HII! Maaf banget lama up nya, lagi sibuk banget sama sekolah nih, doakan supaya cepet selesai kerjaan nya ya gengs.
Oh iya, jangan lupa vote dan comment yaa, thank you.
Enjoy the story~
---------------------------------------------------
2 HARI KEMUDIAN
Hari ini Raina sudah kembali belajar dan beraktifitas seperti biasa. Dia sudah sembuh, suster mengatakan bahwa Raina kelelahan, jadi dengan istirahat, Raina dapat pulih kembali.
Pagi ini Raina berangkat dari asrama menuju kelasnya sendiri. Suster menyuruh Raina untuk ke UKS untuk check-up sebelum sekolah. Jadi dia berhenti di UKS.
Hari ini juga, Raina berencana untuk mengucapkan terima kasih ke Reihan. Dia belum bertemu Reihan sejak Reihan memberikan nya makanan. Entah kenapa dia merasa deg-degan.
"Mana ya?" Pikir Raina saat dia berjalan di koridor kelas. Dia mencari Reihan.
"Nah itu dia." Dia melihat Reihan sedang mengobrol dengan teman nya.
"Ayo samperin Raina." Batin Raina. Tapi entah kenapa badan nya seakan tidak mau bergerak. Setelah berpikir-pikir, akhirnya dia mencoba menghampiri mereka.
"Rei-." baru saja Raina may menyapa nya, Reihan sudah beranjak pergi menuju kelasnya.
"Tuhkan! Udah pergi lagi, mau dibilang makasih malah pergi, coba nanti lagi deh." Dia pun segera masuk ke kelasnya.
Sesampainya di kelas, dia melihat Natasha dan Zea sudah berada disana.
"Duh gue ketinggalan apa nih di pelajaran kemaren." Tanya Raina
"Cuma ada PR Matematika, halaman 155." Jawab Natasha.
"Duh gue belum lagi, boleh pinjem nggak?" Tanya Raina. Dia merasa tidak enak, Natasha sudah membantu banyak dia saat dia sakit kemarin, dan sekarang Raina meminta hal lain lagi darinya.
"Iya ini nggak papa kok, kemaren kan lu sakit, wajar." Balas Natasha. Dia menyerahkan buku Matematika nya.
"Duhh, makasih banget deh Nat." Raina segera mencatat jawaban Natasha.
"Rai, lu udah bilang makasih ke Reihan? Dia kan kemaren nolongin lu." Tanya Zea.
"Oh, belum sempet, kemaren sih mau pas dia nganterin makanan itu, tapi dianya langsung pergi."
"Mending lu bilang makasih deh, itu anak sensi banget, nanti dia ngeperpanjang masalahnya, ngeri deh." Usul Zea.
"Rencananya sih, gue nanti mau samperin dia, atau nanti kalo papasan gue bilang aja makasih." Jawab Raina.
"Nah gitu." Kata Zea.
Namun sebenarnya, dalam hati Raina bingung, dia malu untuk menghampiri Reihan. Ada perasaaan deg-degan saat Raina memikirkan tentang bagaimana Reihan menolongnya. Tapi baginya dia sudah merepotkan Reihan dan dia harus berterima kasih kepada Reihan.
Bel berbunyi dan pelajaran di mulai. Pelajaran pertama ada Bahasa Inggris. Raina fasih dalam berbahasa inggris. Dia suka membaca buku bahasa Inggris. Bahasa Inggris adalah salah satu pelajaran kesukaan Raina. Setelah selesai pelajaran pertama, mereka istirahat.
Kantin sudah agak ramai saat Raina, Natasha, Lea, Zea, Keisha dan Ivanna sampai. Untungnya, masih ada tempat duduk yang terisisa untuk mereka ber-enam duduk. Mereka memilih untuk duduk dekat pintu masuk.
"Mana ya? Belum dateng dia?" Batin Raina. Yang dia maksud adalah Reihan. Raina mencari keberadaan Reihan.
"Yak silahkan pesanan nya, mau apa semuanya?" Tanya Lea, dia menawarkan diri
untuk memesankan mereka makanan, tentu, mereka bayar masing-masing.
KAMU SEDANG MEMBACA
Loveyball
Jugendliteratur'Raina Adhyanisa Rissyanto'. Atlet muda yang baru saja pindah kesekolah SMA Hallim Khusus atlet. Raina sangat berbakat bermain Voli, dia dipanggil 'Ace' oleh anggota tim nya. Kisahnya di SMA Hallim baik-baik saja. Sampai suatu hari, dia bertemu deng...
