Jisu langsung menoleh kearah pintunya saat mendengar suara yang sangat amat familiar di telinganya. Suara ini—ia sangat merindukannya. Jisu tersenyum lebar saat melihat kedatangan tehyung yang tiba tiba.
Tehyung diam sambil menatap tajam kearah christian, jisu pun mulai sadar saat ini atmosernya mulai menjadi panas disini. Jisu sedikit terkejut saat tehyung tiba tiba saja merangkul pinggangnya dengan posesif.
"Kalo gitu gue pamit ya su" ucap christian dengan wajah yang mulai ciut saat mendapatkan tatapan tajam dari tehyung, seakan mengisyaratkannya untuk segera pergi
Tersisa tehyung dan jisu di ruangan tersebut.
"Aku baru dateng, tapi malah di sambut sama hal kaya tadi" ucap tehyung tiba tiba
"Kenapa, kamu gak ngakuin aku jadi pacar kamu di depan cowok tadi?"
"Kamu malu punya pacar kaya aku?" Tanya tehyung sambil menatap jisu dengan tatapan tajamnya yang menghunus
Jisu langsung melepaskan genggamannya di lengan tehyung,"kamu kok ngomong gitu sih, engga te gak gitu..."
"Mentang mentang dia ganteng kamu seneng di deketin sama dia?" Todong tehyung lagi seakan akan memojokkan jisu disini
Jisu langsung menangis saat mendengar ucapan tehyung, ia tidak percaya pacarnya sendiri mengatainya seperti itu.
"Hikss... aku bukan cewe yang kaya gitu te" isak jisu, yang kemudian mengusap air matanya
"Selama ini kamu gak percaya sama aku te? Hikss...hiks"
Wajah tehyung berubah menjadi panik saat melihat jisu menangis."e-eh bee, aku cuman bercanda ga maksud ngomong kaya gitu. Maaf bee... jangan nangis pleasee"