2. KILLA QUEEN

1.5K 203 4
                                        

•••

Nyatanya tebakan joyanne salah besar, pada akhirnya lalice pergi ke club malam kali lagi.

Lalice masih terduduk di kursi yang menghadap langsung dengan berbagai macam minuman beralkohol saat orang orang sedang menari ria di dance floor. Sambil memainkan gelas yang dipanggangnya dengan gerakan acak. Namun sialnya beberapa orang menganggap gerakan abstrak yang lalice buat dianggap sangat menggoda.

For godnes sake

Apa lagi yang membuat lalice melakukan semua itu, jelas jelas lalice melakukan itu karena bosan. Harusnya tak ada kata bosan di tempat yang seperti ini. Banyak minuman yang mampu membuatnya merasakan kenikmatan, pria pria tampan, detuman musik yang menghanyutkan. Rasanya baru kali ini lalice berkata bosan di club malam.

Pola yang di ciptakan lalice di gelasnya berhenti, gadis itu meletakannya kembali ke meja bar. Kemudian membalik kursinya, meneliti setiap orang yang bersenang senang di sana. Setiap wanita disana dominan memakai gaun malam pendek-hey! Lalice baru menyadari bahwa dirinya memakai jeans panjang dan kemeja hitam. Dan kenapa dia baru menyadarinya? dia sedirian memakai baju seperti ini?

Lalice berdecak pelan, membuka tiga kancing terbawah kemejanya kemudian mengingatnya sampai sebagian perutnya terlihat. Kemudian dengan cepat lalice membuka satu kancing teratas kemejanya.

Selesai dengan aktivitas nya lalice kembali membalikan tubuhnya menghadap meja bar, namun sebelum itu lalice sudah lebih dulu di tarik seseorang untuk duduk di pangkuannya tepat di kursi sebelah kursi lalice.

Keterkejutan lalice tergantikan oleh suara pekikan tertahan "sialan"

Lihatlah posisi ini, orang itu membuat lalice terduduk di pangkuannya. Sedangkan punggung orang itu bersender pada meja bar di belakangnya. Lalice meringis pelan ketika merasa pinggangnya di remas kuat.

Tatapan lalice tajam, menusuk seseorang yang memangkunya. Tidak perlu lama lama, lalice sudah berniat untuk segera bangkit dari sana

"Tidak perlu buru buru, seperti yang kau katakan tadi siang. Pengecut yang meniduri Jack Hall Miller right?"

Setelah mendengar perkataan seseorang yang memangkunya itu-si Jack Hall Miller itu, lalice berhenti dari usahanya untuk bangkit. Dengan santai lalice bergerak untuk menyamankan posisi di pangkuan pria itu.

Lalice menggernyit "kau mengakuinya, terbukti bukan rendahnya seorang Jack Hall Miller?"

"Sama rendahnya saat kau terima terima saja waktu kusuruh untuk melepas kemejaku dan menciumku?"

Tampaknya niat lalice untuk memancing emosi Jack benar benar berbalik arah kepadanya. Terbukti kala telinga lalice kembali berdengung setiap kali mendengar suara sialan itu.

Ekspresi angkuh menahan kesal di wajah lalice membuat Jack tergelak, tangannya semakin menarik pinggang lalice agar lebih mendekat. Masih dengan tatapan tajam, Jack meneliti prepensi lalice.

Pertanyaan seperti 'ada apa dengannya?' sempat melintas di fikiran Jackie saat menyadari lalice memakai jeans panjang dan kemeja yang diikat sebatas perut. Hey, Jack berusaha untuk tidak tertawa karena alasan itu. Malam itu di Las Vegas, jelas jelas lalice berjalan dari pintu masuk club menggunakan pakaian seksi dan paling mencolok di antara wanita wanita lain disana.

Dan sekarang, bagaimana bisa wanita itu datang dengan pakaian seperti ini.

Lalice mulai menyadari tatapan Jack yang kurang ajar kepada dirinya "bisa bisa tatapanmu itu menelanjangiku bajingan!"

"Memang niatku"sahut Jack dengan senyuman tipis

Stop lalice.

Kemarahanmu akan membuatnya merasa menang, berkali kali lalice mencoba menetralkan deru nafasnya. Mencoba bersabar lebih tepatnya. Menyadari bahwa tiap kali dirinya berhadapan dengan pria itu, emosi nya menjadi kacau maka sebisa mungkin lalice meminimalisir segala reaksi di hadapan laki laki itu.

BRING THE KNIFETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang