𝙨𝙚𝙠𝙪𝙚𝙡 𝙖𝙢𝙤𝙣𝙜 𝙪𝙨; 𝙡𝙖𝙨𝙩 𝙨𝙩𝙖𝙣𝙙
❝target gue saat ini bukan lagi membunuh, tapi membuat sebuah aliansi.❞
𝘵𝘩𝘪𝘴 𝘫𝘰𝘶𝘳𝘯𝘦𝘺 𝘪𝘴 𝘯𝘰𝘵 𝘢𝘣𝘰𝘶𝘵 𝘩𝘰𝘸 𝘵𝘰 𝘴𝘶𝘳𝘷𝘪𝘷𝘦 𝘢𝘯𝘺𝘮𝘰𝘳𝘦, 𝘣𝘶𝘵 𝘵𝘩𝘪𝘴 𝘢𝘣𝘰𝘶𝘵 𝘩𝘰𝘸 �...
i feel bad for jeno rl and all jeno'sstan. maaf ya udah buat karakter jeno menjadi sebaik dan semurah hati ini, asli aku ga enak banget. tapi ya namanya kepentingan cerita, jadi mohon dimaklumi ya guys.
dan untuk kalian yang mau ngehujat/benci jeno silakan, tapi jangan terlalu berlebihan ya. sekali lagi jeno disini tuh cuman karakter fiksi.
maaf jeno udh buat kamu brengsek disini. but actually no need to ask, i already love u.
[two: goodbye road]
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
📍xray's basecamp
"Aduh pusing anjing kok gue ganteng banget sih?"
Sedari tadi Jaehyuk tidak berhenti memuji dirinya sendiri di depan kaca.
"Le, pernah gak lo ngelihat babi muji dirinya sendiri?" bisik Beomgyu.
Chenle terkekeh. "Jaehyuk, masa lo dikata babi sama Beomgyu."
Jaehyuk yang tadinya hanya sibuk mengagumi ketampanan wajahnya di cermin, seketika berbalik ke arah Beomgyu dan Chenle yang sedang duduk di sofa belakang.
"Yaa Allah untung aku diberkahi wajah tampan dan hati yang sabar." Beomgyu mengelus-elus dadanya setelah diejek babi oleh wanita itu.
"Heh bekantan betina diam aja," ejek Jaehyuk pada Somi.
Oh, tidak. Jaehyuk cari mati.
"Udah-udah, pemakamannya udah mau dimulai. Mending sekarang kita keluar," kata Sungchan seraya memakai arlojinya.
Para kru xraysudah rapih dengan kemeja putih dan jas hitamnya, begitu pula Somi yang menggunakan outfit serba hitam sebagai bentuk belasungkawa mereka.
Benar. Para kru galactical unity telah dipulangkan ke bumi, begitu pula dengan Jeno.
Flashback a fewdaysago
"Chris, kita harus kembali sesegera mungkin untuk mengebumikan mayat para kru," ungkap Komisaris Park pada Kepala Bang atau yang kerap disapa Chris.