Saat itu, Mashiho tersenyum ke arah kami, melambaikan tangannya, dan tertawa riang. Aku tidak menyangka dia akan mengucapkan keputusan yang paling menyakitkan. Katanya, semua memang akan terjadi meskipun pihak manapun menolak; yang pergi pasti akan pergi. Dia tidak tahu caranya untuk kembali lagi.
Dia memutuskan untuk kembali ke Jepang, tanpa memberitahu kami jika akan pulang, serta berkarya mengejar segala mimpinya.
Pada akhirnya, dia benar-benar menghilang. Mashiho kami pergi dengan segala keputusannya yang telah dibahas secara serius bersama agensi kami. Mashiho tercinta, dimanapun kamu berada, dukungan para penggemar akan selalu ada.
Senyumannya yang menggemaskan, ucapannya yang mengundang tawa, tak akan kami lupakan. Teruslah bersinar; kau adalah sumber cahaya bagi mereka yang membutuhkannya.
Kami memang berantakan saat kehilangan dirimu, tapi kami tidak bisa melakukan apa pun untuk menahanmu agar selalu di sini. Semua mengenai keputusanmu, dan kami semua menghormatinya. Meskipun pada akhirnya tetap menyakitkan.
Aku masih ingat air mata Asahi yang menetes. Dia adalah seseorang yang paling kuat di mataku. Namun, saat Mashiho memberitahu kami semua bahwa dia akan pergi, air mata Asahi benar-benar mengalir deras.
Jangan tanyakan bagaimana keadaan Haruto setelah diberitahu seperti itu. Dia menangis paling keras, dan aku segera memeluknya dengan erat, mengucapkan banyak kata maaf karena aku sendiri tidak bisa menguatkannya. Di sini, kami semua sama-sama kehilangan sosok permata.
Jihoon berlari ke arahku, menangis sesenggukan, mengucapkan banyak hal yang membuat air mata menetes.
Saat-saat itu terjadi, aku sendiri tidak pernah menduga. Sangat disayangkan, aku harus segera melepaskan semuanya dengan terpaksa. Memang benar, aku seharusnya tidak berharap untuk terus bersama-sama. Semua itu hanyalah keinginanku, bukan keinginan Mashiho sendiri.
Namun, meski kehilangan ini begitu menghancurkan, aku tetap bersyukur atas setiap detik yang pernah kami lalui bersamanya. Setiap tawa, setiap kata, setiap momen sederhana yang kini terasa begitu berharga. Kini, kenangan itu menjadi satu-satunya hal yang bisa kami genggam. Padahal aku yang mengatakan banyak hal seakan-akan kami bisa berjanji untuk selalu bersama. Aku menutup mata dan membayangkan dia tersenyum padaku lagi, menatap dunia dengan mata yang selalu penuh harapannya itu.
Tak ada yang bisa mengisi kekosongan ini selain menghormati pilihan dan kebahagiaannya. Dan meski jarak memisahkan kami, cinta dan dukungan yang tulus tetap mengalir, mengikat kami dengan rasa hormat yang tak tergantikan. Meskipun semuanya ingin dia tetap bertahan, kami tak akan bisa sepenuhnya menahannya.
Mashiho, semoga kau selalu menemukan cahaya yang lebih terang di setiap langkahmu. Kami akan terus mendoakanmu, mengingatmu, dan menahan kenangan itu dengan hati yang penuh rasa terima kasih karena kami menghargaimu sebagai manusia. Dunia ini lebih indah karena kau pernah ada di dalamnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ini hanya sekedar ungkapan kecil yang ku jadikan cerita singkat tentang kepergiannya. Sosoknya tidak pergi jauh, masih ada namun tak terlihat. Mashiho i Miss you My waiting to stay afloatturned out to be nothing. please live wellʕ´• •̥'ʔ