"What Happen?"

376 44 1
                                    

What happen?
___________________

POV' (M/n) :

Setelah diriku selesai bantuin Acun. Akhirnya aku bisa pulang kerumah dan segera rebahan di kasur chan ku.

"Ma,aku pulang,"ucapku membuka pintu itu

"Sudah pulang, oh, ya. Besok lusa kakakmu libur dan pulang dari asrama sekolah,"

"Njir,udah ku dugong kakakku pulang,kok gua kesel,ya,"ucapku bergumam dan kemudian naik ke lantai atas. Membuka pintu kamar dan kemudian menghempaskan diri di kasur tercinta.

"Apaan dah,palingan nginep satu hari aja. Udah ngancurin mainan gua, sungguh kakak yang meresahkan,"ucapku sambil membenamkan wajahku di bantal

"Bosen,coba aja ada sesuatu yang wah gitu. Misal waifu nyata gitu,"

"Ck,ngeselin emang,dah lah dari pada bacot sendiri mending gua mandi. Abis mandi ketemu papa dan minta komik yang gua udah pesen jauh-jauh hari.ehe,"ucapku menyambar handuk yang di gantung dekat pintu kamar mandi dan kemudian masuk ke kamar mandi.

Setelah selesai mandi beh badan gua langsung fresh. Gua ngaca dulu sebentar ye. Widih makin berotot nih gua masih pack 4 sih. Tapi gak masalah lah bantuin emak ngangkat galon biar jadi six pack ahay.

Ok udah mandi,udah ganti baju. Cakep depan belakang langsung saja ngibrit ke bawah. Di sana nampak ibu sudah cantik trulala.

"Weeh,cakep ni ya,mama,"ucapku turun dan langsung menghampiri mama ku yang sedang menyiapkan dessert

"Widih,es puter duger-duger,"ucapku hendak mencomot namun tanganku di tepis kasar oleh mama saat hendak menuangkan kental manis pada es serut itu.

"Ini di buat nanti. Jangan di comot,"ucap mama dengan aura hitam yang menguar

'Gluup'

"Hehehe...hehehe,"ucapku cengengesan

'Ting...tong'

Bunyi bel berbunyi. Diriku bergegas membukakan pintu. Tampak pria berumur 28 tahunan yang datang bersama temanya.

"Papa,pulang,"

Diriku langsung tersenyum. Begitu tahu siapa yang pulang.

"Ngapain senyam-senyum begitu,"ucap papaku

"Hehehe... itu manga yang baru rilis,"ucapku papaku kemudian tersenyum dan kemudian..

"Baru pulang di tanyain manga. Pulang tuh di sambut. Tanyain kabarnya bukan tanyain manga,"ucap papa ku sambil menjewer telingaku

"A aduhh..s sakit-sakit ya,ya,lepasin pa sakit. Iya,iya (M/n) janji akan tanya mang eh maksudnya tanyain kabar papa. Sekarang lepasin jewerannya,pa,"ucapku meringis kesakitan dan akhirnya jeweran mautnya di lepas juga.

"Sudah sana ke meja makan. Papa mau nganterin tamu papa ke kamar tamu,"ucapnya

Sedangkan diriku mangut-mangut doang. Pergi ke meja makan.

"Kemana? Papamu,"

"Ngantar tamu ma,ke kamar tamu,"

"Oh,ya,udah bantuin mama siapin pirinya,"

"Ashiapp,"ucapku langsung menata piring-piring itu sesuai urutan setelah piring kemudian garpu sendok dan gelas yang berjejer rapi.

Setelah selesai diriku melihat papa dan temanya papa berjalan menuju kemari. Saat sampai papa mempersilahkan teman papa untuk duduk di kursi yang di sediakan. Diriku dan mama juga ikutan duduk. Kami mulai memakan makanan kami sekali-kali kami mengobrol membahas diriku dan kadang membahas hal lain.

"This food tastes good,"

"Thank you,"ucap mama

"Your welcome,"ucap

Tiba-tiba sebuah getaran mengguncang.

" Whut- what happen? What happen, "ucap ayah panik lari-lari kayak spongebob kalau pas panik. Gua sebagai anak malu

'Bukan bokap gua, bukan bokap gue, '

" Aduh!,sembunyi di bawah meja semua"ucap Ibukku menyeretku sembunyi di bawah meja agar tak mengenai reruntuhan yang berjatuhan dari atas.

Diriku langsung memeluk ibuku erat. Gempa kali ini guncangannya besar sekali seketika dalam pikiran ku terlintas.

'Anyink, action pigure gue mbak nobara,mbak maki wangi wangy... Mbak Nico robbin ... Hiks... Hiks.. Action pigure gua yang jumlahnya 200 ratusan.. Huwaaa' batin gua menjerit

'Moga aja gak rusak, gak retak, gak hancur'

Bayangin aja cuy action pigure yang bernilai ratusan hingga jutaan rupiah hilang begitu saja menjadi bongkahan dan kepingan kepingan. Setelah gempa mereda diriku, ibu, ayah dan tamu ayah keluar dari kolong meja. Melihat semua menjadi berantakan untung saja gak ada kerusakan yang signifikan kayak genteng jatuh atau tembok retak. Cuma piring dan gelas yang pecah berjatuhan dari atas meja. Buru,buru aku keluar dan belari ke anak tangga menaikinya satu persatu sesampainya di sana diriku langsung membuka pintu kamar dalam keadaan tremor panas dingin. Begitu terbuka diriku masuk. Ajaibnya semua action pigure ku dalam keadaan utuh dan masih berdiri kokoh mulai dari yang kecil hingga ukuran satu banding satu semua berdiri kokoh.

"Aneh.gempanya sedahsyat itu tapi semua action figure ku utuh, "

"Dan masih berdiri kokoh.. " Ucapku mengelus mereka

"Nak.. Turun dari kamar mu takut gempa susulan lagi, " Ucap ayah

"Ya, ayah aku turun, "ucapku langsung  mematikan lampu kamarku dan berbalik hendak keluar... Sebelum berbalik diriku merasakan bahwa aku seperti di tatap oleh sesuatu diriku langsung menoleh dan melihat semua action figure ku diam tak bergerak.

" Aneh... Aku seperti di tatap tajam tadi, "gumamku kemudian pintu kembali ku tutup. Lalu berjalan menuruni anak tangga satu persatu.. Diriku melihat ayah menonton berita TV guna memastikan apa terjadi gempa susulan atau tidak dari badan pendekteksi gempa.

" Bagaimana ayah? , "

"Tak ada gempa susulan dan tadi juga tak ada tsunami atau peringatan akan pontesi tsunami. Tapi para warga harus waspada takut masih ada gempa susulan katanya, "

Diriku menggangguk akan info itu. Kulihat ibuku beres beres aku juga membantunya setelah semua selesai nampaknya tak ada kerusakan yang berlebih padahal gempanya terasa begitu dahysat.. Aku lupa menanyakan ayah soal sumber gempanya di mana karena seperti terasa di sini paling kuat.

"Semoga saja tak ada kejadian yang lebih buruk lagi, huh" Ucapku.

Tbc...
____________________________________

*yo minna I'm back 😁... Oh ya author ingin sampaikan sesuatu bahwa Manga Baji telah terbit hehehe. Manganya berjudul "letter from Baji"

*Maafkan jika chara ooc dan banyak typo ya minna TT

*Maafkan jika chara ooc dan banyak typo ya minna TT

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Whut- ? My Boyfriend kok piguran!!!"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang