Chapter 3

11 3 0
                                        

"Ya, selamat sore semuanya, silahkan berbaris." Ucap bu Stella. Dia datang dengan seorang bapak- bapak, sepertinya dia adalah pelatih tim Voli putra, pikir Raina. Raina dan teman-teman nya pun segera berbaris.

"Mungkin ini mendadak, tetapi kompetesi Voli antar sekolah di Jakarta akan segera berlangsung. Rencananya akan diadakan 1 setengah bulan lagi." Ucap bapak-bapak tersebut.

"Siapa bapak itu?" Bisik Raina ke Natasha.

"Itu Coach nya tim Voli putra, pak Yoga, dia lumayan Strict, serem." Jawab Natasha.

"Oleh karena itu, mulai sekarang, kalian harus mulai berlatih lebih keras lagi. Tahun ini kita harus dapatkan piala itu." Lanjut pak Yoga.

"Siap Coach." Jawab mereka semua.

"Kalau begitu silahkan ke posisinya masing-masing, kita mulai latihan." Pak Yoga memberi perintah.

Raina dan teman-teman nya pun melakukan pemanasan agar tidak cedera. Setelah itu mereka langsung pergi ke lapangan.

Hari ini Bu Stella ingin mengevelauasi permainan mereka. Dia membagi tim Putri menjadi 2 tim. Di tim 1 ada Raina, Keisha, Ivanna, Zea, Lea dan Natasha. Di tim kedua ada Sabrina, Rachel, Callista, Adara, Kagami dan Raisya.

Raina segera mengambil rompi berwarna Biru sebagai warna tim nya. Sabrina dan teman-teman nya mengambil rompi berwarna merah.

"Van, kayak kemaren ya." Kata Raina.

"Siap boss..." jawab Ivanna.

Bu Stella meniup pluit, pertanda bahwa permainan dimulai. Bola awal dipegang oleh tim Raina. Zea pun melakukan Serve. Bola menuju lahan lawan, sampai pada lengan Adara, Bola terlempar lagi menuju kearah Rachel, si Setter. Rachel men-Toss bola tersebut kearah kanan. Ada 2 spiker yang siap untuk men-Spike bola tersebut, Sabrina dan Kagami. Keisha, si Middle Blocker harus memperkirakan dan memutuskan dengan cepat kira-kira siapa yang akan men-Spike bola tersebut. Keisha melompat kearah Kagami dalam sepersekian detik, benar saja, bola itu sampai di tangan Kagami, ia pun men-Spike nya. Namun bola tersebut dihalangi oleh tangan Keisha, menyebabkan bola itu jatuh dan menyentuh lahan lawan.

Priiit bunyi pluit dari mulut Bu Stella keluar. Ia mengulurkan tangan kanan nya ke sisi tim Raina. Poin pertama diperoleh oleh tim Raina, 1-0. Mereka pun segera melanjutkan permainan mereka.

Sampai Akhir, Tim Raina menang 2-0 dengan tim Sabrina. Karena ini hanya latihan, mereka hanya memainkan 3 set, dengan total poin 25-21, dan 29-27.

Raina duduk di kursi dekat pintu masuk, dibawah kipas angin, udaranya cukup gerah. Seorang laki-laki berambut lumayan panjang duduk disebelahnya, Dia adalah Reihan. Pria yang tadi Sabrina dengannya bahas.

"Lo Reihan ya? Salam kenal, gw Raina, gw baru pindah kesekolah ini." Raina memulai pembicaraan.

"Trus?" Tanya Reihan.

"Yaaa, salam kenal...." Raina mengatakan dengan muka canggungnya.

"Balik sana latihan, jangan buang-buang waktu gw." Kata Reihan.

"Eh...?" Ucap Raina kaget dengan respon Reihan.

"Nggak denger kata gw? Itu tuh, tim lo udah mau mulai lagi." Jelas Reihan.

"Nggak jelas...." ucap Raina sambil meninggalkan kursi tersebut.

"Lo kali yang nggak jelas! Sok kenal!" Sahut Reihan dari belakang.

Raina yang mendengar itu diam saja, di lanjut bergabung dengan tim nya. Bu Stella akan mengevaluasi mereka.

"Eh lo yang disitu, yang make sepatu item merah, toss ini buat gw cepet!" Perintag Reihan.

"Eh, tapi kan sekarang waktunya istirahat kak.." ucap murid kelas X tersebut.

"Nggak denger kata gua? Buruan!" Sahut Reihan.

"Eh, baik kak." Ucap anak itu dengan rasa takut. Ya Reihan memang ditakuti oleh beberapa orang karena sifatnya yang sangat keras.

Dari kejauhan, Raina memperhatikan Reihan. Sekarang dia paham mengapa orang-orang tidak menyukainya.

"Napa lo? Ngelamun aje" Tanya Ivanna.

"Mikirin syapa nih mbakkk?." Sahut Lea.

"Gua ngerti sekarang..." Jawab Raina.

"Apanya?" Tanya Ivanna kembali.

"Si Reihan itu emang ngeselin ya, pantes aja pada nggak suka sama dia" Kata Raina.

"Aduh duhhh, kok tiba-tiba ngomong gini, lo diapain sama dia emangnya?" Tanya Lea.

"Tadi gua ajak kenalan, malah diusir, dasar.."

"Hmmm, yagitudeh dia, males ngurusin dia." Sahut Natasha, mengikuti pembicaraan.

"Sifatnya kasar, kok dia nggak dikeluarin sama pihak sekolah sih?" Lanjut Natasha.

"Dia yang terbaik disini, sayang kalo dibuang-buang bakat kayak gitu, nggak semua orang punya bakat begitu.." Sahut Keisha.

"Dasar... mentang-mentang yang terbaik..." Raina merasa kesal.

Pritttt... peluit Bu Stella berbunyi, tandanya mereka harus segera berkumpul. Mereka pun segera berkumpul dan melanjutkan latihan hari itu.

Selesai latihan, mereka pulang ke asrama mereka.

"Haduhhh, akhirnya rebahan juga." Ucap Natasha sambil berbaring di kasurnya. Mereka berkumpul di kamar Natasha dan Raina.

"Makan mie boleh gaksi?" Tanya Keisha.

"Silahkan aja, kalo ketahuan Coach gw gak tanggung ya." Sahut Ivanna.

"Sekali deh." Keisha bangun dan mengambil bungkus mie instan, lalu memasak nya.

"Permainan gw gimana hari ini?" Tanya Raina ke mereka.

"Mantap Rai, untuk yang baru beberapa hari bergabung di tim kita, ini mah keren banget." Kata Zea.

"Jago juga lu ya, keren, lo ngeskor cukup banyak poin hari ini." Sahut Keisha.

"Hmm, nge-Toss ke lo gak sesusah nge toss ke Zea, ribet banget mintanya tuh anak." Kata Ivanna.

"Baru sehari udah sekeren ini, besok-besoknya pasti kita nggak terkalahkan." Kata Lea. Mereka pun tertawa.

"Eh btw, si Reihan, dia kok bisa terkenal dengan sikap yang kayak gitu? Bukannya malah dijauhin?" Tanya Raina.

"Dia anak atlet terkenal , makanya dia terkenal. Sikapnya emang keras begitu karena kebiasaan nya, gw rasa, orang tua dia strict masalah olahraga." Jelas Natasha.

"Kalo dipikir-pikir kasian juga ya, tapi kalo nginget cara dia ngomong ke kita gak jadi deh." Kata Ivanna.

"Lo nanyain dia mulu dari tadi." Kata Zea.

"Kesel gw, tadi padahal gw berharap supaya bisa diajarin teknik unik, malah diusir." Kata Raina.

"Kesel apa tertarik tuhh?" Tanya Lea sambil senyum-senyum.

"Kesel lah, cowok kayak begitu nggak menarik." Jawab Raina.

Mereka melanjutkan malam itu berbincang lalu tidur. Mereka tidak boleh tidur kemalaman, jadi setelah ngobrol dan makan sedikit, mereka langsung ke kamar masing-masing dan tidur. Mereka butuh istirahat yang cukup untuk besok.

-------------------------------------------------------

Heyyyyyyy
It's Kan hereee :D
Chapter 3, semoga kalian sukaa :D
Tungguin terus kisah-kisah Raina dan Reihan di Chapter-chapter selanjutnya.
Love you all,
-Kan

LoveyballTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang