Iya bener yuk"
Saat geng itu pergi Gio datang ke kelas Kak Dito
"Heh Dito..." ucap Gio yang tiba-tiba datang
"Lo Gio, ga sopan banget ya" ucap Kak Dito
"Hehehe maaf kaka Dito yang ganteng" ucap Gio dengan lebay
"iiuuhh" ucap Kak Dito jijik saat mendengarkan perkataan lebay Gio
"Hahaha" ketawa mereka bertiga
"Udah yuk kita ke kantin" ajak Gio
"Yuk" ucap Viona dan Kak Dito
Mereka beranjak dari kelas itu dan pergi ke kantin, di pejalanan menuju kantin mereka bertemu dengan Rendi
"Heh Gio, urusan lo sama gue belum selesai ya" ucap Rendi yang sangat membenci Gio
"Urusan apa Gi?" ucap Viona
"Lili masih aja ganjen sama gue" ucap Gio
"Sembarangan lo ngomong, lo yang udah pelet dia kan dan goda-godain dia"
"Buat apa gue godain Lili kalo sebelah gue aja lebih cantik dari pada Lili"
"Lo Bener-bener yaa, ngatain Lili jelek"
"Gue ga ngatain, emang faktanya gitu"
"Heh pergi lo, jangan buat keributan disini" ucap Kak Dito yang kesal mendengar debat mereka
"Ehh maaf kak, saya pergi dulu" ucapnya dengan ketakutan dan beranjak pergi
"Wihhh Dito lo hebat, bisa buat dia ketakutan kek gitu" ucap Gio terkagum-kagum
Kak Dito tak mengubrisnya dan melanjutkan jalannya ke kantin
"Ayo Vi" ajak Kak Dito
Viona melihat Gio, merasa kasian melihat Gio yang di cuekin
"Ish gue di cuekin, oiii Dito jangan tinggalin gue" Ucap
"Kak itu apa?" ucap Viona yang melihat sesuatu dari kegelapan di suatu ruangan sekolah
"Ituu Dira" ucap Gio
"Iya itu Dira"
Dira tersenyum dan menundukkan kepalanya bertanda berterima kasih dan perlahan menghilang
"Dia berterima kasih pada kita, sekarang pasti arwahnya udah tenang" ucap Kak Dito
"Iya dia udah tenang di alam sana" ucap Viona
Mereka melanjutkan perjalanan pergi ke kantin
****
Sepulang sekolah...
"Vionaa ayo pulang" ajak Kak Dito yang memanggilnya dengan halus
"Iya ayo pulang, lo ini ga tau waktu, selalu diem di perpus padahal bell pulang udah dari tadi bunyi"
"Hehehe maaf, ayo pulang"
"Gio sana pergi, kita berdua mau pulang berdua"
"Ish" ucap Gio dengan kesal
"Udah lah Kak, ajak aja Gio, jadi kita bertiga pulang bareng"
"Kalo tadi gue ga ketemu dia di lorong, ga mungkin dia ikut sekarang"
"Lo harus iklas gue ikut hahaha" ucap Gio dengan tertawa mengejek
"Ishh lo iniii"
"Kak Dito, Gio, apa itu?"
"Kamu liat apa Vi"
"Ituuu ituuu ada lelaki berseragam seperti kita tapi kepalanya berlumuran darah" ucap Viona sambil ketakutan
"Ehh iya, dia berjalan terus kesini" ucap Gio yang melihat sosok itu terus menghampiri mereka
"Ayoo lariii" ajak Kak Dito
"Tunggu!!" ucap sosok itu sambil menggeram
Mereka bertiga lari ketakutan keluar sekolah...
"Ish kenapa tu lari-lari" ucap Jaka Satpam junior disana yang melihat mereka bertiga berlarian keluar gerbang
"Biasa itu ka, murid-murid lari kek gitu di sekolah" ucap Pa Uun
"Iya pa"
🎃🎃🎃
Terima kasih kepada teman-teman yang sudah mendukung cerita aku sejauh ini dan dukung terus cerita-cerita aku selanjutnya yaa
Sampai jumpa di cerita selanjutnya
👋👋👋dadah
KAMU SEDANG MEMBACA
Give Me A Hand √
HorrorSebelum baca jangan lupa follow dulu ya😊 Menceritakan tentang tiga seorang siswa Gio, Dito, Viona yang terjebak di sekolah yang menyeramkan dan mengungkapkan misteri dibalik sekolah itu. Akan kah mereka mengungkap misteri di balik sekolah itu? Ba...
