Sejujurnya, semisal kamu masih terus menanyaiku kenapa harus kamu yang aku suka, aku sendiri gak tahu.
Kalau boleh request sih, maunya tuh yang visualnya seperti artis Korea. Tingginya seperti artis Hollywood, perilakunya seperti kedua orang tuaku yang sabar menemaniku tumbuh hingga detik ini. Kamu gak masuk kategori--tapi jangan marah dulu!
Salahin tuh, bibit rasa yang tumbuh semakin kuat tiap harinya dalam diriku ini. Aku gak tahu menahu. Serius, deh! Aku tahunya, menerima dan menyadarinya.
Kamu gak perlu merubah apapun meski kamu bukan kategori yang kusebutkan barusan. Cukup jadi kamu, dan hatiku sudah senang; pula nyaman.
Aku harap kamu tetap menjadi kamu. Untuk hari ini, besok, lusa, seminggu, sebulan dan seterusnya. Bukan karena kamu memiliki perasaan padaku dan kebetulan aku menyukaimu.
Tapi, lebih bagaimana kamu mensyukuri apa adanya dirimu. Meski entah--pahitnya, di masa yang akan datang perasaan diantara kita berubah; kita masih mempunyai hal baik satu sama lain. Tersenyum pada kenangan... dan berharap, kamu ataupun aku tetap bahagia di jalan masing-masing.
Sayangnya, aku belum sanggup membayangkanmu pergi. Dan aku berusaha membuang pikiran itu jauh-jauh. Aku... terlalu betah menyukaimu.

KAMU SEDANG MEMBACA
10 Reasons : I Love You
Short StoryMungkin ini bisa dijadikan jawaban, saat kamu merasa tidak pantas.