Chapter 4

253 30 8
                                    

Kau manusia. Tentu saja kau boleh menangis
Tapi jika bisa, menangislah di tempat dan waktu yang tepat

Sakura terus melompat dari satu pohon ke pohon lainnya. Walau kakinya sibuk menjajaki hutan yang telah berjarak beberapa puluh meter dari gerbang Konoha, pikirannya melalang buana ke masa lalu. Berbagai memori menggerogoti otaknya.

Dulu, dulu sekali saat Sasuke masih dalam perjalanan penebusan dosanya. Sakura sering kali menemani Naruto untuk memilihkan bunga untuk Hinata, untuk memperingati momen-momen spesial mereka. Dalam pandangan Sakura, Naruto adalah orang yang main-main dalam segala hal kecuali dalam visi-misinya menjadi Hokage, namun saat itu Ia melihat sahabat nya begitu fokus memiih mengamati bunga satu dengan yang lain, seakan hidupnya bergantung pada tangkai-tangkai bunga itu.

Saat itu Sakura berpikir, akan betapa bahagianya seseorang yang menerimanya, ah betapa bahagia nya menerima serangkaian bunga dari orang yang kau cintai. Dalam hati Sakura juga berbunga, suatu hari saat Sasuke pulang Ia juga akan merasakan itu. Namun hari itu tak pernah datang, tak ada setangkai bunga pun. Memikirkannya lagi, membuat rasa nyeri di hatinya kembali menderu.

Ingatannya melompat ke hari pernikahan Naruto Hinata. Hari itu semua orang tampak berbahagia. Emeraldnya dengan jelas melihat betapa bahagianya Hinata saat itu, wanita yang dulunya hanya seorang gadis pemalu yang mengikuti Naruto kemana pun-hari itu tampak seperti ratu. Detik itu juga Sakura berkhayal bahwa suatu hari Ia juga akan berdiri di sana, Sasuke akan berdiri di sampingnya. Yang Ia tidak tahu, bahwa takdir tak sesederhana khayalan. Ia punya jalannya sendiri. Mata Sakura semakin memanas.

Lalu ingatannya berpindah ke beberapa bulan yang lalu. Saat itu Ia, Ino dan Hinata sedang menikmati waktu bersama. Sasuke tengah menjalannya misi di luar desa. Tak ada yang spesial dalam obrolan mereka saat itu, namun tanpa sengaja emerald Sakura berhenti di jari-jari manis Ino dan Hinata, disana melingkar suatu logam cantik, lalu netranya berpindah ke jari-jarinya yang kosong, tak ada apapun. Sakura mengingat dengan jelas, saat itu menarik tangannya, menyembunyikannya di bawah meja.

Tanpa sadar, wajah Sakura penuh dengan air mata. Mungkin memang takkan pernah ada. Bunga, cincin atau pun sebuah upacara pernikahan bahagia. Apakah Ia memang tak pantas dicintai? Sakura membiarkan tangisnya pecah, tak mencoba sedikit pun untuk meredam. Konoha telah tertinggal jauh, takkan ada yang memandangnya kasihan, takkan ada yang bertanya apa dirinya baik-baik saja, pun takkan ada yang menghibur hatinya yang saat itu sudah sehancur-hancurnya.

Sakura terus melompat, sambil sesekali mengusap kasar wajahnya yang penuh air mata. Bahkan Sakura melupakan seorang anbu yang dari tadi terus mengikutinya.

***

Ini pertama kalinya Nei mengunjungi Konoha. Hawa sejuk nya tak terbiasa di kulit Nei yang selalu dikelilingi kegersangan, tapi Ia sangat menikmati. Kali ini Ia bertugas mengawal seorang kunoichi medis ke Suna untuk mengobati wabah yang sedang menjangkiti beberapa pemukiman Suna. Yang Ia tak prediksi bahwa Ninja medis itu adalah Haruno Sakura, salah satu pahlawan perang. Tentu saja Nei mengenal nya, dia adalah salah satu ninja yang diselematkan oleh teknik penyembuhan gadis itu saat perang, walau Ia yakin gadis itu tak mengenalnya.

Mereka telah meninggalkan Konoha. Sedari tadi gadis itu hanya diam, bahkan seakan tak menyadari dirinya yang terus mengikut dalam jarak aman. Nei bukan seorang yang cerewet, Ia lebih menyukai ketenangan dan tak ingin sedikit pun terlibat dalam sausana canggung. Tapi rasanya mereka sudah melompat terlalu lama tanpa istirahat, tubuhnya tak bisa lagi mengikuti kecepatan Sakura, maka Ia memberanikan diri menambah kecepatan nya mendekati gadis itu.

"Haruno-san" Nei berteriak, gadis itu tak bergeming

"Haruno-san" Nei kembali berteriak lebih keras tapi hasilnya tetap sama, gadis itu tak bereaksi masih memandang ke depan datar, seakan jiwanya tak disana.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 20, 2023 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

FATETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang