𝙨𝙚𝙠𝙪𝙚𝙡 𝙖𝙢𝙤𝙣𝙜 𝙪𝙨; 𝙡𝙖𝙨𝙩 𝙨𝙩𝙖𝙣𝙙
❝target gue saat ini bukan lagi membunuh, tapi membuat sebuah aliansi.❞
𝘵𝘩𝘪𝘴 𝘫𝘰𝘶𝘳𝘯𝘦𝘺 𝘪𝘴 𝘯𝘰𝘵 𝘢𝘣𝘰𝘶𝘵 𝘩𝘰𝘸 𝘵𝘰 𝘴𝘶𝘳𝘷𝘪𝘷𝘦 𝘢𝘯𝘺𝘮𝘰𝘳𝘦, 𝘣𝘶𝘵 𝘵𝘩𝘪𝘴 𝘢𝘣𝘰𝘶𝘵 𝘩𝘰𝘸 �...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Lodimana?"
"Di balcony abis nembak-nembakin asteroid. Kenapa?" balas Jeongin melalui earpiece-nya.
"Makansiang yuk. Guelapernih."
"Boleh. Sekalian lo manggil Euiwoong deh. Soalnya gue tinggal nyebrang doang udah nyampe cafetaria nih."
"Oke dah."
Percakapan Jeongin dan Chenle pun berakhir.
Jeongin pun segera menyeberang ke ruangan sebelah dan ia telah tiba di cafetaria.
Sembari menunggu kehadiran Chenle dan Euiwoong, Jeongin memperhatikan sekeliling ruangan. Lalu pandangannya tertuju pada CCTV yang terletak di pojok atas.
Ditatapnya dengan intens kamera tersebut hingga akhirnya suara lumba-lumba Chenle membuyarkan tatapannya.
"JEONGIINNN!!"
Jeongin spontan menoleh ke arah pintu masuk. Nampaklah Chenle yang masuk dengan ceria seraya menggandeng tangan Euiwoong yang berjalan di belakang pemuda itu.
"Le suara lo yaampun. Bikin budeg asli," tegur Jeongin.
"Xixixi," Chenle tertawa pelan.
"Lo temuin dimana tuh anak ilang?" Jeongin menunjuk Euiwoong menggunakan dagunya.
"Di deket greenhouse lagi ngegembel," jawab Chenle.
"Sembarangan." Euiwoong memukul punggung Chenle tak terima.
Jeongin terkekeh pelan. Chenle dan Euiwoong pun duduk di meja yang sama dengan Jeongin.
"Gimana? Lo udah makan?" tanya Chenle bergurau.
"Iya udah kemarin," jawab Jeongin tak ikhlas.
"Yaudah biar gue yang ke counter buat cek menu hari ini." Chenle kembali berdiri dari duduknya.
"Daily task lo udah selesai, Woong?" tanya Jeongin.
Euiwoong menggeleng. "Alhamdulillah belom. Abis ini gue tinggal istirahat dulu dah. Badan gue kerasa banget capeknya."
Pemuda itu melakukan sedikit peregangan pada tubuhnya.
"Iya juga ya, misi lo kan rata-rata kerja berat semua. Sabar ya, Woong." Jeongin menepuk pelan bahu Euiwoong.
"Iya, pijitin ya bentar," pinta Euiwoong.
"Oasu, ogah dah," balas Jeongin lalu spontan menarik kembali tangannya yang menepuk baju Euiwoong tadi.